Arsip e-MagazineJuli 2022Serba Serbi

Jalur Pemandu untuk Tunanetra

Guiding block yang dipasang di trotoar bukan hiasan. Ubin pemandu itu dirancang untuk membantu penyandang disabilitas, khususnya tunanetra. 

Saat menyusuri trotoar di jalan-jalan kota besar, kita sering menemukan jalur dari keramik berwarna kuning atau jingga dengan pola setrip paralel atau bulatan seperti huruf Braille. Keramik yang dipasang menyerupai garis di sepanjang trotoar tersebut bukan hiasan melainkan guiding block atau ubin pemandu yang dirancang untuk membantu penyandang disabilitas, khususnya tunanetra.

Pemerintah melalui Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 30 Tahun 2006 tentang Pedoman Teknis Fasilitas dan Aksesibilitas Pada Bangunan Gedung dan Lingkungan menyatakan fasilitas dan aksesibilitas kepada kaum difabel ini akan menjadi dasar pertimbangan dalam memberikan persetujuan aJtau penerbitan perizinan mendirikan bangunan gedung.

Dengan adanya aturan ini, seseorang dengan hambatan penglihatan mendapat kesempatan untuk beraktivitas di ruang publik. Akun twitter Kementerian Sosial menyebutkan guiding block bertekstur setrip sebagai petunjuk agar berjalan terus dan tekstur bulat adalah peringatan untuk berhenti. Sedangkan akun twitter Kementerian Perhubungan menjelaskan guiding block berwarna kuning atau jingga sebagai pembeda dari jalan biasa.

Guiding block dipasang di tempat dan fasilitas umum seperti trotoar, terminal, stasiun dan taman kota. Adapun jalur-jalur yang harus dilengkapi dengan guiding block adalah di depan pintu masuk dan keluar menuju tangga, di depan pintu masuk dan keluar terminal transportasi umum, jalur pejalan kaki (trotoar) yang menghubungkan antara jalan dan bangunan, serta fasilitas umum menuju transportasi umum terdekat.

Pemasangan guiding block dan kemudahan akses bagi penyandang disabilitas lainnya di tempat umum merupakan salah satu kemajuan bagi Indonesia dalam memberikan hak yang sama bagi seluruh masyarakat Indonesia, tidak terkecuali bagi orang yang memiliki kebutuhan khusus.

Kita patut berterima kasih kepada Seiichi Miyake (5 Februari 1926-10 Juli 1982), seorang insinyur Jepang yang menciptakan guiding block untuk membantu tunanetra di persimpangan lalu lintas. Dikutip dari populartimelines.com, pada 1965, Miyake menggunakan uangnya sendiri untuk membuat batu bata taktil yang memiliki pola bentuk terangkat di permukaannya yang dapat dideteksi dengan sentuhan. Ia menemukan balok untuk membantu seorang teman yang mulai mengalami gangguan penglihatan. 

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *