Oktober 2022Serba Serbi

Batik, Seni Budaya Indonesia yang Terkenal di Dunia

Batik tidak sekadar selembar kain yang diberi warna, tetapi memiliki nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.

Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) menetapkan batik sebagai warisan budaya tak benda kemanusiaan (intangible cultural heritage)milik bangsa Indonesia pada 2 Oktober 2009. Untuk mengingat momentum itu, Indonesia menjadikan 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional. 

Iskandar dalam artikel jurnal berjudul “Batik Sebagai Identitas Kultural Bangsa Indonesia di  Era Globalisasi”  (2017) menceritakan pengalaman saat pemerintah Indonesia mempromosikan batik di acara internasional yang diliput oleh media asing dan menjadi trending berita di dunia. Di masa pemerintahan Soeharto pada 1994, Indonesia menjadi tuan rumah konferensi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC). Ada 18 pemimpin dari berbagai negara maju yang hadir di Istana Bogor seperti Presiden Amerika Serikat Bill Clinton, Perdana Menteri Kanada, Jepang. Mereka didaulat memakai baju batik yang didesain khusus oleh perancang busana kondang Iwan Tirta.

Saat itu ada sesi foto bersama dan hasil fotonya dimuat oleh wartawan asing dan menjadi Kepala berita (headline) surat kabar internasional.  Saat itulah batik mulai dikenal masyarakat internasional.

Batik tidak sekadar selembar kain yang diberi warna, tetapi memiliki nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Setiap garis, goresan, lingkaran, dan tinta yang menempel pada kain tersebut mempunyai makna yang dalam. Batik adalah warisan nenek moyang bangsa Indonesia yang sejak dulu memiliki budaya dan peradaban tinggi.

Dodi Mawardi dalam bukunya Batik Menjadi Warisan Dunia (2021) menjelaskan arti kata batik. Secara etimologi, kata batik berasal dari bahasa Jawa yang artinya ambhatik. Amba artinya lebar, luas, kain. Sedangkan titik atau matik adalah kata kerja yang berarti titik. Hal ini menggambarkan kondisi ketika saat orang membatik di atas kain menggunakan canting yang ujungnya kecil terlihat seperti orang yang sedang menulis titik-titik.

Mengutip sejarah batik Indonesia dalam buku Teguh Prayitno berjudul Mengenal Produk Nasional Batik dan Tenun (2010), batik pertama kali diperkenalkan oleh nenek moyang kita di abad XIII. Awalnya, batik dilukis di atas daun lontar dan dibuat dengan motif binatang dan tanaman, tetapi kemudian berkembang menjadi motif abstrak yang menyerupai wayang, relief candi, dan sebagainya. Akhirnya, seni batik berkembang  sesuai dengan budaya dan tradisi masing-masing daerah. 

Menurut Prayitno, perjalanan batik mengikuti perkembangan kerajaan, dari kerajaan Majapahit, Mataram, Solo, hingga Yogyakarta. Awalnya, batik merupakan seni lukis di atas kain yang dipakai oleh raja dan pengikutnya. Kemudian kesenian batik berkembang ke luar keraton dan dikerjakan oleh rakyat biasa. Saat itu kain batik yang digunakan adalah hasil tenunan sendiri dan bahan pewarnanya berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti pohon mengkudu, soga, nila, dan lain-lain.

Pada abad XVIII, para seniman batik di Jawa mulai maju. Mereka berhasil menemukan bahan pembuat warna batik alami. Mereka menemukan zat pewarna tumbuhan seperti Morinda citrifolia (mengkudu) yang dapat menghasilkan warna merah, Curcuma domestica (kunyit) yang dapat menghasilkan warna kuning, dan bahan pewarna lain yang menggunakan campuran dari warna yang telah ada.

Pada abad XIX, pembuatan batik semakin maju dengan ditemukannya metode membatik menggunakan cap. Dengan ditemukan metode cap ini, banyak muncul industri batik kecil yang mampu memproduksi batik dalam jumlah banyak. Permintaan pasar dapat dipenuhi oleh para pembatik lokal dengan harga terjangkau. 

Batik adalah budaya luhur bangsa Indonesia yang memiliki keindahan warna dan motif dengan filosofi kehidupan. Setiap daerah memiliki jenis dan motif batik tradisional yang menjadi kesenian nasional Indonesia. Berikut ini sepuluh motif batik paling populer dari berbagai daerah di Indonesia yang dilansir dari situs web Perpustakaan Universitas Brawijaya www.lib.ub.ac.id:

1. Batik Sogan (Solo)

Ini adalah jenis batik klasik. Batik sogan identik dengan keraton Jawa yaitu Yogya dan Solo. Biasanya sogan Yogya dominan warna cokelat tua kehitaman dan putih, sedangkan sogan Solo berwarna cokelat-oranye dan cokelat.

2. Batik Gentongan (Madura)

Dari sekian banyak motif batik Madura, yang terkenal adalah gentongan. Motif gentongan menampilkan bentuk abstrak sederhana, tanaman, atau kombinasi keduanya dengan warna terang seperti merah, hijau, kuning, atau ungu.

3. Batik Mega Mendung (Cirebon)

Motif batik mega mendung cukup sederhana tetapi memberi kesan mewah. Dengan motif awan di langit cerah, batik ini cocok dipakai orang tua maupun anak muda.

4. Batik Kraton (Yogyakarta)

Batik kraton melambangkan kearifan, kebijaksanaan, dan karisma raja-raja Jawa. Ciri motifnya adalah bunga yang simetris atau gaya burung. Motif ini paling banyak dipakai oleh orang Indonesia dan asing.

5. Batik Simbut (Banten)

Motif batik ini berbentuk daun talas. Motifnya sederhana, hanya menyusun dan merapikan satu jenis motif. Berasal dari suku Badui, batik ini dikenal dengan batik Banten.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *