Akulturasi India-Tionghoa dalam Sajian Tauto Pekalongan
Isi Piringku - 221 view


Soto ini dikenal dengan nama Tauto Pekalongan atau Soto Pekalongan yang diadopsi saat pedagang Tionghoa masuk ke Indonesia.

Pekalongan, adalah wilayah di jalur pantura yang terkenal dengan kerajinan batik dengan beragam motif dan coraknya. Namun ternyata daerah ini memiliki kuliner unik yang khas dan sayang untuk dilewatkan, yaitu soto tauco atau biasa disebut tauto. 

Berdasarkan jurnal ‘Diversity of Indonesian Soto’ (2020) yang disusun oleh Bara Yudhistira dan Ani Fatmawati, soto sejatinya berasal dari negeri tirai bambu dengan nama asli cao du (chau tu). Cao berarti rumput (sayuran), ‘shao’ artinya memasak dan ‘du’ adalah daging jeroan.

Saat para pedagang dari Tionghoa ketika masuk ke Indonesia, soto diadopsi dan diakulturasi oleh budaya daerah setempat sehingga menghasilkan berbagai karakteristik dan variasi yang berbeda-beda. Saat ini, soto menjadi ikon kuliner nusantara yang sangat mudah ditemukan di berbagai daerah.   

Di Pekalongan, terdapat soto hasil perpaduan budaya Tionghoa dan India yang dikenal dengan Tauto. Kuah tauto berwarna merah kental dengan aroma tauco yang khas mampu memberikan kesan tersendiri. Tentu ditambah potongan daging atau jeroan beserta bumbu rempah, membuat tauto sayang untuk dilewatkan. Pedas dan manis berpadu menjadi satu. 

Mengenal Lebih Dekat Tauco 

Tauco adalah bahan yang wajib ada dalam pembuatan tauto atau soto pekalongan.  Tauco ialah makanan panganan tradisional hasil fermentasi kedelai yang mudah ditemukan dan cukup populer di kalangan masyarakat kita. Dalam jurnal ‘Potensi Tauco Sebagai Pangan Fungsional’ (2014), Sadiah menyebutkan bahwa fermentasi ialah suatu cara yang efektif dan berbiaya rendah untuk mengawetkan, menjaga kualiltas dan keamanan makanan. Selain itu disebutkan pula oleh Astawan (2009) bahwa komponen hasil fermentasi tersebut sangat berperan dalam pembentukan cita rasa khas tauco selain menambah kandungan gizi. 

Berdasarkan situs panganku.org, kandungan protein dalam tauco cukup tinggi, yaitu 11,4 g dalam per 100 g tauco. Namun demikian mengacu pada Tumpeng Gizi Seimbang, tauco tidak dapat dikelompokkan dalam bahan makanan sumber protein, karena biasanya penggunaannya hanya secukupnya saja mempertimbangkan kadar natriumnya. Oleh karenanya, tauco biasanya masuk ke dalam bumbu  atau  penyedap rasa alami. 

Soto Tauco

Soto pekalongan yang dikenal dengan soto tauto menjadi unik dan khas karena penggunaan tauco dalam kuahnya. Rasa asam yang segar serta aroma yang khas sekilas mungkin akan terasa asing, tetapi seterusnya membuat ketagihan. 

Tiska Yumeida, Nutrisionis Ahli Muda Kemenkes mengatakan soto merupakan sajian yang komplet dapat menyumbang pemenuhan kebutuhan karbohidrat, protein, lemak, serat bahkan cairan. Karbohidrat diperoleh dari nasi dan soun yang dicampurkan dalam soto. 

“Namun ingat ya, agar proporsi konsumsi karbohidrat tidak berlebih tentunya porsi nasi dan soun pun harus diperhatikan. Jika ingin menambahkan nasi, sebaiknya soun yang dipergunakan tidak terlalu banyak. Dan sebaliknya, jika tidak ingin menambahkan nasi, dapat ditambahkan porsi sounnya,” lanjut Tiska. 

Menurut Tiska, Soto tauco ataupun makanan khas Indonesia lainnya, sangat bisa memenuhi anjuran sekali makan isi piringku. Tipsnya, lebih memperhatikan proporsi isinya mulai dari sumber makanan pokok (nasi, soun), sumber protein (daging yang digunakan), dan sumber serat (tauge, tomat dan kubis yang ditambahkan). 

Dilansir dari situs panganku.org nilai gizi 1 porsi soto pekalongan adalah sebagai berikut:

Air (Water)

 : 83.8 g

Energi (Energy)

 : 94 Kal

Protein (Protein)

 : 3.0 g

Lemak (Fat)

 : 6.8 g

Karbohidrat (CHO)

 : 5.1 g

Serat (Fibre)

 : 0.3 g

Abu (ASH)

 : 1.3 g

Kalsium (Ca)

 : 322 mg

Fosfor (P)

 : 79 mg

Besi (Fe)

 : 2.0 mg

Retinol (Vit. A)

 : 14 mcg

Karoten Total (Re)

 : 119 mcg

Thiamin (Vit. B1)

 : 0.29 mg

   

 

Tips Mengonsumsi Tauto Secara Sehat

  • Protein dan lemak diperoleh dari daging yang dicampurkan dalam soto. Agar tetap sehat, perhatikan juga pemilihan dagingnya. Usahakan membatasi daging berlemak dan jeroan. 
  • Lemak juga diperoleh dari minyak yang digunakan dalam proses pemasakan soto selain lemak yang terkandung dalam daging
  • Serat dapat diperoleh dari sayuran yang ditambahkan dalam soto, misalnya tauge, tomat, kubis/kol dan juga daun bawang. Usahakan tambahkan porsi sayur dalam mangkok soto mu ya
  • Untuk mendapatkan asam amino lengkap dari sumber nabati, tambahkan tempe goreng/tahu goreng untuk lauk. 

Dihitung per 100 g, dengan Berat Dapat Dimakan (BDD) 100 %

Penulis: Utami Widyasih dan Dewi Astuti  


Index ePaper Download PDF ePaper