Juni 2022Media UtamaUncategorized

Sejarah Transfusi dan Golongan Darah

Sejarah Donor Darah

Upaya transfusi darah sudah dimulai sejak zaman kuno tapi baru menemukan cara yang tepat dimulai pada abad ke-17. Berbagai jenis golongan darah juga ditemukan kemudian.

Setiap 14 Juni, negara-negara di dunia memperingati hari donor darah sedunia untuk meningkatkan kesadaran tentang perlunya darah dan produk darah yang aman serta berterima kasih kepada para pendonor yang telah membantu menyelamatkan jiwa manusia. Layanan darah yang aman, tersedia, dan mudah diakses pasien merupakan komponen kunci dari sistem kesehatan yang efektif.

Bertepatan dengan peringatan hari donor darah sedunia, Direktur Jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengucapkan terima kasih kepada jutaan pendonor darah di seluruh dunia. “Donor darah adalah penyelamat dalam keadaan darurat, bencana, krisis kemanusiaan, dan bagi orang-orang yang membutuhkan transfusi secara teratur. Namun, di seluruh dunia, banyak komunitas tidak memiliki akses ke darah yang aman. Perempuan dan anak-anak adalah yang paling berisiko,“  kata Tedros dalam rilis WHO.

Eksperimen Pertama 

Transfusi darah pertama dilakukan dengan menggunakan pengetahuan yang masih sangat terbatas. Dokter Cyrus C. Sturgis dalam “The History of Blood Transfusion” di jurnal Bulletin of the Medical Library Association pada 1942, mencatat bahwa memang ada laporan tentang transfusi darah pada peradaban Yunani dan Mesir kuno tapi penelitian menunjukkan mereka tidak benar-benar melakukan transfusi darah. Yang Paling mungkin, pada periode ini mereka hanya meminum darah, suatu aktivitas yang lazim pada masa tersebut.

1 2 3Laman berikutnya

Artikel Terkait