Benarkah Mengonsumsi Ubi Sebabkan Kentut?
Serba Serbi - 1,164 view


Ubi adalah salah satu makanan lokal yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Ubi memiliki kandungan karbohidrat, sehingga tak jarang dikonsumsi sebagai pengganti nasi. Selain direbus atau digoreng, ubi juga dapat diolah menjadi makanan tradisional lainnya seperti kue talam, keripik hingga bubur. 

Namun, dibalik kenikmatannya, ubi seringkali dituduh sebagai pemicu seseorang ’buang angin’ atau kentut. Jika kita sedang makan ubi, tak jarang ada yang berseru, “Awas nanti kentut!”. Lantas apakah benar jika makan ubi bisa menyebabkan seseorang buang angin?

Ternyata mengkonsumsi ubi jalar seperti ubi ungu, ubi putih, dan ubi kuning, memang bisa memicu kentut. Hal ini dibenarkan oleh Guru Besar Pangan dan Gizi dari Institut Pertanian Bogor, Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, MS. Ali menjelaskan bahwa ubi jalar merupakan karbohidrat kompleks dan juga tinggi serat. Ubi tak mudah dicerna, sehingga dalam usus terjadi fermentasi oleh bakteri yang memicu gas dan terjadilah kentut.

"Menimbulkan gas karena adanya yang berfermentasi tadi. Tapi, itu bersifat sensitif terhadap orang per orang. Tidak bisa disamaratakan kalau habis makan ubi langsung kentut," katanya seperti dikutip dari laman Kompas.com. 

Di samping itu, efek yang ditimbulkan juga bergantung pada seberapa banyak konsumsi ubi dan bagaimana proses memasaknya. Lebih lanjut, Ali mengatakan, semakin diolah, ubi tidak memicu gas lebih banyak. Menurutnya, makan ubi juga tidak menyebabkan aroma buang gas menjadi lebih berbau. 

Namun, jangan khawatir, meskipun makan ubi terbukti bisa menyebabkan kentut, ahli teknologi pangan Prof. Dr. Ir. Rindit Pambayun, MP mengungkapkan bahwa buang angin setelah mengonsumsi ubi dapat dicegah. Untuk mencegah buang angin setelah makan ubi, Prof Rindit mengatakan saat mengolah ubi sebaiknya mengupas bagian dalam kulit ubi yang berlendir, karena zat glikoprotein yang memicu pengeluaran emisi berupa kentut terdapat pada bagian tersebut.

"Jadi kalau kupas kulit ubi, kupas juga bagian dalamnya sekitar satu sentimeter. Lalu, rendam dalam air agar zat linamarin tidak membentuk senyawa HCN atau sianida yang bisa meracuni tubuh," urai Prof. Rindit sebagaimana dikutip dari laman Suara.com.

Jadi, jangan takut mengonsumsi ubi, karena ubi memiliki banyak manfaat yang baik untuk tubuh kita. Misalnya saja menjaga kekebalan tubuh karena ubi mengandung nutrisi seperti vitamin C, B kompleks, besi, dan juga fosfor.

 

Penulis    : Faradina Ayu

Editor    : Prima Restri 


Index ePaper Download PDF ePaper