Apa Itu Kantor BERHIAS?
Potret - 316 view


Gerakan Kantor BERHIAS (Berbudaya Hijau dan Sehat) adalah upaya mempercepat dan menyinergikan tindakan, dalam mewujudkan kantor hijau dan sehat di lingkungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). Gerakan Kantor BERHIAS diselenggarakan melalui pendekatan rekayasa dukungan sarana dan prasarana, sosialisasi dan penyebarluasan informasi, penilaian mandiri (self assessment), dan penilaian internal.

Pada tahun 2019, Gedung Prof. Dr. Sujudi Kemenkes mendapat Juara I Penghargaan Subroto Bidang Efisiensi Energi Nasional Kategori Penghematan Energi di Lingkungan Kementerian/Lembaga yang diselenggarakan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Penghargaan tersebut diterima oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenkes, dr. Oscar Primadi.

Penghargaan Subroto Bidang Efisiensi Energi Nasional, mengutip laman resmi Kementerian ESDM, adalah apresiasi kepara para pengguna energi baik pemerintah maupun swasta, yang telah berhasil menerapkan upaya-upaya konservasi energi di lingkungan masing-masing, serta mendorong seluruh pengguna energi untuk melakukan konservasi energi. 

Kegiatan penghargaan bidang ini terinspirasi oleh kegiatan ASEAN Energy Award, yang pelaksanaannya telah berlangsung sejak tahun 2000. Penghargaan itu merupakan kegiatan tahunan regional ASEAN, yang diselenggarakan oleh Center for Energy (ACE), dalam rangka mempromosikan pemanfaatan energi baru terbarukan serta penerapan efisiensi dan konservasi energi di regional ASEAN. Indonesia selalu aktif mengirimkan nominasi peserta pada ajang ini.

“Saya mengucapkan selamat kepada penerima penghargaan. prestasi dan sumbangsih saudara sekalian punya makna besar bagi kemajuan bangsa,” kata Menteri ESDM periode 2014-2019, Ignasius Jonan, kepada para penerima panghargaan. 

Di Kemenkes, implementasi Gerakan Kantor BERHIAS telah dijabarkan dalam Surat Edaran Sekretaris Jenderal Nomor HK.02.02/III/575/2019 tentang Pelaksanaan Gerakan Kantor BERHIAS di Lingkungan Kemenkes. Surat Edaran tersebut mengimbau kepada seluruh satuan kerja (satker) dan/atau pegawai untuk melakukan kegiatan yang mendukung gerakan Kantor BERHIAS. 

Lima Aspek

Terdapat 5 aspek Gerakan Kantor BERHIAS, yaitu penataausahaan kegiatan kantor ramah lingkungan, penatausahaan kegiatan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) perkantoran, penatausahaan efisiensi energi dan air, penatausahaan kearsipan, dan penatausahaan Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin (5R).

Kegiatan tersebut antara lain dilakukan dengan mengurangi produksi sampah pribadi dalam kegiatan perkantoran, mengurangi penggunaan energi melalui 3M (Mematikan lampu yang tidak digunakan, Mencabut kabel peralatan elektronik dari sumber listrik jika tidak digunakan, dan Mengatur suhu pendingin ruangan atau Air Conditioner/AC sesuai ketentuan (24-27 oC)), menggunakan kembali wadah yang dapat dibersihkan dan layak sebagai kemasan untuk konsumsi rapat, mengganti penggunaan kemasan air minum sekali pakai dengan tumbler atau botol yang dapat digunakan secara terus menerus melalui proses isi ulang air minum, dan lain-lain.

Santi, 40 tahun, tamu yang sering mengurus perizinan di Kemenkes memberikan kesannya terhadap Gerakan Kantor BERHIAS ini. “Masuk Kemenkes sekarang seperti masuk ke mal. Memasuki lahan parkir, ada indikator parkir digital yang menunjukkan slot parkir yang masih kosong,” ujarnya. “Kalau lagi bawa mobil, tidak perlu membuang waktu dan bahan bakar untuk berkeliling mencari tempat parkir,” Santi menambahkan.

Penyiraman tanaman di lingkungan Kemenkes pun saat ini sudah hemat, karena menggunakan air kondensasi (buangan) dari AC sentral yang setiap harinya memproduksi kurang lebih 15 meter kubik air bersih. Terdapat bidang terbuka berisi kebun tanaman obat dan gerai hidroponik yang terletak di atap lantai 4 Gedung Prof. Dr. Sujudi. Kebun ini kerap dikunjungi oleh tamu-tamu dari instansi lain, khususnya saat “panen raya”. Para tamu boleh memetik tanaman selada, sawi sendok, dan tanaman holtikultura lain hasil budi daya dengan media air (hidroponik), bukan tanah. 

Kemenkes juga memiliki Kantin Sehat yang berlokasi di lantai basement 1 gedung Sarana Penunjang. Kantin seluas 800 meter persegi ini buka dari pukul 07.00-15.00 WIB dan memiliki 25 gerai yang menjual aneka ragam makanan dan minuman. 

Demi kenyamanan pengunjung, kantin juga dilengkapi dengan AC yang suhunya dijaga sesuai standar sehat. Para pengunjung dibiasakan merapikan dan membersihkan meja makan masing-masing serta meletakkan piring dann gelas yang sudah mereka pakai ke tempat yang telah disediakan (self service).   

Ke depannya, Kemenkes sebagai pemenang untuk Kategori Penghematan Energi di Instansi Pemerintah Pusat akan diusulkan menjadi calon peserta ASEAN Energy Award.

Penulis: Dewi Indah Sari

Editor: Sopia Siregar


Index ePaper Download PDF ePaper