Info SehatJuli 2022

Gejala COVID-19 Berkepanjangan

Sebagian penyintas COVID-19 mengalami gejala yang berkepanjangan dan bahkan berbulan-bulan setelah sembuh. Bagaimana menanganinya? 

Hingga Kamis, 28 Juli lalu, menurut Our World in Data, total kasus COVID-19 di seluruh dunia mencapai 574 juta. Di Indonesia, menurut data Kementerian Kesehatan, lebih dari enam juta orang telah terinfeksi kasus COVID-19. Pasien yang sembuh atau penyintas COVID-19 ini tak jarang dijumpai masih memiliki gejala yang berlanjut, yang sering disebut “COVID-19 berkepanjangan” atau “long COVID-19”. Gejala COVID-19 masih bisa mereka rasakan atau muncul kembali berminggu-minggu dan bahkan berbulan-bulan setelah pasien sembuh.

Hasil penelitian Hannah E. Davis dkk. yang dipublikasikan di jurnal eClinicalMedicine pada 2021 mengungkap gambaran yang menyedihkan. Sebanyak 77 persen dari 3.762 pasien yang mengalami COVID-19 berkepanjangan masih mengalami kelelahan setelah enam bulan dinyatakan sembuh dan 72 persen mengalami tidak enak badan setelah kerja fisik atau mental buruk. Sebagian pasien atau 55 persen menderita gangguan kognitif dan 36 persen pasien perempuan mengalami masalah siklus menstruasi.

Penelitian serupa dilakukan di Indonesia oleh Susanto dkk. yang dipublikasikan di jurnal GERMS pada 2022. Peneliti menemukan 256 dari 385 pasien mengalami gejala berkepanjangan. Gejala umum yang dialami adalah mudah lelah (29,4 persen), batuk (15,5 persen), nyeri otot (11,7 persen), sesak napas (11,2 persen), dan sakit kepala (11 persen). 

Hasil penelitian Asy’ari dkk. di Jurnal Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia pada 2022 juga menunjukkan sebanyak 80,2 persen dari 308 pasien mengalami COVID-19 berkepanjangan. Gejala yang paling banyak dilaporkan adalah kelelahan (64 persen), brain fog (30,5 persen), dan batuk kering (21,8 persen).

Adapun hasil penelitian yang dilakukan Kholilah dkk. yang diterbitkan di Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa pada 2021 menunjukkan gejala setelah COVID-19 mempengaruhi kesehatan mental. Gejala sisa yang dialami penyintas COVID-19 adalah kecemasan, depresi, PTSD, kelelahan, defisit kognitif, sesak napas, gangguan mobilitas, masalah ADL, insomnia, dan gangguan ingatan.

1 2 3Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *