Juli 2022Peristiwa

Mendekatkan Akses Pengobatan Hepatitis

Mendekatkan Akses Pengobatan Hepatitis karena Hepatitis Tidak Dapat Menunggu menjadi tema Hari Hepatitis Sedunia (HHS) ke-13 tahun 2022, yang  sejalan dengan  tema global “Bringing Care Closer to You – Hepatitis Can’t Wait”. Subtema HHS ke-13 adalah menuju generasi bebas hepatitis, stop diskriminasi hepatitis, tingkatkan akses deteksi dini dan pengobatan hepatitis C serta cegah infeksi akut hepatitis dengan perilaku hidup bersih dan sehat.

Hari hepatitis sedunia diperingati setiap 28 Juli. Peringatan itu bertujuan meningkatkan kesadaran, kepedulian, dan tindakan nyata secara  global terhadap beban penyakit hepatitis. Peringatan juga dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap hepatitis viral, yang dapat menyebabkan peradangan hati yang mengakibatkan penyakit berat dan kanker hati.

Hepatitis adalah peradangan pada organ hati yang umumnya disebabkan oleh virus. Yang terbanyak menimbulkan masalah kesehatan masyarakat Indonesia adalah virus hepatitis B dan C. Hepatitis akut dapat sembuh secara spontan dan membentuk kekebalan terhadap penyakit ini. Adapun hepatitis kronik adalah infeksi yang bertahan dalam darah hingga lebih dari enam bulan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam kampanye melalui situsnya menyebutkan 1,1 juta kematian per tahun akibat infeksi hepatitis B dan C; 9,4 juta orang mendapatkan pengobatan untuk infeksi virus hepatitis C; 10% penduduk didiagnosis hepatitis B kronik; 22% mendapat pengobatan; dan 42% anak secara global mendapatkan vaksin Hepatitis B saat lahir.

Dunia saat ini menghadapi wabah baru infeksi hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya yang mempengaruhi anak-anak. WHO bersama dengan para ilmuwan dan pembuat kebijakan di negara-negara yang terkena dampak bekerja untuk memahami penyebab infeksi ini yang tampaknya bukan milik salah satu dari 5 jenis virus hepatitis yang diketahui: A,B,C,D, dan E.

Wabah baru ini membawa fokus pada ribuan infeksi hepatitis virus akut yang terjadi di antara anak-anak, remaja, dan orang dewasa setiap tahun. Sebagian besar infeksi hepatitis akut menyebabkan penyakit ringan dan bahkan tidak terdeteksi, tapi dalam beberapa kasus dapat menyebabkan komplikasi dan berakibat fatal. Pada 2019 saja, diperkirakan 78 ribu kematian terjadi di seluruh dunia akibat komplikasi infeksi akut hepatitis A hingga E.

Dalam rangka peringatan HHS ke-13, Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan mengadakan serangkaian kegiatan. Sebelum puncak HHS dilaksanakan seminar dan deteksi dini hepatitis B dan C di Yogyakarta pada 13 Juli dan siaran Radio Kesehatan pada 26 Juli 2022. Pada acara puncak HHS digelar webinar dan temu media pada 28 Juli 2022.

Adapun setelah puncak HHS dilaksanakan seminar dan deteksi dini hepatitis B dan C di Kota Bandung pada 11 Agustus 2022. Dengan peringatan HHS diharapkan semakin banyak orang sadar akan pentingnya deteksi dini hepatitis dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. 

Baca versi majalah silahkan klik disini

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *