Juli 2022Lentera

Saat Titipan Tuhan Jadi Kekuatan Seorang Ibu

Mengenali Gejala GSA Sejak Dini

Dian W. Vietara dalam webinar yang sama mengatakan GSA adalah gangguan perkembangan neurodevelopment yang sangat kompleks, secara klinis ditandai oleh 3 gejala utama, yaitu kualitas yang kurang dalam kemampuan interaksi sosial dan emosional; kualitas kurang dalam kemampuan komunikasi timbal balik; serta minat yang terbatas (restriktif), perilaku tak wajar disertai gerakan berulang tanpa tujuan, gejala sudah ada sebelum usia 3 tahun.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), GSA dapat terjadi pada 1:100 anak di dunia. GSA dapat dideteksi sejak dini, tapi sering tak dapat terdiagnosis karena kurangnya pengetahuan dan pemahaman tenaga kesehatan; stigma dari keluarga, guru, masyarakat; dan fasilitas kesehatan yang terbatas.

Kemampuan dan kebutuhan orang dengan GSA sangat bervariasi. Beberapa orang dengan GSA dapat hidup mandiri, tapi ada pula yang membutuhkan perawatan dan dukungan seumur hidup.

Upaya Bersama Penanganan Individu dengan GSA

Menurut Anita Chandra, M.Psi, psikolog anggota Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia, dalam menghadapi anak GSA, penting bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan pendidikan memiliki informasi yang benar terkait dengan gangguan dan intervensinya. Demikian pula urgensi keberadaan sistem pendukung di dalam keluarga, masyarakat, dan lingkungan pendidikan untuk tumbuh-kembang individu dengan GSA.

Berikut ini adalah upaya bersama untuk menangani individu dengan GSA:

1. Memiliki informasi yang benar terhadap individu dengan GSA terkait gangguannya


-Tidak semua anak/individu dengan autisme sama.
-Memiliki kemampuan memproses informasi berbeda, adanya perbedaan individual dalam isu sensori.
-Individu dengan autisme punya perasaan, keinginan, dan kebutuhan.
-Masih memiliki banyak potensi di balik diagnosisnya.
-Meski ada yang non-vocal, tetap bisa berkomunikasi bila dikembangkan.
-Tidak menular.
-Bila ada perilaku negatif, bukan karena sengaja ingin menyusahkan/nakal tapi karena mereka kesulitan.

2. Memiliki informasi yang benar terhadap individu dengan GSA terkait intervensinya

Harus berbasis bukti ilmiah.
-Berfokus pada isu utama dari gangguan interaksi, komunikasi, perilaku.
-Disarankan dan dipantau oleh ahli.
-Memiliki panduan program tapi disusun secara individual.
-Gunakan teknik yang tepat untuk stimulus yang memotivasi, target yang mudah dicapai, berikan bantuan sistematis, dan berikan reinforce.
-Mendapat training/coaching baik secara online maupun offline.

3. Memiliki sistem  pendukung yang ada di dalam keluarga, masyarakat, dan lingkungan pendidikan terhadap individu dengan GSA

Lingkungan rumah yang aman dan nyaman.
-Pentingnya kesehatan mental orang tua, saudara kandung dan keluarga, dalam hal ini self-care orang tua pribadi dan pasangan.
-Sistem pendidikan yang mendukung individu dengan GSA yaitu dengan pendidikan khusus dan inklusi.
-Terima dan libatkan individu dengan GSA dalam aktivitas harian, dengan memberikan pilihan dan informasi.
-Perhatikan perbedaan individual melalui suara, cahaya, gerakan, personal space, sentuhan.
-Fasilitasi area-area publik tidak hanya ramah anak, namun juga ramah pada anak berkebutuhan khusus.
-Dimengerti bukan dikasihani.
-Memberikan kesempatan dan memfasilitasi anak dengan GSA bermain dengan anak lain.
-Terus libatkan orang tua dengan GSA di dalam kegiatan sosial pertemanan.

Penanganan GSA dapat dilakukan juga dengan memanfaatkan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan buku lain tentang ABK untuk acuan skrining awal GSA. Bagi Nur, membaca buku-buku tentang ABK membuatnya lebih jernih berpikir dan melihat kenyataan secara proporsional.

“Setelah banyak membaca buku tentang anak-anak ABK, yang aku rasakan berbalik 180 derajat. Anak bungsuku itu adalah anak spesial dan anak spesial cuma diberikan kepada orang tua yang juga spesial. Anak surga. Aku bilangnya begitu,” kata Nur menutup perbincangan kami secara daring tentang autisme.

Baca versi majalah klik disini

Laman sebelumnya 1 2

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *