Info SehatOktober 2022

Ketika Kuku Tumbuh Salah Arah

Cantengan atau infeksi karena kuku yang tumbuh ke dalam kulit lazim terjadi. Apa dampaknya dan bagaimana mencegahnya?

Khalil Gibran beberapa kali mengalami cantengan, yakni infeksi jaringan yang berdekatan dengan kuku karena kuku tumbuh ke dalam. Pria 34 tahun itu pernah mengalami cantengan di dua jempol kaki di kanan dan kiri bergantian. Terakhir dia cantengan sebulan yang lalu. Jempol kuku kaki kanannya membengkak tapi tidak sampai mengeluarkan nanah. “Biasanya saya cantengan karena saya memotong kuku kaki terlalu pendek”, katanya kepada Mediakom pada Kamis, 29 September lalu.

Gibran biasa mengobati cantengan itu cairan antiseptik dari supermarket dekat rumahnya. Dia tidak pernah ke dokter untuk memeriksakannya. “Nanti diobati sendiri, dua atau tiga hari juga sembuh,” ujarnya. Untuk mencegah hal ini terulang, Gibran rajin memotong kukunya bila sudah panjang.

Cantengan atau kelurut adalah istilah dalam bahasa Jawa yang artinya sakit pada kuku jari yang bengkak dan mengeluarkan nanah. Dr. I.G.A.A. Dwi Karmila, Sp.K.K.(K.) dari RSUP Sanglah, Denpasar membahas cantengan pada kaki pada 2022 di situs web Kementerian Kesehatan. Menurut Dwi, cantengan adalah pertumbuhan kuku ke dalam kulit, yang disebut juga onikokriptosis.

E. J. Mayeaux, Jr. dkk dalam artikelnya, “Ingrown Toenail Management” (2019) yang dilansir jurnal American Family Physician, menjelaskan bahwa cantengan menyumbang sekitar 20 persen permasalahan kuku yang sering dikeluhkan ke dokter. Hal ini terjadi ketika kulit di sekitar lipatan kuku bagian luar mengalami trauma oleh lempeng kuku yang berdekatan sehingga mengakibatkan reaksi pembengkakan karena benda asing. Kondisi ini menyebabkan lesi yang menyakitkan, mengeluarkan cairan, berbau busuk, dan pembengkakan pada lipatan kuku.

Menurut Dwi Karmila, gejala awal terjadinya cantengan adalah timbulnya rasa sakit dan kemerahan yang diikuti dengan pembengkakan pada jari kaki di sekitar kuku dan adanya cairan atau nanah yang keluar. Jari kaki terasa hangat atau panas dan terasa nyeri saat menggunakan sepatu atau kaus kaki. Cantengan dapat mengakibatkan komplikasi berupa infeksi pada lipatan kuku yang disebabkan oleh jamur atau bakteri. Cantengan juga dapat menyebabkan selulitis (infeksi kulit yang luas pada daerah sekitar kuku) dan osteomielitis (infeksi tulang di daerah sekitar kuku). Bahkan, pada penderita kencing manis, cantengan dapat menyebabkan amputasi atau infeksi yang mengancam jiwa.

Menurut Mayeaux dkk., sebagian penderita cantengan adalah pria muda. Faktor risiko terjadinya cantengan di antaranya adalah cara memotong kuku yang tidak tepat, trauma jari kaki yang berulang (misalnya berlari dan menendang), cedera kuku yang tidak disengaja, memakai alas kaki yang ketat, dan adanya infeksi jamur pada kuku yang terjadi sebelumnya.

Adapun Dwi Karmila menyatakan bahwa yang paling berisiko terhadap terjadinya cantengan adalah usia remaja. Hal ini dikarenakan remaja mengalami peningkatan keringat yang menyebabkan lipatan kuku menjadi lunak sehingga pertumbuhan ujung luar kuku dapat menembus lipatan kulit kuku. Walaupun begitu, cantengan juga bisa terjadi pada orang tua. Biasanya cantengan yang terjadi pada orang tua dikarenakan berkurangnya kemampuan untuk merawat kuku akibat berkurangnya mobilitas atau gangguan penglihatan. Selain itu, di masa tua terjadi proses penuaan alami yang menyebabkan kuku kaki menebal yang membuat kuku lebih sulit untuk dipotong dan lebih cenderung memberikan tekanan pada kulit sekitar kuku sehingga seringkali kuku tumbuh ke dalam dan menyebabkan infeksi.

Untuk pengobatannya, Mayeaux dkk. menjelaskan bahwa cantengan dengan kondisi ringan dan sedang dapat menggunakan pengobatan nonbedah, sedangkan pada kasus kuku tumbuh ke dalam dengan derajat sedang dan parah memerlukan pendekatan bedah. Adapun dr. Daniel Ardian S., Sp.B. dan dr. Sandy Theresia dalam bukunya, Keterampilan Bedah Sederhana di Fasilitas Layanan Primer (2021), mengatakan bahwa pengobatan cantengan dapat dilakukan dengan bedah sederhana. Pada tahap awal, dilakukan pemotongan bagian tepi kuku yang menancap di kulit. Tapi, keberhasilan operasi ini tergantung pada bentuk lempeng kuku, ukuran spikula (duri tajam), tingkat infeksi, dan jumlah jaringan granulasi, jaringan yang terbentuk dari bekuan darah sebagai bagian dari proses penyembuhan luka. Dalam kasus yang lebih parah atau berulang, pencabutan sebagian atau seluruh lempeng kuku dapat dilakukan.

Untuk mencegah terjadinya cantengan, Dwi Karmila menyarankan agar kita menggunakan alas kaki yang cukup longgar sehingga jari-jari tidak saling berimpitan saat berjalan. Guntinglah kuku agar tidak terlalu pendek dan gunakan pemotong kuku yang bersih dan tajam. Jagalah kaki agar tetap bersih dan kering. Khusus bagi penderita diabetes, mereka harus menjalani pemeriksaan kaki dan perawatan kuku secara rutin. M

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *