Juli 2022Media Utama

Puskesmas Ujung Tombak Pencegahan

Pencegahan stunting dilakukan pemerintah dengan mengandalkan puskesmas dan posyandu. Butuh peran sektor lain agar dapat lebih optimal.

Pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dan pos pelayanan terpadu (posyandu) berperan sebagai ujung tombak dalam mencegah stunting di Indonesia. Namun, tugas ini tidak dapat mereka lakukan sendiri. “Stunting tidak bisa dituntaskan oleh sektor kesehatan saja tetapi juga dari berbagai sektor. Berbagai sektor harus terlibat,” ujar Kepala Puskesmas Kaliabang Tengah, drg. Rr. Elizabeth Hendarti, kepada Mediakom, Senin, 25 Juli lalu.

Menurut Elizabeth, keterlibatan lintas sektor belum sepenuhnya terasa dalam penanganan stunting namun pihaknya tengah berupaya dengan melakukan sosialisasi ke sektor lain. Salah satu yang sudah dilakukan adalah program Grebek Stunting, yang baru digelar pada Juli ini.

Wilayah kerja Puskesmas Kaliabang Tengah meliputi 30 rukun warga (RW) dan 278 rukun tetangga (RT) dengan sekitar 100 ribu penduduk serta 44 posyandu dan 15 pos binaan terpadu (posbindu). Menurut data Aplikasi Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM), 98 anak dari keseluruhan 5.255 bayi di bawah lima tahun (balita) di wilayah ini masuk dalam kategori stunting. Mereka umumnya berusia di atas 12 bulan dan bukan termasuk golongan masyarakat miskin sehingga, kata Elizabeth, stunting mereka kemungkinan disebabkan oleh pola asuh yang tidak tepat. “Mungkin karena ibunya bekerja, kemudian yang momong, entah mbaknya atau mbahnya, tidak telaten,” ujarnya.

Program pencegahan stunting di sana dilakukan melalui posyandu balita serta penyuluhan pada kelas ibu hamil dan kelas ibu balita. Bagi anak usia enam bulan hingga dua tahun yang masuk kategori gizi kurang dan stunting akan diberikan taburia, bubuk multivitamin dan multimineral. Remaja yang duduk di bangku sekolah menengah diberikan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi dan pemberian tablet tambah darah bagi para remaja putri di 27 sekolah menengah pertama dan atas.

Puskesmas Kaliabang Tengah juga membuat program K’Lusi atau Kader Pemantau Air Susu Ibu eksklusif. Kader posyandu ditugaskan untuk memantau kesehatan para ibu, sejak sang ibu hamil hingga anaknya lahir hingga usia enam bulan. “Kader memantau setiap bulan sampai umur anak enam bulan dan nanti akan dilaporkan ke puskesmas. Akan ada sertifikat bagi yang sudah lulus ASI eksklusif enam bulan,” kata Yusmi Sartini, Amd.Gz., nutrisionis di puskesmas tersebut.

1 2 3Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *