Januari 2023Peristiwa

Menkes Mengungkap Capaian Kemenkes pada 2022

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap capaian Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sepanjang 2022 dalam jumpa pers secara daring pada Kamis, 5 Januari 2023. Menkes mengatakan program vaksinasi COVID-19 yang dilakukan sejak Januari 2021 menjadi salah satu kunci keberhasilan Indonesia mengendalikan COVID-19.

Menurut Menkes, capaian vaksinasi Indonesia masuk peringkat lima besar dunia setelah Cina, India, Amerika Serikat, dan Brasil. “Vaksinasi ini sudah berhasil menurunkan secara drastis kasus COVID-19 di indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa program vaksinasi kita dilakukan dengan cukup efektif,” kata Menkes.

Kemenkes juga melakukan sejumlah kebijakan lain untuk mengantisipasi banyaknya korban akibat COVID-19. Di antaranya, pengadaan oksigen dalam jumlah banyak untuk mengatasi kelangkaan ketika muncul varian Delta. Kemenkes juga memanfaatkan sains dan teknologi untuk memproses identifikasi varian virus dengan menambah jumlah laboratorium menjadi 41 dengan 56 alat sehingga berhasil melakukan sequencing menjadi di atas 5 ribu dalam sebulan.

Kemenkes memperkuat aplikasi PeduliLindungi dengan menjadikannya terintegrasi dengan jejaring laboratorium yang melakukan tes COVID-19 sehingga pasien mengetahui hasilnya sekaligus digunakan sebagai contact tracing di masyarakat. Kemenkes memperkenalkan layanan telemedisin sehingga masyarakat yang positif COVID-19 dapat berkonsultasi dan menerima obat secara gratis dari layanan yang bekerja sama.

”Dalam jangka waktu satu tahun ada 500 ribuan orang yang membutuhkan obat-obatan bisa kita layani dengan telemedisin, langsung dikasih teleresep dan dikirim obatnya,” ujar Menkes. “Beberapa negara besar mengalami lonjakan tetapi kita di Indonesia tidak mengalami lonjakan yang berarti, baik dari sisi kasus, hospitalisasi, maupun yang meninggal.”

Menkes juga mengungkapkan keberhasilan program kesehatan yang merupakan bagian dari transformasi kesehatan. Setidaknya ada enam pilar transformasi kesehatan yang tengah dilakukan dan diimplementasikan dalam program kesehatan bagi masyarakat yakni transformasi layanan primer, transformasi layanan rujukan, transformasi sistem ketahanan kesehatan, transformasi sistem pembiayaan kesehatan, transformasi SDM kesehatan, dan transformasi teknologi kesehatan.

Keberhasilan tersebut di antaranya, pada transformasi layanan primer, memperkuat upaya promotif preventif sekaligus mendekatkan akses layanan kesehatan yang berkualitas dengan merevitalisasi 300 ribu posyandu dengan kader kesehatan berkualitas dan alat kesehatan seperti USG dan alat periksa jantung.

Adapun dalam transformasi teknologi kesehatan, Kemenkes meluncurkan platform kesehatan yang digunakan untuk merekam catatan medis pasien secara digital yakni Indonesia Health Services (IHS) yang diberi nama SATUSEHAT.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *