Juli 2022Peristiwa

Kuota Tambahan bagi Mahasiswa Fakultas Kedokteran

Kemenkes bersama Kemendikbudristek menandatangani Surat Keputusan Bersama tentang Peningkatan Kuota Penerimaan Mahasiswa Kedokteran

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengupayakan peningkatan ketersediaan tenaga dokter. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan jumlah dokter di Indonesia masih di bawah ketentuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Saat ini jumlah dokter yang dibutuhkan di Indonesia sekitar 270 ribu, sementara saat ini baru ada 140 ribu. Artinya, masih ada kekurangan 130 ribu dokter,” kata Menkes seperti dikutip dari rilis Kemenkes, 12 Juli 2022.

Berdasarkan ketentuan WHO, rasio dokter dan penduduk di setiap negara adalah 1:1.000 atau satu dokter melayani seribu penduduk. Di Indonesia, setiap tahun hanya ada 12 ribu lulusan dokter sehingga butuh waktu 10 tahun untuk memenuhi standar WHO.

Untuk mempercepat pemenuhan tenaga dokter, Kemenkes bersama Kemendikbudristek menandatangani Surat Keputusan Bersama tentang Peningkatan Kuota Penerimaan Mahasiswa Program Sarjana Kedokteran, Program Dokter Spesialis, dan Penambahan Program Studi Dokter Spesialis melalui Sistem Kesehatan Akademik. Kemendikbudristek akan memperkuat kebijakan sistem seleksi mahasiswa dan penjaminan mutu kelulusan melalui uji kompetensi sesuai dengan standar nasional pendidikan kedokteran, menyusun kebijakan untuk menjamin pemenuhan mahasiswa kedokteran dengan komite bersama khususnya untuk perlindungan dari segala bentuk perundungan dan seksual. Kebijakan ini juga mengatur tentang beban kerja hingga pemberian insentif untuk mahasiswa program dokter spesialis yang mendukung pelayanan di rumah sakit pendidikan.

Kemendikbudristek juga berkomitmen mempercepat pemenuhan dosen yang berasal dari rumah sakit pendidikan dengan berbagai macam inisiatif, antara lain mengupayakan percepatan pengusulan nomor induk dosen khusus (NIDK), memberikan penugasan dan bimbingan teknis kepada perguruan tinggi yang diberi tugas membuka program studi baru dokter spesialis, dan memberikan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk mahasiswa program dokter spesialis.

“Hal itu sedang kami upayakan, oleh komite bersama Kemendikbudristek dan Kemenkes, melalui sistem kesehatan akademik yang mengedepankan kolaborasi pendidikan,” kata Mendikbudristek Nadiem Makarim.

Sebelumnya, setelah menghadiri rapat kerja Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) di Surabaya pada 7 Juli 2022, Menkes juga menyatakan komitmennya untuk pemenuhan dokter spesialis. Melalui program Academic Health System, Menkes menargetkan kebutuhan tenaga spesialis dapat terpenuhi pada 2030.

AHC adalah usulan dari 92 dekan fakultas kedokteran untuk memperbanyak dan mempercepat lulusan dokter spesialis. Konsep ini akan berbentuk semacam sister campus. Misalnya,fakultas kedokteran kategori A akan mendidik fakultas kedokteran di luar Jawa agar dapat membangun program studi dokter spesialis. Mereka juga akan membina rumah sakit di luar Jawa supaya bisa menjadi rumah sakit pendidikan tempat para dokter spesialis ini berpraktik.

Baca versi majalah klik disini

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *