September 2022

Mengenal Jenis Pelayanan BBLK Jakarta

Selain memeriksa sampel manusia, BBLK juga memeriksa sampel dari lingkungan. Pemeriksaan kosmetik dapat menjadi layanan potensial.

Penulis: Utami Widyasih

Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Jakarta adalah badan layanan umum yang bergerak dalam pemeriksaan laboratorium milik Kementerian Kesehatan. Berdiri sejak 1972, BBLK Jakarta bertugas memberikan pelayanan berupa laboratorium klinik dan uji kesehatan, laboratorium kesehatan masyarakat, dan memberi bimbingan teknis di bidang laboratorium kesehatan.

Kepala BBLK Jakarta dr. Eka Jusup Singka mengatakan institusi yang ia pimpin menerima sampel dari masyarakat, baik untuk pemeriksaan medis maupun rumah atau lingkungannya. BBLK juga menerima sampel dari perusahaan swasta dan pemerintah untuk dicek apakah mengandung unsur kimia atau mikroba tertentu.

“Jadi pemeriksaan laboratorium milik BBLK Jakarta tidak terbatas hanya klinis atau organ spesimen yang ada di tubuh, tetapi juga bisa untuk memeriksa lingkungan, makanan dan minuman, bahkan sampai kosmetik,” kata Eka kepada Mediakom, Rabu, 28 September 2022.

BBLK Jakarta, kata Eka, adalah institusi pemerintah yang memiliki banyak kelebihan, di antaranya sumber daya manusia (SDM) dan peralatan yang mumpuni. Eka menilai posisi Kemenkes sangat strategis dan memiliki nilai jual yang sangat besar. Selain memeriksa sampel manusia, BBLK juga memeriksa sampel dari lingkungan. Muaranya untuk kesehatan masyarakat.

Layanan Uji Laboratorium  

Berikut ini layanan uji laboratorium yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan perusahaan.

A. Laboratorium klinik dan uji kesehatan, dilakukan untuk pemeriksaan laboratorium: 

-Penyakit tidak menular seperti gula darah, kolesterol, petanda tumor, fungsi ginjal, hormon tiroid;

-Penyakit menular seperti M. tuberkulosis, hepatitis, campak dan rubela, HIV,  sifilis, demam berdarah dengue, demam tifoid, malaria;

-Penyakit emerging dan new emerging seperti SARS-Cov-2, avian influenza.

B. Laboratorium kesehatan masyarakat, dilakukan untuk pemeriksaan laboratorium faktor risiko kesehatan seperti: 

-Uji kualitas air;

-Uji kualitas udara di lingkungan kerja (rumah sakit dan perkantoran);

-Uji keamanan pangan;

-Uji limbah cair;

-Uji biomarker (logam berat pada tubuh manusia);

-Uji validitas reagen rapid diagnostic test (RDT);

-Dukungan terhadap survei atau penelitian berbasis laboratorium.

Eka mengatakan ada beberapa layanan unggulan yang dimiliki BBLK, yaitu:

-Pemeriksaan lab PCR COVID-19;

-Pemeriksaan lab kultur tuberkulosis dan uji resistensi anti tuberkulosis, kultur bakteri dan uji resistensi mikroba;

-Pemeriksaan biomarker logam berat pada tubuh manusia, seperti merkuri, timbal, arsen, kadmium, dan krom;

-Uji merkuri pada kosmetik;

-Uji lab alat kesehatan dan perbekalan rumah tangga.

Eka mengakui pemeriksaan kosmetik dapat menjadi layanan potensial. Meskipun kewenangannya berada di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), masyarakat juga bisa melaksanakan aktivitas pengecekan kosmetiknya di BBLK Jakarta. 

“Masyarakat memiliki hak untuk mengetahui kandungan kosmetik yang digunakan apakah sudah memenuhi syarat kesehatan. Masyarakat berhak mengetahui kandungan makanan dan minuman yang dikonsumsinya, salah satunya melalui pemeriksaan di BBLK,” ujar dia.

Eka juga mendorong semua unsur memanfaatkan pelayanan yang ditawarkan BBLK Jakarta karena biaya yang ditawarkan cukup terjangkau.

Pengguna BBLK Jakarta

BBLK Jakarta juga mengontrol kualitas makanan untuk masyarakat sesuai dengan permintaan klien seperti di rumah sakit untuk menilai apakah makanannya sudah masuk kategori laik sehat.

Eka menuturkan saat ini pengguna BBLK Jakarta berasal dari rumah sakit swasta dan pemerintah, perusahaan, unit usaha (hotel, restoran, rumah makan, dan lain-lain), dinas kesehatan, masyarakat umum, puskesmas, program penyakit menular, dan lain-lain. Salah satu klien besar BBLK yang telah menjadi langganan adalah restoran cepat saji ternama yang menjual ayam goreng.

“Biasanya permintaan dari resto tersebut ke BBLK Jakarta untuk menjaga mutu produksinya,” tutur Eka.

Selain menerima sampel, BBLK Jakarta juga turun ke lapangan untuk mengambil sampel. BBLK memiliki tiga tim yang terjun ke lapangan untuk pengambilan sampel. Selama ini BBLK jarang menemukan kasus yang parah ketika memeriksa sampel makanan dan air.

“Biasanya (pada makanan dan minuman) bakteri seperti E. coli banyak ditemukan. Hal tersebut kemungkinan berasal dari kuman di makanan atau air. Sementara pada pemeriksaan kimiawi, kandungan yang kerap ditemukan adalah zat pengawet dan pemanis buatan,” kata Eka.

Tugas Pembinaan Laboratorium 

Selain melakukan uji laboratorium, BBLK memiliki tugas pelayanan laboratorium klinik, uji kesehatan dan laboratorium kesehatan masyarakat, serta bimbingan teknis di bidang laboratorium kesehatan. Jumlah laboratorium binaan BBLK meliputi semua laboratorium baik yang terintegrasi milik pemerintah maupun swasta di wilayah kerjanya.

Sampai Agustus 2022, terdapat 4.613 laboratorium kesehatan, 62 persennya sudah terakreditasi. BBLK Jakarta terus melakukan pembinaan agar semua laboratorium di wilayah kerjanya memenuhi standar mutu dalam pelayanan.

Penulis Utami Widyasih

Utami Widyasih

Abdi Negara, Ibu satu anak, Gemar memasak

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *