Desember 2022Media Utama

Healing Bukan Sekadar Travelling

Orang dapat melakukan “healing” untuk menyembuhkan diri secara mandiri. Healing bukan sebatas jalan-jalan atau menonton film.

Munculnya fenomena “healing” yang akhir-akhir ini sering diungkapkan oleh berbagai kalangan dinilai sebagai bentuk kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan jiwa dalam menjaga kondisi tubuh. Hal ini diungkapkan oleh pelaksana tugas Direktur Utama Rumah Sakit Dr. Marzoeki Mahdi Bogor, Dr. dr. Fidiansjah, Sp.K.J., M.P.H.. Pria yang akrab disapa Fidi ini mengatakan tubuh manusia tidak selalu dalam keadaan prima. Ada kondisi-kondisi yang membuat tubuh mengalami penurunan imunitas.

“Tanda-tanda awal ini menunjukan dia perlu mendapatkan bantuan. Nah, bantuan itu yang kemudian mereka bilang ‘saya perlu healing’ yang ditandai dengan sebuah tanda yang tidak selalu harus dalam jatuh (sakit) yang sudah dikatakan kategori diagnosis,” kata Fidi ketika ditemui Mediakom pada Rabu, 7 Desember lalu.

Fidi mengatakan, healing dapat diartikan sebagai penyembuhan tapi dalam hal ini berbeda dengan treatment atau pengobatan karena healing tidak membutuhkan bantuan profesional untuk melakukannya. Treatment, kata Fidi, lebih kepada langkah-langkah yang sudah terstruktur dengan orang-orang profesional yang sudah mendapatkan sertifikasi, sementara healing diberikan bantuan oleh orang yang tidak harus  profesional tapi justru bisa dilakukan sendiri.  Fidi menambahkan bahwa ketika treatment dilakukan, maka otomatis proses healing juga dilakukan karena area treatment itu tidak pernah terlepaskan dari upaya mengajarkan setiap orang untuk bisa menyembuhkan diri secara mandiri.

Direktur Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan, drg. R. Vensya Sitohang, M.Epid., mengatakan ada anggapan di masyarakat yang harus diluruskan mengenai pemahaman soal healing. Selama ini healing diartikan sebagai jalan-jalan, padahal makna sebenarnya adalah penyembuhan. Menurut Vensya, istilah healing dapat juga diartikan sebagai self care atau peduli diri karena dengan melakukan hal tersebut seseorang bisa memelihara dan menjaga daya tahan kesehatan jiwanya. “Self care itu dapat dilakukan secara mandiri sebenarnya atau bisa juga berkelompok sesuai dengan karakter individu tersebut. Karena ada individu yang memiliki karakter suka curhat, tidak bisa menyelesaikan sendiri, ada seperti itu. Makanya yang ada lewat peer group, katanya.

1 2 3Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *