Desember 2022Peristiwa

Kemenkes Tetapkan Bantuan Biaya Hidup Dokter Internsip

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan terima kasih atas masukan dari sejumlah pihak perihal bantuan biaya hidup (BBH) dokter dan dokter gigi internsip. Aspirasi tersebut ditindaklanjuti Menkes dengan mengumumkan kebijakan mengenai besaran bantuan biaya hidup dokter internsip di Indonesia yang mulai berlaku pada 2023.

“Sudah menjadi tugas kami di pemerintahan untuk menyerap masukan dan aspirasi dari masyarakat termasuk para dokter dan dokter gigi sebagai pemberi layanan masyarakat,” ujar Menkes seperti dikutip dari rilis Kemenkes pada 15 Desember 2022.

BBH selama melaksanakan Program Internsip Dokter dan Dokter Gigi disesuaikan berdasarkan 6 kategori daerah:

  • Kategori pertama adalah Daerah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK) dengan nominal Rp 6.499.575.
  • Kategori kedua adalah Maluku, NTT, dan Papua (di luar DTPK) dengan nominal Rp 3.999.574.
  • Kategori ketiga adalah Kalimantan dan Sulawesi (di luar DTPK) dengan nominal Rp 3.727.034.
  • Kategori keempat adalah Sumatera dan NTB (di luar ibu kota provinsi dan DTPK) dengan nominal Rp 3.498.800.
  • Kategori kelima adalah ibu kota provinsi di Sumatera dan NTB dengan nominal Rp 3.241.200.
  • Kategori keenam adalah Jawa dan Bali dengan nominal Rp 3.241.200

“BBH di daerah DTPK diberikan lebih tinggi, dengan harapan dapat mendorong calon peserta internsip untuk mau memilih wahana di daerah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan,” kata Menkes.

Pada 4 April 2016, Kemenkes telah menerbitkan Keputusan Nomor: HK.02.02/MENKES/243/2016 tentang Biaya Hidup Dokter Internsip dan Honor Dokter Pendamping Program Internsip Dokter Indonesia. Menurut keputusan itu, BBH dokter internship dibagi ke dalam dua kelompok berdasarkan zona wilayah yakni wilayah Sumatera, Jawa, Bali, NTB mendapat BBH bersih Rp 3.150.000 dan wilayah Kalimantan, NTT, Sulawesi, Maluku, Papua akan menerima Rp 3.622.500.

Adapun untuk penempatan 2023, para dokter dan dokter gigi internsip sudah harus menggunakan Sistem Informasi Program Internsip Dokter dan Dokter Gigi Indonesia (SIMPIDI 2.0), yakni platform atau situs yang digunakan dalam melaksanakan proses internsip dokter dan dokter gigi mulai dari pendaftaran sampai evaluasi program. Para peserta internsip juga akan mendapatkan wahana melalui mekanisme prioritas dan mekanisme reguler, di mana mekanisme reguler terdapat 3 pilihan penempatan wahana di lokal, regional dan nasional, sebagai berikut:


• Untuk internsip dengan nilai baik boleh memilih di daerah DTPK tanpa melalui sistem SIMPIDI atau penerimaan langsung.

• Tahap lokal ditujukan bagi calon peserta yang ingin mendapatkan wahana dekat dengan domisili sesuai Kartu Keluarga (KK).

• Tahap regional ditujukan bagi calon peserta yang ingin mendapatkan wahana di provinsi lain di luar domisili berdasarkan KK, berdasarkan regional yang sudah ditetapkan.

• Tahap nasional ditujukan bagi calon peserta yang ingin mendapatkan wahana pada provinsi selain pada tahap lokal dan regional.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *