Isi PiringkuJuli 2022

Bubur Kacang Hijau Solusi Atasi Gizi Kurang

Bubur kacang hijau memenuhi kriteria sebagai makanan tambahan pendamping ASI. Sangat cocok diberikan kepada anak-anak bergizi buruk.

Saat kegiatan posyandu, Puskesmas Kaliabang Tengah, Kota Bekasi memberikan makanan tambahan berupa penganan lokal bagi anak-anak yang hadir. Salah satunya adalah bubur kacang hijau. Pemberian makanan tambahan ini tidak hanya sekadar menarik minat warga datang ke posyandu tetapi juga upaya mencegah gizi kurang dan stunting.

Menurut Guru Besar Institut Pertanian Bogor, Prof. Ali Khomsan, proses penurunan status gizi pada bayi umumnya terjadi pada periode penyapihan atau ketika anak mulai dikenalkan pada makanan saat usia enam bulan atau disebut makanan tambahan pendamping ASI (MP-ASI). Syarat MP-ASI yang baik adalah kaya gizi, bersih, aman, mudah ditelan, disukai anak, dan mudah diakses. Kriteria tersebut salah satunya dapat terpenuhi dalam bubur kacang hijau yang disesuaikan dengan usia bayi.

“Pencegahan stunting harus dilakukan sedini mungkin dengan asupan ASI dan makanan tambahan bergizi yang cukup,” ujar Ali sebagaimana dikutip dari website IPB.

Kacang hijau juga mempunyai nilai lebih lain, di antaranya memiliki daya serap cukup tinggi. Kandungannya didominasi oleh lemak tidak jenuh. Adapun kandungan lemak jenuhnya sifatnya lebih baik daripada yang ada pada hewan dan jenis kacang lainnya.

Kacang hijau pun kaya asam amino lisin. Asam amino lisin dalam beras cenderung rendah sehingga masyarakat dapat mengonsumsi kacang hijau sebagai pangan komplementer. Selain kaya gizi, kacang hijau juga memiliki tingkat flatulensi (atau membuat kembung) rendah. Kacang hijau juga menjadi makanan tambahan untuk balita yang populer di posyandu. Kacang hijau utamanya mengandung serat serta sumber lemak nabati yang berguna untuk mencegah penyakit komorbid seperti jantung dan obesitas.

“Jadi kacang hijau ini tidak perlu ditakuti oleh orang-orang yang sudah terlanjur kelebihan berat badan karena lemak pada kacang hijau ini tidak akan membuat kita bertambah gemuk,” kata Ali.

Ali mengatakan penelitian mengungkapkan kacang hijau sebagai ready-to-use therapeutic food untuk perbaikan gizi lebih disukai oleh balita dibandingkan dengan kacang tanah dan tempe. Sehingga kacang hijau sangat cocok diberikan kepada anak-anak bergizi buruk. Bubur kacang hijau juga dikenal dapat memperbaiki berat badan anak.

Dalam “19 Pengaruh Pemberian Bubur Kacang Hijau” yang dipublikasikan di laman ejournal.annurpurwodadi.ac.id, para peneliti menjelaskan bagaimana bubur kacang hijau memiliki dampak yang signifikan bagi bayi. Dalam penelitian yang dilakukan terhadap anak-anak yang mengalami gizi kurang, ada kenaikan berat badan pada anak-anak setelah diberi asupan kacang hijau.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *