Asrama Haji Pondok Gede Jadi Rumah Sakit Darurat COVID-19
Peristiwa - 113 view


Di tengah ledakan penambahan kasus COVID-19, pemerintah berusaha keras untuk menambah ketersediaan tempat tidur perawatan bagi pasien. Karena itu, Asrama Haji Pondok Gede dialihfungsikan menjadi rumah sakit darurat COVID-19 demi memenuhi kebutuhan perawatan pasien. Proses konversi Asrama Haji ini pun dilakukan hanya dalam lima hari. 

"Saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Menteri Kesehatan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), beserta seluruh jajarannya yang sudah bekerja keras dalam waktu lima hari menyiapkan Asrama Haji dikonversi menjadi rumah sakit,” kata Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) seperti dikutip dari rilis Kementerian Kesehatan pada Jumat, 9 Juli 2021.

Menurut Jokowi, ketersediaan peralatan rumah sakit dan beberapa fasilitasi lainnya sudah memenuhi 99%. “Saya sudah cek ke dalam, peralatan rumah sakit, kemudian pergantian AC, kemudian pembangunan lift untuk para pasien semuanya dalam keadaan 99% siap sehingga besok pagi, Rumah Sakit Darurat Asrama Haji ini sudah bisa dioperasionalkan,” ungkapnya.

Dalam kunjungannya, Presiden Jokowi didampingi Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Quomas.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan Asrama Haji Pondok Gede memiliki kapasitas kurang lebih 900 kamar ini. Rumah sakit darurat ini sudah bisa diberlakukan sejak Sabtu pagi, 10 Juli 2021. 

Penyediaan fasilitas di rumah sakit darurat Asrama Haji Pondok Gede mendapat dukungan dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Kementerian Kesehatan, Kementerian PUPR, Kementerian Agama, Kementerian BUMN, BNPB, dan PT Pertamina (Persero) karena pengelolaan salah satu gedung berada di bawah manajemen Rumah Sakit Pertamina Jaya (RSPJ) sehingga kini diberi nama RSPJ Ekstensi COVID-19 Asrama Haji Embarkasi Jakarta.

Saat ini, total delapan Gedung Asrama Haji Pondok Gede telah beralih fungsi menjadi tempat perawatan pasien COVID-19 yang bergejala ringan, sedang hingga berat. Lima Gedung (A, B, C, H, dan D5) diperuntukkan bagi pasien COVID-19 bergejala ringan dan sedang. Satu Gedung yang Bernama Gedung Arafah dikhususkan untuk perawatan intensif bagi pasien bergejala berat. Sementara dua gedung lainnya diperuntukkan untuk akomodasi tenaga kesehatan yang merawat pasien COVID-19. Tenaga kesehatan mendapat fasilitas tempat tinggal di Asrama Haji, sehingga diharapkan dapat meminimalisir laju penularan COVID-19 antara para tenaga kesehatan lainnya atau bahkan anggota keluarga masing-masing tenaga kesehatan.

Budi menjelaskan bahwa kapasitas total tempat tidur perawatan berjumlah 389 ribu. Pada awal pandemi, Kemenkes mengeluarkan surat edaran agar 30% dari angka tersebut didedikasikan untuk perawatan pasien COVID-19 jumlahnya lebih kurang 130 ribu tempat tidur.

“Gambarannya, sebelum Lebaran Idul Fitri jumlah pasien COVID-19 mencapai 23 ribu orang dan jumlah tempat tidur yang tersedia pada saat itu 75 ribu. Kemudian dalam satu bulan atau 5 minggu terakhir jumlah pasien naik dari 23 ribu menjadi 81 ribu. Jumlah tempat tidur pun secara dinamis telah dinaikkan dari 75 ribu menjadi 98 ribu tempat tidur, namun tetap butuh (ditambah),” ucapnya.

Selain di Asrama Haji Pondok Gede, Pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah tempat untuk isolasi lainnya yaitu di Rumah Susun Nagrak sebanyak 2.273 tempat tidur dan di Rumah Susun Pasar Rumput sebanyak 5.952 tempat tidur. Di samping itu, Pemerintah juga menambah kapasitas Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet sebanyak 1.200 tempat tidur untuk mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19.

Penulis:  Awallokita Mayangsari


Index ePaper Download PDF ePaper