Kilas InternasionalOktober 2022

Wabah Ebola Berulang di Uganda

Wabah ebola kembali melanda Uganda untuk kesekian kalinya. WHO telah memulai pengembang kandidat vaksinnya

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan terjadinya wabah virus ebola di Uganda pada Jumat, 28 Oktober lalu. Menurut WHO, penyakit yang disebabkan oleh virus ebola Sudan (SUDV) ini pertama kali dikonfirmasi pada 19 September lalu di sebuah desa di Madudu, Distrik Mubende, Uganda Tengah.

Kasus pertama adalah lelaki 24 tahun yang mengalami demam tinggi, diare, sakit perut, dan muntah darah sejak 11 September 2022. Sampel diambil pada 18 September dan uji laboratorium memastikan pasien terkena penyakit ebola pada 19 September. Pasien meninggal pada hari yang sama setelah lima hari dirawat di rumah sakit.

Pad 15 Oktober, Presiden Uganda Yoweri Museveni mengumumkan wilayah Mubende dan Kassanda yang dilanda wabah dikarantina selama 21 hari. Jam malam, penutupan tempat ibadah dan hiburan, serta pembatasan mobilitas masuk dan keluar wilayah diterapkan di kedua daerah tersebut. Seminggu kemudian, Kementerian Kesehatan menerapkan pembatasan mobilitas bagi orang-orang yang kontak dengan pasien ebola selama 21 hari.

WHO mencatat hingga 26 Oktober telah ditemukan 115 kasus yang terkonfirmasi dan 21 kasus kemungkinan (probable), termasuk 32 kasus kematian dan 21 kematian yang kemungkinan karena terjangkit penyakit serupa. Selain itu, 15 kasus, termasuk empat yang meninggal, di antaranya adalah para tenaga kesehatan.

Otoritas kesehatan Uganda juga memantau 1.844 kontak di sembilan distrik. Secara keseluruhan 3.166 kontak telah didaftar sejak awal wabah dan 1.194 (37,7 persen) telah dipantau selama periode 21 hari.

WHO menyatakan, Uganda memiliki pengalaman dalam menanggapi wabah virus ebola Zaire dan SUDV. Pemerintah setempat dinilai telah melakukan tindakan yang diperlukan dengan cepat. “Wabah saat ini adalah wabah pertama SUDV di Uganda sejak 2012. Dengan tidak adanya vaksin dan terapi berlisensi untuk pencegahan dan pengobatan penyakit ini, risiko potensi dampak kesehatan masyarakat yang serius menjadi tinggi,” kata organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa itu.

WHO telah memulai konsultasi dengan para pengembang vaksin untuk mengidentifikasi kandidat vaksin untuk SUDV yang dapat diuji dalam studi klinis acak di Uganda. Ada tiga kandidat vaksin yang dipertimbangkan, yakni cAd3, cAdOX1, dan rVSV SUDV GP. Protokol uji klinisnya sedang ditinjau oleh komite etik dan peraturan di Uganda.

Departemen Kesehatan Negara Bagian California, Amerika Serikat menyebutkan ciri-ciri orang yang terjangkit virus ebola Sudan ini memiliki kesamaan dengan virus ebola pada umumnya. Pasien memiliki tanda dan gejala seperti demam, sakit kepala parah, nyeri otot, kelelahan, muntah, diare, sakit perut, dan perdarahan yang tidak dapat dijelaskan.

Penyakit virus ebola Sudan adalah penyakit parah, seringkali fatal bagi manusia. Virus ebola Sudan pertama kali dilaporkan di Sudan selatan pada Juni 1976. Sejak itu, virus tersebut muncul secara berkala dan hingga saat ini telah dilaporkan tujuh wabah terjadi—empat di Uganda dan tiga di Sudan. Wabah ebola terjadi di Uganda pada 2019 karena virus ebola Zaire, yang berasal dari Republik Demokratik Kongo. Wabah terakhir di Uganda karena SUDV terjadi pada 2012.

Menurut WHO, saat ini sedang dikembangkan daftar periksa untuk kesiapan masyarakat dalam mendukung deteksi dini dan ketahanan lokal. Hal ini dilakukan melalui peningkatan pengawasan berbasis masyarakat dan tindakan kesiapan di daerah perbatasan dan masyarakat di negara-negara tetangga Uganda. M

Wabah Ebola Sejak 2000

TahunNegaraVirusKasusKematian
2022UgandaSudan136* 53*
2021GuineaZaire2312
2021RD KongoZaire2312
2020RD KongoZaire13055
2018-2020RD KongoZaire3.4812.299
2018RD KongoZaire 54 33 
2017RD KongoZaire 
2015ItaliaZaire10
2014SpanyolZaire10
2014InggrisZaire10
2014Amerika SerikatZaire41
2014SenegalZaire10
2014MaliZaire86
2014NigeriaZaire208
2014-2016Sierra LeoneZaire14.124*3.956*
2014-2016LiberiaZaire10.675*4.809*
2014-2016GuineaZaire3.811*2.543*
2014RD Kongo Zaire6949
2012RD KongoBundibugyo5729
2012UgandaSudan74
2012UgandaSudan2417
2011UgandaSudan11
2008RD KongoZaire3214
2007UgandaBundibugyo14937
2007RD Kongo (dulu Zaire)Zaire264187
2005KongoZaire1210
2004SudanSudan177
2003KongoZaire3529
2003KongoZaire143128
2001-2002KongoZaire5944
2001-2002GabonZaire6553
2000UgandaSudan425224

Catatan: *) termasuk kasus probable, suspek, dan terkonfirmasi.

Sumber: WHO, CDC

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *