Akses Telemedisin bagi Pasien
Media Utama - 121 view


Kementerian Kesehatan memberikan layanan telemidisin bagi pasien isolasi mandiri. Bekerja sama dengan sejumlah platform.

 

Penderita COVID-19 yang tanpa gejala dan bergejala ringan dapat melakukan isolasi mandiri di rumah. Namun, tidak selamanya isolasi mandiri berjalan dengan mulus. Kementerian Kesehatan kemudian menyediakan fasilitas telemedisin untuk memenuhi kebutuhan pasien akan konsultasi dan pemantauan oleh tenaga kesehatan serta mendapatkan pengobatan yang benar sesuai gejala.

“Banyak kasus orang yang melakukan isolasi mandiri dan kemudian meninggal karena tidak mendapatkan informasi atau pun edukasi kapan harus segera ke fasilitas pelayanan kesehatan atau mereka yang tidak mendapatkan pemantauan dari tenaga kesehatan selama menjalani isolasi mandiri,” kata Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmidzi, M.Epid. kepada Mediakom, Selasa, 27 Juli lalu. Telemedisin ini, kata Nadia, akan membuat mereka mendapat akses layanan pemeriksaan laboratorium pada jejaring yang berafiliasi ke Kementerian Kesehatan.

Setelah diuji coba di wilayah DKI Jakarta, saat ini jangkauan penggunaan telemedisin berlaku di kota-kota besar di beberapa provinsi, yaitu Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Karawang, Bandung, Semarang, Surakarta, Yogyakarta, Surakarta, Malang, dan Denpasar. Layanan ini akan dikembangkan secara bertahap ke seluruh provinsi dengan memperhitungkan kemampuan dan kapasitas dari penyedia telemedisin, mengingat tidak semua platform telemedisin memiliki jaringan yang sama di 34 provinsi di Indonesia.

“Tidak semua dari mereka beroperasi di 514 kabupaten/kota yang ada di Indonesia,” kata Nadia. Untuk itu, Kementerian Kesehatan akan mendorong pemerintah daerah, terutama di wilayah yang tidak memiliki layanan telemedisin swasta, untuk mengembangkan layanan telemedisin di wilayahnya masing-masing.

Saat ini akses telemedisin bagi pasien isolasi mandiri bekerja sama dengan 11 platform telemedisin, seperti Alodokter, Getwell, Good Doctor, Halodoc, KlikDokter, KlinikGo, Link Sehat, Milvik Dokter, ProSehat, SehatQ, dan YesDok. Pemerintah juga bekerja sama dengan Kimia Farma dan jasa pengantaran Sicepat.

Untuk mendapatkan layanan ini, pasien harus melakukan tes PCR atau antigen di laboratorium yang telah terafiliasi dengan sistem new all record (NAR) dan laboratorium tersebut akan memasukkan data hasil tes ke sistem data Kementerian Kesehatan. Jika hasil pemeriksaan positif, dalam jangka waktu sekitar sehari, pasien akan menerima pesan WhatsApp dari Kementerian (dengan centang hijau) secara otomatis. Namun, apabila tidak mendapatkan pemberitahuan, pasien bisa memeriksanya di situs web https://isoman.kemkes.go.id.

“Kami akan kirim WA kepada yang benar-benar sudah terkonfirmasi positif melalui tes PCR agar bisa berkonsultasi dengan salah satu dari 11 aplikasi ini. Begitu sudah berkonsultasi, pasien memasukkan satu kode, yang nanti kode itu akan membuka jalan untuk mendapatkan obat gratis,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada konferensi pers di Jakarta pada 5 Juli lalu.

Setelah mendapat pemberitahuan, pasien bisa melakukan konsultasi secara daring dengan dokter di salah satu dari 11 layanan telemedisin. Caranya, tekan pranala yang ada dalam pesan dari Kementerian atau pranala yang muncul saat pengecekan di situs web, lalu memasukkan kode voucher supaya bisa konsultasi dan dapat paket obat gratis.

Sebelum berkonsultasi, pasien harus menginformasikan bahwa dirinya adalah pasien program Kementerian Kesehatan. Selesai konsultasi, dokter akan memberikan resep digital sesuai kondisi pasien. Hanya pasien kategori isolasi mandiri yang akan mendapatkan obat dan vitamin secara gratis. Untuk mendapat obat tersebut, pasien mengisi formulir pesanan yang tersedia pada menu “pesan obat” dengan mengunggah resep digital (jpg atau screen captured) yang dikeluarkan platform telemedisin, kartu tanda penduduk, dan alamat pengiriman.

Adapun paket obat dan vitamin yang diperoleh pasien tanpa gejala adalah multivitamin C, D, E, dan zinc yang masing-masing 10 butir. Pasien dengan gejala ringan akan mendapatkan multivitamin yang sama ditambah lima butir azitromisin 500 mg, 14 butir oseltamivir 75 mg, dan 10 butir parasetamol tab 500 mg. Paket akan dikirim melalui jasa ekspedisi Sicepat. “Untuk itu, pastikan pengisian alamat pengiriman di platform telemedisin sudah benar dan sesuai dengan alamat pasien. Setelah diproses, pasien akan mendapatkan SMS dari SiCepat yang berisi nomor resi dan status pengiriman. Jadi, pasien bisa memantau lokasi atau posisi barang kiriman,” kata Nadia.

Nadia tidak menampik bahwa masih ditemukan kendala teknis di lapangan, seperti kecepatan laboratorium pemeriksa untuk memasukkan data hasil pemeriksaan sehingga ada jeda waktu untuk mendapatkan notifikasi. Di samping itu, juga terjadi antrean konsultasi di platform telemedisin dan beberapa kendala teknis lainnya.

Namun, hal ini tidak mengendurkan semangat Kementerian untuk terus mengupayakan pelayanan terbaik bagi masyarakat. “Di masa pandemi sekarang ini, layanan telemedisin menjadi salah satu opsi terbaik untuk tetap memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat dengan risiko kesehatan yang seminimal mungkin,” kata Nadia. [*] 

 

Penulis: Nani Indriana


Index ePaper Download PDF ePaper