Januari 2023Potret

KKP Kelas I Denpasar Menjawab Tantangan di Masa Pandemi

Di masa pandemi COVID-19, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Denpasar menjadi garda terdepan ketika pintu-pintu kedatangan mulai dibuka.

Setelah mati suri selama lebih dari 2 tahun akibat COVID-19, pantai-pantai di Bali kembali dipenuhi wisatawan. Senyum para pedagang cendera mata mulai terlihat. Destinasi wisata Bali kembali bangkit. Bali tak hanya menjadi pilihan warga lokal untuk berlibur, turis mancanegara pun seperti tak pernah bosan datang ke Pulau Dewata.

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, yang semula nampak sepi, sudah mulai dipenuhi pelancong. Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Denpasar pun menjadi garda terdepan ketika pintu-pintu kedatangan mulai dibuka untuk turis mancanegara.

Dalam perhelatan G20 di Bali, misalnya, acara besar pertama di masa pandemi COVID-19, tercatat lebih dari 20 ribu delegasi hadir. Muncul kekhawatiran akan munculnya penularan COVID-19 selama acara. Untuk mengantisipasinya, KKP Kelas I Denpasar telah mempersiapkan berbagai pencegahan, mulai dari alur kedatangan delegasi yang terpisah dari turis asing.

“Mengacu pada SE Nomor 25, saat itu sudah diwajibkan untuk pengecekan dokumen vaksin. Tapi khusus untuk delegasi, kami bekerja sama dengan Angkasa Pura untuk menyediakan jalur khusus G20. Sementara untuk pelaku perjalanan luar negeri lain yang umum, mereka punya jalur khusus,” kata Kepala KKP Kelas I Denpasar, Dr. Anak Agung Ngurah Kusumajaya, S.P., M.P.H.

Para delegasi dicek suhu tubuhnya dan harus memenuhi vaksin lengkap yang berlaku di negaranya dan jenis vaksin yang digunakan. Dokumen vaksin diperiksa sedetail mungkin. Para delegasi menjalani tes antigen di hotel masing-masing. KKP menyediakan antigen untuk self-test 4.600-an kit.

KKP juga terlibat dalam pengecekkan hewan atau vektor di hotel-hotel seperti keberadaan tikus, nyamuk, kecoa, yang berpotensi menyebabkan penyakit, termasuk di daerah Tahura, area mangrove.

Dengan persiapan yang komprehensif pun kasus positif COVID-19 masih ditemukan pada peserta G20. “Ada beberapa delegasi positif seperti Perdana Menteri Kamboja, yang langsung minta pamit setelah tahu PCR-nya positif.”

Alur pengecekan dokumen kesehatan di Bandara Internasional Ngurah Rai juga berjalan lancar, sehingga dinobatkan menjadi bandara sehat pertama. Banyak tempat pengolahan makanan yang mendapatkan sertifikat kelayakan dari KKP.

KKP juga menjadi garda terdepan di pintu masuk pelabuhan, dengan menerbitkan sertifikat kelayakan kepada kapal yang masuk. Jauh sebelum perhelatan G20, KKP berusaha semaksimal mungkin untuk mencegah tangkal penyakit yang mungkin dibawa oleh penumpang.

KKP Kelas I Denpasar sigap menjaga pintu-pintu kedatangan negara. Pencabutan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh Joko Widodo di tengah momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023 dengan harapan aktivitas berbagai sektor, termasuk pariwisata, pulih kembali. Di sisi lain, ini menjadi perhatian khusus pemangku kepentingan untuk menjaga kesehatan para pelaku perjalanan agar peningkatan kasus COVID-19 yang biasa mengikuti momen liburan bisa teratasi.

Pada saat pandemi COVID-19 mengganas di Indonesia, segala sektor runtuh, KKP Kelas I Denpasar tetap berjaga, menyediakan standar pengecekan COVID-19 sampai penyediaan alur seperti ditemukannya penumpang yang terkonfirmasi positif COVID-19 dengan berbagai tingkat gejala. Namun, dengan dicabutnya PPKM di tengah pandemi yang belum usai, kerja sama tentu diperlukan dari berbagai pihak.

Para pelancong pun diharapkan bisa mematuhi aturan yang sudah diberlakukan seperti kelengkapan dosis vaksin dengan sertifikat, protokol kesehatan COVID-19 seperti menggunakan masker di area tertutup dan ramai, mencuci tangan, dan menjaga jarak perlu tetap dilakukan agar terjaga dan terlindungi dari virus corona. KKP juga menginginkan pariwisata Bali bangkit tetapi bersamaan dengan menjaga kesehatan berbagai pihak agar perjalanan bukan hanya menyenangkan tapi juga bisa berkesan.

KKP Kelas I Denpasar berharap Standard Health Quarantine di Indonesia bisa sejajar dengan negara-negara maju. Sebagai penjaga terdepan pintu masuk negara wilayah Bali, KKP Kelas I Denpasar memiliki Alur Pelayanan Terpadu dari verifikasi data terkait hingga penerbitan sertifikat izin karantina, sertifikat sanitasi kapal, buku kesehatan kapal, dan lain-lain.

Kesiapsiagaan Hadapi Nataru 2023

Menjelang 2023, situasi penularan COVID-19 mulai melandai. Bali yang merupakan salah satu destinasi wisata favorit kembali dipadati pengunjung, baik domestik maupun internasional. Sebelumnya, pemerintah menyampaikan tidak ada pembatasan dalam merayakan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023, tetapi semua sektor perlu siap siaga.

KKP Kelas I Denpasar turut terlibat dalam menyukseskan kesiapsiagaan menghadapi Nataru. Anak Agung Ngurah Kusumajaya mengatakan pihaknya terlibat dalam mendukung pelayanan Posko Nataru. Kesiapan lainnya adalah melakukan pengawasan dan pengendalian kesehatan di tempat-tempat umum, sanitasi lingkungan, serta pengawasan vektor di seputar area bandara agar pelaku perjalanan terhindar dari faktor risiko kesehatan.

Posko Nataru 2023 mulai dibuka pada 19 Desember 2022 yang difokuskan pada kemampuan kapasitas untuk cegah, tangkal, dan respons. Koordinasi dan kolaborasi telah dilakukan bersama lintas sektor, sehingga pelayanan di momen Nataru berjalan dengan baik. “Kesiapan kami terkait dengan pelaksanaan Posko Nataru 2023, kami telah melakukan koordinasi, kolaborasi, komunikasi dengan komunitas di bandara,” kata I Made Arta, SKM., M. Kes selaku Penanggung jawab KKP Kelas 1 Denpasar wilayah Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali.

KKP terlibat dalam Posko Nataru di sejumlah titik yaitu Bandara I Gusti Ngurah Rai dan wilayah kerja Pelabuhan Benoa, Celukan Bawang, Gilimanuk, dan Padang Bai.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *