Agustus 2022Media Utama

Mereka Tak Boleh Berlari

Tak semua orang dapat berolahraga lari. Ada kondisi kesehatan tertentu yang mencegahnya. Bagaimana bila mereka tetap ingin berolahraga?

Tampaknya semua orang dapat berolahraga lari. Namun, menurut dr. Ari Setyaningrum, Sp.K.O.., ada kondisi-kondisi tertentu, khususnya terkait kesehatan, yang menyebabkan seseorang tidak bisa menekuni lari sebagai olahraga, seperti orang yang memiliki gangguan muskuloskeletal, penderita gangguan jantung, dan orang yang masuk kategori obesitas.

Orang gangguan muskuloskeletal ketika mengalami gangguan pada bagian otot, sendi atau tulang. “Terutama kalau gangguannya ada di ekstremitas (anggota gerak bagian) bawah. Itu pasti mempengaruhi karena saat berlari, yang kita butuhkan (adalah) kekuatan ototnya, tulangnya, terutama bagian bawah, meskipun otot bagian atas juga berperan,” kata Ari kepada Mediakom pada Selasa, 16 Agustus 2022.

Menurut Sherli Shobur dkk. dalam jurnal Medikes yang dipublikasikan pada November 2019, musculoskeletal disorders (MSDs) adalah penyakit yang mempunyai gejala yang menyerang otot, syaraf, tendon, ligamen tulang sendi, tulang rawan, dan syaraf tulang belakang. Biasanya penderita penyakit ini mengeluhkan gangguan pada bagian-bagian otot lurik atau otot yang berperan sebagai penggerak rangka tubuh, mulai dari keluhan sangat ringan sampai sangat sakit. Hal ini timbul apabila otot menerima beban statis secara berulang dan dalam waktu yang lama.

Penderita gangguan jantung juga tidak boleh melakukan olahraga lari. Ari mengatakan, ketika berolahraga lari, maka salah satu organ tubuh yang menopang adalah jantung. Jika ada masalah pada organ ini, dikhawatirkan akan timbul masalah pula saat berlari. Untuk itu, lanjut Ari, dalam ilmu kedokteran olahraga dikenalkan metode pra-skrining dengan meminta peserta untuk mengisi formulir Kuesioner Kesiapan Aktivitas Fisik (PAR-Q) sebelum melakukan olahraga lari dan pemeriksaan kebugaran.

“Sebelum berolahraga agak berat, kami ada semacam tujuh pertanyaan yang bertujuan untuk melihat apakah ada gangguan penyakit jantung, paru, pembuluh darah, maupun penyakit muskuloskeletal,” kata Ari. Beberapa pertanyaan yang diajukan dalam PAR-Q di antaranya apakah Anda sering nyeri dada, apakah Anda sering pusing tiba-tiba, dan apakah dokter pernah menyatakan bahwa Anda menderita darah tinggi. Menurut Ari, jika ada satu jawaban “ya” di antara beberapa pertanyaan itu, maka mereka menyarankan agar orang tersebut memeriksakan kondisi kesehatannya ke tenaga kesehatan.

1 2 3 4Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *