Agustus 2022Resensi

Kalau Guru Mengaji Kehilangan Gigi

Zelfeni Wimra memberikan warna Minang yang kental dalam kumpulan cerita pendek Ramuan Penangkal Kiamat. Cerita yang sederhana tapi kaya majas Minang.

Jumin bin Kahwaini kehilangan gigi. Akibatnya, guru mengaji di sebuah kampung itu meminta maaf karena tak lagi bisa melafazkan ayat-ayat Tuhan atau sabda-sabda nabi. Dulu dia sering tertawa dan kutbahnya memancing tawa jamaah, tetapi kini tidak lagi. Kalau pun sedang senang, dia hanya mengulum senyum.

Jamaah masjid bersimpati padanya dan diam-diam menggalang dana yang cukup untuk membelikan gigi palsu Jumin. Mereka berhasil mengumpulkan uang sebesar empat ratus lima puluh ribu rupiah. Itu jumlah yang besar untuk warga desa yang kebanyakan adalah petani. Mereka pun menyerahkan uang itu kepada Jumin. Terserah Jumin akan membeli gigi palsu yang murah atau mahal.

Namun, Jumin ternyata belum bisa tertawa lagi. Nurni, anak gadisnya yang kuliah di kota, memerlukan dana untuk membayar uang semester, yang rencananya akan ditutupi dari hasil panen cabai rawitnya. Sayangnya, cuaca tak menentu membuat telah tanaman cabainya rusak. Pilihan yang tersisa adalah memakai dana jamaah untuk pembelian gigi palsu tadi.

Dilema yang dihadapi Jumin ini membuka buku Ramuan Penangkal Kiamat karya Zelfeni Wimra melalui cerita pendek “Bila Jumin Tersenyum”. Cerita ini sederhana dan penyelesaian masalah Jumin juga tidak mengejutkan tapi bermakna. Kesederhanaan semacam itulah yang tampak dalam 19 cerita pendek dalam buku ini.

Dalam “Kopiah yang Basah”, misalnya, pengarang mengisahkan kerepotan Karim, yang bergelar Datuak Basa Marajo, dalam menangani kemenakannya. Dari gelarnya kita tahu bahwa ia adalah penghulu yang sangat dijunjung dalam adat Minangkabau. Posisinya selangkah di depan yang lain dan kebijakan adat terhadap kemenakan sepersukuan ada di pundaknya.

Namun, masalah kemenakan pula yang harus dia kini hadapi. Johan, salah satu kemenakannya, ditahan polisi karena dituduh telah membuka praktik menggugurkan kandungan dan mengakibatkan seorang pasiennya meninggal.

Johan dikenal pandai mengobati berbagai penyakit. Konon dia mampu mengolah tenaga dalam untuk pengobatan alternatif. Konon pula dia bisa mengobati impotensi hanya dengan menunjuk selangkangan seseorang.

Masalah datang ketika seorang perempuan hamil datang meminta ditulari tenaga dalam agar kuat melahirkan. Ketika Johan mencoba menggunakan tenaga dalamnya, perempuan itu malah pingsan, keguguran, dan akhirnya meninggal.

1 2 3Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *