Isi PiringkuJuli 2022

Bubur Kacang Hijau Solusi Atasi Gizi Kurang

Jurnal itu menyebutkan mekanisme fisiologis kacang hijau dimulai dari mulut oleh enzim amilase masuk ke esofagus dan didorong ke dalam lambung dengan gerakan peristaltik. Di dalam lambung, makanan dicerna kembali hingga terbentuk chyme (kimus), lalu di dalam usus halus dicerna lebih lanjut dan diserap oleh tubuh dengan mengambil kandungan kacang hijau yang berupa vitamin B1 dan B2, berbagai asam amino penting, protein, serat, zat gizi mikro, mineral, dan vitamin B6. Penyerapan di dalam tubuh lebih cepat karena bubur kacang hijau yang diberikan lebih halus.

Lantas bagaimana cara membuat bubur kacang hijau yang tepat sebagai makanan tambahan pendamping ASI? Buku Kesehatan Ibu dan Anak yang diterbitkan Kementerian Kesehatan menjelaskan cara pembuatannya.

Bubur Sumsum Kacang Hijau untuk Bayi Usia 6-9 Bulan

Bahan: 

  • 15 gram (1,5 sendok makan) tepung beras.
  • 10 gram (1 sendok makan) kacang hijau, rebus, haluskan. 
  • 75 cc (1/3 gelas belimbing) santan encer.
  • 20 gram daun bayam, iris halus. 

Cara membuat:

 1. Rebus kacang hijau dan daun bayam, saring dengan saringan atau blender halus, sisihkan. 

2. Campurkan sedikit air dengan tepung beras hingga larut, tambahkan santan, masak di atas api kecil hingga matang.

 3. Tambahkan hasil saringan nomor 1, aduk rata.

Teknik Menyajikan:

Bubur kacang hijau tidak langsung diberikan dalam jumlah banyak kepada bayi, tetapi dilakukan secara bertahap. Tahap awal dimulai dengan memberikan 2-3 sendok makan penuh setiap kali makan, kemudian ditingkatkan perlahan sampai setengah mangkuk berukuran 250 ml.

Nilai Gizi

Berdasarkan data pada panganku.org, komposisi gizi pangan kacang hijau yang diolah per 100 gram, dengan berat dapat dimakan (BDD) 100%:

Air (Water)                              : 71.3 g

Energi (Energy)                       : 109 Kal

Protein (Protein)                     : 8.7 g

Lemak (Fat)                             : 0.5 g

Karbohidrat (CHO)                  : 18.3 g

Serat (Fibre)                            : 1.5 g

Abu (ASH)                                : 1.2 g

Kalsium (Ca)                            : 95 mg

Fosfor (P)                                : 149 mg

Besi (Fe)                                  : 1.5 mg

Natrium (Na)                           : 447 mg

Kalium (K)                                : 657.8 mg

Tembaga (Cu)                         : 1.40 mg

Seng (Zn)                                 : 2.8 mg

Beta-Karoten (Carotenes)       : 18 mcg

Karoten Total (Re)                  : 120 mcg

Thiamin (Vit. B1)                     : 0.12   mg

Riboflavin (Vit. B2)                  : 0.04 mg

Niasin (Niacin)                        : 0.4 mg

Vitamin C (Vit. C)                     : 3 mg

Baca versi majalah klik disini

Laman sebelumnya 1 2

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *