BBLK Jakarta Gerak Cepat Identifikasi Virus COVID-19
Potret - 113 view


Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Jakarta juga ditunjuk sebagai pengampu pemeriksaan sampel COVID-19 dari Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Maluku dan Maluku Utara.

Balai ini memiliki peranan penting selama masa pandemi COVID-19. Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Jakarta ini memiliki tugas menentukan apakah seseorang dinyatakan positif atau tidak terhadap virus COVID-19. Unsur testing dalam 3T, merupakan salah satu tugas BBLK dalam menelurusi jejak awal seseorang terjangkit virus COVID-19. 

Kepala BBLK Jakarta, dr. Niken Wastu Palupi, MKM, mengaku tugas ini merupakan sesuatu yang baru. Tentu saja, karena saat pandemi COVID=19 muncul ke Indonesia, semua pihak mau tidak mau harus bergerak cepat dalam menangani permasalahan yang sudah mendunia ini. BBLK menjadi 1 dari 12 laboratorium yang ditunjuk untuk melakukan penelitian terkait penyebaran virus COVID-19. BBLK Jakarta berkolaborasi dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan yang menjadi tim testing.

“Terus terang, kami suka atau tidak suka harus belajar cepat. Kemudian menyampaikan kepada anggota lain di BBLK Jakarta agar dapat mendukung pemeriksaan sampel COVID-19 yang akurat dan cepat. Apalagi sebagai laboratoriun rujukan pemeriksaan sampel COVID-19,” ujar Niken kepada Mediakom pada 27 Juli 2021.

Selanjutnya, BBLK Jakarta juga ditunjuk sebagai pengampu pemeriksaan sampel COVID-19 dari Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Maluku dan Maluku Utara. Niken menceritakan mereka bertubi-tubi mengirim sampel dalam jumlah banyak, dengan berbagai masalah yang menyertai. Mulai dari administrasi atau teknis analisanya.

Menurut Niken, saat itu mereka hanya memiliki satu alat polymerase chain reaction (PCR) yang sekali jalan hanya mampu memeriksa 30 sampel. Sementara sampel yang harus diperiksa sangat banyak. Akibatnya, waktu tunggu untuk mendapatkan hasil tes PCR menjadi panjang. Apalagi waktu itu tenaga yang mampu mengerjakan hanya 2 sampai 3 orang saja. Ada 1 sampel yang harus menunggu hitungan minggu, bahkan bulanan.

“Saat ini ada pasien yang sudah masuk rumah sakit berhari-hari, belum juga diketahui hasil laboratoriumnya. Bahkan ada juga pasien yang sudah meninggal, karena belum ada hasil pemeriksaan COVID-nya. Kemudian mereka dimakamkan secara protokol COVID-19. Sehingga menimbulkan pro-kontra di tengah masyarakat,” ujarnya.

Melihat situasi itu, BBLK Jakarta segera belajar cepat dengan bimbingan dari tim Badan Litbangkes. Kemudian segera melakukan pelatihan kepada seluruh pimpinan manajemen dan staf, terutama tim laboratorium. Semua ini dilakukan agar semua dapat memahami dan membantu sesuai dengan kebutuhan untuk memperpendek waktu tunggu hasil pemeriksaan.

“Setelah 1 bulan, semua berjalan lancar. Pelabelan sampel sudah benar, adminitrasi sudah lengkap, pengiriman hasil semakit cepat, sehingga dapat mengurangi kepanikan tenaga kesehatan, pasien dan anggota masyarakat yang menunggu hasil pemeriksaan,” ujar Niken.  

BBLK Jakarta saat ini mampu mempercepat waktu tunggu hasil pemeriksaan dari 1 bulan menjadi 1x24 jam selesai dengan kapasitas 300 hingga 400 sampel. Kecepatan ini karena dukungan alat dan semua staf dari mulai urusan administrasi maupun teknis laboratorium. Diakui oleh Niken, ia dan tim memaksimalkan waktu yang ada, hingga tidak ada waktu libur untuk pemeriksaan sampel COVID-19. 

“Sejak kami melakukan pemeriksaan COVID-19 sampai hari ini, kami belum pernah libur. Kami kerja terus tidak pernah ada hari libur. Sabtu-Minggu masuk. Termasuk libur tanggal merah atau libur hari raya,” ungkapnya.

Untuk meminimalisir kejenuhan bagi tenaga kesehatan BBLK Jakarta, jadwal piket kerja untuk memeriksa sampel COVID-19 akan diprioritaskan kepada sampel yang lebih dulu datang.

“Harus selesai lebih dahulu atau sampel mana yang masuk katagori segera didahulukan,” imbuhnya.

Tentang BBLK Jakarta

Sebagai Laboratorium Kesehatan yang telah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) dan Komite Akreditasi Laboratorium Kesehatan (KALK), BBLK Jakarta diberi amanat untuk melaksanakan program-program pemerintah dan melayani masyarakat umum dalam bidang pelayanan laboratorium Kesehatan.

Salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kesehatan yang terletak di Jalan Percetakan Negara Jakarta Pusat ini, merupakan fasilitas pelayanan kesehatan dan laboratorium rujukan yang didukung oleh sumber daya manusia yang handal. Mulai dari tenaga analis kesehatan, analis kimia, Ssi (biologi, kimia) dokter umum, dokter spesialis (SpPK, SpMK) juga penunjang administrasi lainnya seperti ahli keuangan, komunikasi dan hukum. Sumber daya yang dimiliki ditunjang peralatan laboratorium yang mutakhir serta ruang Biosafety Level 2 (BSL 2). 

Selain itu, BBLK Jakarta juga telah mengembangkan layanan sesuai dengan kemajuan teknologi dan kebutuhan pelanggan, melalui laboratorium pemeriksa COVID-19, laboratorium rujukan pemeriksaan multidrug-resistant tuberculosis (TB-MDR), Laboratorium rujukan Sub Nasional pemeriksaan Campak Rubella, laboratorium pemeriksa Program Post Market Surveillance Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT). Tak kalah pentingnya, BBLK Jakarta juga sudah mengembangkan Laboratorium Uji Validitas RDT Swab Antigen SARS-Cov-2, serta sebagai Laboratorium Pembina Provinsi untuk Penyelenggaraan Laboratorium Pemeriksaan COVID-19. 

Penulis: Prawito


Index ePaper Download PDF ePaper