Juli 2022Resensi

Perawan Maria dan 75 Bidadari

Kumpulan cerita pendek Feby Indirani yang mengawinkan kisah realis dengan hal-hal magis yang berhubungan dengan Islam.

Bila saja kau seorang gadis di abad ke-21 yang sibuk bekerja, lalu sibuk pula membelanjakannya. Bila saja kau tak pernah menghabiskan hari-harimu di balik tembok masjid untuk bersujud dan beribadah seperi para perempuan suci. Bila namamu Maria dan tiba-tiba kau hamil tanpa pernah disentuh lelaki, apakah kau percaya keajaiban itu seperti yang dialami Siti Maryam atau Bunda Maria?

Itulah yang menimpa Maria, karyawan di sebuah perusahaan swasta yang nyambi sebagai foto model majalah pria dewasa. Artinya, dia terbiasa tampil dengan baju cenderung terbuka di depan kamera. Apa mungkin orang seperti dia mengalami mukjizat seperti Siti Maryam? Mustahil, pikirnya. Tapi, dia tengah mengalaminya dan dari hari ke hari perutnya semakin membuncit.

Maria panik. Dia memanggil Saskia, teman terdekatnya sejak sekolah menengah atas. Saskia jadi bingung atas pengakuan Maria dan menyarankan Maria mencari seorang lelaki yang mau menikahinya atau melakukan aborsi. Dua pilihan itu sama-sama tak menyenangkan. Setelah perdebatan panjang dengan Saskia, Mari memutuskan akan menjadi ibu tunggal. Dia akan mengasuh sendiri anaknya.

Bagaimana Maria menghadapi cibiran orang dan keluarganya? Bagaimana nasib bayinya? Apakah bayi itu benar-benar nabi atau ini semua cuma cerita rekaan Maria? Pembaca akan diajak untuk menimbang kembali kepercayaan kita kepada keajaiban atau mukjizat, kepada anak yang terlahir tanpa bapak, dan kepada perempuan seperti Maria melalui cerita pendek “Bukan Perawan Maria”.

Cerita Maria adalah satu dari 19 cerita pendek yang terangkum dalam buku Bukan Perawan Maria karya Feby Indirani. Buku ini “keren” sebagai “Hasil refleksi Feby Indirani di jalan sunyi, (yang) membuat saya terinspirasi siapa sosok Maria, Maryam, atau Mary,” tulis Ustaz Yusuf Daud Risin, pendiri Sophia Citra Institute PhiloSufi Centre for Interfaith and Intercultural Dialogue, Surabaya, pada mukadimah buku ini.

Ini buku pertama dari trilogi “Islamisme magis”, istilah ciptaan Feby untuk “fiksi yang berakar dari tradisi, mitologi, keseharian hidup berislam yang lekat dengan hal-hal gaib dalam dunia kaum pemercaya”. Buku kedua adalah Memburu Muhammad.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *