Juli 2022Kilas Internasional

Cacar Monyet sebagai Darurat Kesehatan Global

WHO menetapkan penyakit cacar monyet sebagai darurat kesehatan masyarakat global. Belum ada kasus di Indonesia.

Direktur Jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan cacar monyet (monkeypox) sebagai darurat kesehatan global. Pada akhir Juli ini, jumlah kasus telah mencapai 16 ribu dan tersebar di 75 negara dengan lima kasus kematian. Setelah melakukan pertemuan pada 21 Juli lalu,  WHO menilai cacar monyet memiliki risiko moderat secara global dan ada risiko penyebaran internasional.

“Wabah ini telah menyebar ke seluruh dunia dengan cepat, melalui cara penularan baru, yang kurang kita pahami, dan memenuhi kriteria dalam Peraturan Kesehatan Internasional,” kata Tedros pada Sabtu, 23 Juli lalu. “Untuk semua alasan ini, saya telah memutuskan bahwa wabah cacar monyet global merupakan keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.”

Menurut Tedros, ada lima hal yang jadi pertimbangan WHO untuk menilai penyakit yang pertama kali ditemukan pada manusia di Kongo pada 1970 ini sebagai darurat kesehatan masyarakat global. Pertama, virus ini telah telah menyebar dengan cepat ke banyak negara yang belum pernah mengalaminya. Kedua, tiga kriteria untuk menyatakan kedaruratan kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional telah terpenuhi, yakni situasinya adalah peristiwa luar biasa, ada risiko penyebaran ke negara lain, dan situasinya berpotensi memerlukan respons internasional yang terkoordinasi.

Ketiga, Komite Darurat WHO telah mencapai konsensus mengenai situasi ini. Keempat, pertimbangan atas prinsip-prinsip ilmiah, bukti, dan informasi relevan lainnya yang saat ini belum cukup memadai dan masih meninggalkan banyak hal yang tidak diketahui. Kelima, adanya risiko terhadap kesehatan manusia, penyebaran internasional, dan potensi gangguan lalu lintas internasional.

Tedros menambahkan bahwa kasus yang terjadi saat ini baru pada kelompok tertentu. “Untuk saat ini wabah ini terkonsentrasi di antara pria yang berhubungan seks dengan pria, terutama mereka yang memiliki banyak pasangan seksual. Artinya, ini adalah wabah yang bisa dihentikan dengan strategi yang tepat pada kelompok yang tepat,” katanya.

1 2 3Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button