Kilas InternasionalNovember 2022

40 Juta Anak di Dunia Terancam Campak

WHO dan CDC memperingatkan bahwa jutaan anak terancam penyakit campak karena tidak mendapat vaksin campak di masa pandemi COVID-19.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyoroti rendahnya cakupan vaksinasi wajib bagi anak sejak terjadinya pandemi COVID-19. Salah satu yang menjadi perhatian WHO adalah vaksinasi campak, yang cakupannya terus mengalami penurunan sejak pandemi.

Dalam penelitian yang dilakukan WHO bersama Pusat Pengendalian Penyakit Amerika (CDC) diketahui bahwa di tahun 2021 tercatat hampir 40 juta anak tidak mendapatkan vaksin campak. Sebanyak 25 juta anak melewatkan dosis pertama dan tambahan. Adapun 14,7 juta anak melewatkan dosis kedua. Penurunan cakupan vaksinasi ini dinilai dapat membuat jutaan anak rentan terhadap infeksi campak.

“Paradoks pandemi ini adalah bahwa sementara vaksin melawan COVID-19 dikembangkan dalam waktu singkat dan digunakan dalam kampanye vaksinasi terbesar dalam sejarah, program imunisasi rutin malah sangat terganggu dan jutaan anak melewatkan vaksinasi yang dapat menyelamatkan jiwa dari penyakit mematikan seperti campak,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam rilis WHO pada Rabu, 23 November lalu.

Berdasarkan data WHO, pada tahun 2021, hampir 61 juta dosis vaksin campak ditunda atau terlewat karena terkait COVID-19 dalam kampanye imunisasi di 18 negara. Di tahun yang sama, diperkirakan 9 juta kasus dan 128 ribu kematian akibat campak terjadi di seluruh dunia dan 22 negara mengalami wabah besar dan mengganggu.

Tedros mengimbau agar negara-negara di dunia kembali melaksanakan program imunisasi wajib kepada anak-anak agar mereka dapat terhindar dari risiko terjangkit penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. “Mengembalikan program imunisasi ke jalurnya sangatlah penting. Di balik setiap statistik dalam laporan ini ada seorang anak yang berisiko terkena penyakit yang dapat dicegah,” sebut dia.

1 2 3Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *