September 2022Serba Serbi

Beras Singkong, Pangan Alternatif bagi Penderita Diabetes

Beras singkong dapat menggantikan peran beras. Aman dikonsumsi oleh penderita diabetes melitus.

Singkong (Manihot esculenta) adalah salah satu umbi-umbian yang dikenal masyarakat Indonesia. Namun banyak orang menganggap singkong identik dengan makanan rakyat miskin. Padahal singkong bisa menjadi pengganti beras dan aman dikonsumsi oleh penderita diabetes melitus.

Hal ini disampaikan oleh Kasma Iswari dan Srimaryati dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Barat dalam makalah berjudul “Teknologi Beras Singkong Untuk Menunjang Ketahanan Pangan”. 

Kedua peneliti menyebutkan beras dari ubi kayu mengandung karbohidrat lebih tinggi dibanding beras giling sehingga dapat menggantikan peran beras untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat dalam tubuh. Beras singkong berfungsi sebagai sumber energi dan untuk menjaga kesehatan, terutama membantu mencegah penyakit degeneratif (diabetes melitus) dan obesitas.

“Nilai indeks glikemik (IG) dari beras singkong yang dihasilkan tergolong rendah yaitu 45,” demikian disebutkan dalam makalah tersebut.

Nilai indeks glikemik memperlihatkan nilai kadar gula darah setelah mengonsumsi glukosa murni. Nilai IG glukosa murni adalah 100. Semakin tinggi angka IG, semakin cepat gula darah meningkat pascakonsumsi. Angka IG disebut rendah jika kurang dari 50, IG sedang 55-70, dan tinggi bila di atas 70.

Indeks glikemik pangan merupakan tingkatan pangan menurut efeknya terhadap kadar glukosa darah. Pangan yang menaikkan kadar glukosa darah dengan cepat memiliki IG tinggi, sebaliknya pangan dengan IG rendah akan menaikkan kadar glukosa darah dengan lambat.

Menurut kedua peneliti, dalam hasil penelitian Heather pada 2001 menunjukkan pangan dengan IG rendah dapat memperbaiki pengendalian metabolik pada penderita diabetes melitus tipe 2 dewasa. Sedangkan penelitian Miller yang dilakukan pada 1992 melaporkan studi pemberian pangan IG rendah jangka menengah pada penderita diabetes melitus dapat meningkatkan pengendalian kadar glukosa darah.

Keunggulan lain dari beras singkong adalah serat pangannya yang tinggi yaitu 7,19 persen sehingga dapat memperlambat laju pengosongan lambung dan rasa kenyang lebih lama. Singkong juga mengandung energi 567 kalori dan karbohidrat cukup tinggi yaitu mencapai 35 gram/100 gram.

Berikut adalah tabel analisis fisik dan kimia beras singkong yang dikutip dari Laboratorium Saraswanti Indo Genetech Bogor, 2013.

Parameter AnalisisHasilSatuan
Kadar Air8.41 
Kadar Abu1.19
Kadar Lemak1.24
Kadar Protein4.02
Karbohidrat79.65
Energi351.80Kkal/100g
Serat Pangan6.36 
Gula Total0.74
Pati72.63
Amilosa27.61
Amilopektin45.02
Indeks Glikemik (IG)45

Mengutip laman Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, singkong juga bisa diolah langsung dengan cara direbus maupun digoreng. Singkong dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan alternatif yang murah. Singkong juga memiliki manfaat lainya, yaitu:

1. Sumber Energi

Singkong adalah bahan makanan rendah lemak dan kolesterol, tapi tinggi kalori. Kandungan kalorinya bahkan hampir dua kali lipat dari kentang. Per 100 gram singkong mengandung sekitar 160 kalori, terutama berasal dari sukrosa yang membentuk sebagian besar gula pada umbi-umbian.

2. Sumber Serat 

Dengan kandungan serat tinggi dan rendah lemak, singkong aman dikonsumsi tanpa harus khawatir obesitas.

3. Sumber Vitamin K

Vitamin K berperan dalam membangun massa tulang dengan cara memicu aktivitas osteotropic dalam tulang. Vitamin K juga dapat membantu membatasi kerusakan saraf di otak sehingga berguna dalam pengobatan alzheimer.

4. Sumber Vitamin B Kompleks

Singkong mengandung vitamin B kompleks dan beberapa kelompok vitamin seperti riboflavin, folate, tiamin, piridoksin (vit B6), dan asam pantotenat. Riboflavin bermanfaat dalam proses pertumbuhan serta membantu proses produksi sel darah merah guna menghindari anemia.

Singkong juga mengandung vitamin B17 atau disebut amigdalin yang berfungsi membantu menghancurkan enzim penyebab kanker. Sebagai contoh, vitamin B17 yang terkandung dalam biji aprikot awalnya diaplikasikan oleh warga Australia dan Amerika Serikat sebagai alat pengobatan kanker tanpa kemoterapi.

5. Sumber Mineral

Beberapa mineral penting bagi tubuh juga terdapat pada singkong seperti seng, magnesium, tembaga, besi, dan mangan. Singkong juga memiliki kandungan kalium dalam kadar yang cukup, sekitar 271 mg per 100 gram singkong.

6. Bebas Gluten

Makanan bebas gluten aman dikonsumsi penderita penyakit celiac atau intoleransi gluten.

Tantangan

Menjadikan singkong sebagai sumber pangan alternatif tidak mudah. Menurut Kasma Iswari dan Srimaryati, singkong mudah rusak setelah dipanen sehingga harus diolah menjadi bahan pangan yang aman dan tahan lama. Singkong diolah menjadi beras buatan (artificial rice) agar dapat memperpanjang usia penyimpanannya. “Beras buatan tahan disimpan lama karena kadar airnya rendah, yaitu 4-10 persen. Kondisi tersebut dapat menghalangi pertumbuhan mikroba perusak,” demikian menurut kedua peneliti.

Beras singkong juga tidak memerlukan biaya besar dalam proses produksinya dibandingkan dengan beras buatan berbahan baku tepung singkong yang dicampur dengan tepung jagung atau tepung kedelai. Namun, menurut Kasma dan Srimaryati, pemerintah juga harus berupaya mengolah beras singkong menjadi bahan pangan yang diminati masyarakat agar tidak sepi peminat seperti beras buatan lainnya.

“Singkong perlu diolah menjadi beras buatan yang menyerupai beras padi, baik dalam hal nilai gizi, rasa, warna, tekstur, dan bentuk (butiran) sehingga masyarakat tidak enggan mengonsumsinya.”

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *