Bersama Melawan Covid-19
Media Utama - 151 view


Bersama Melawan Covid-19

Penulis: Didit Tri Kertapati, Editor : Sulistyo

Diumumkannya pasien positif Covid-19 di Indonesia memberikan dampak pada berbagai sektor. Kebijkan work from home (WFH) mulai diterapkan di berbagai kantor, khususnya di Jakarta, sebagai tindak lanjut arahan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Meski demikian, semangat saling menolong yang telah menjadi budaya masyarakat Indonesia tidak luntur, meski wabah virus corona terus bertambah. Seperti yang dilakukan Suprianto bersama keluarganya.

Pria yang menjadi pegawai di Rumah Sakit Harapan Kita ini tidak ingin berdiam diri ketika koleganya berjuang merawat pasien positif Covid-19. Saat tidak bertugas, Supri dibantu istri dan anak-anaknya membuat face shield yang dapat berfungsi mencegah penularan virus melalui droplet terkena wajah bagi para petugas medis.

“Ide itu muncul ketika saya menjadi salah satu tim Covid-19 di RSAB Harapan Kita. Minimnya APD dan susah mendapatkannya di pasaran, saya ingin membuatnya. Yang terlihat mudah ya bikin face shield ini,” kata Supri.

Setelah ide muncul, dengan modal sendiri Supri langsung membelanjakan bahan-bahan untuk membuat face shield.

“Dibuat pertama kali 100 pcs dan dibagikan ke Puskesmas Kelurahan baru, Pasar Rebo, RS Meilia Cibubur, Puskesmas Brigif, Pekayon, Instalasi Radiologi, Rehabilitasi dan Laboratorium RSAB Harapan Kita, RS Sekarwangi , Cibadak, Sukabumi,” papar Supri yang sehari-hari bertugas sebagai terapis di RSAB Harapan Kita.

Apa yang dilakukan Supri mendapat respons positif, bahkan ada yang sampai meminta kembali dibuatkan. Selain itu ada juga dokter di Puskesmas yang memberikan dana agar dibuatkan APD serupa untuk kemudian didonasikan ke tempat fasilitas pelayanan kesehatan lain yang membutuhkan.

Menanggapi permintaan tersebut, Supri pun berusaha untuk memenuhi, sepanjang tidak mengganggu tugas rutinnya di rumah sakit.

“Saya akan membuat semampu saya di sela-sela kesibukan kami, selagi materialnya mudah didapatkan. Harapan saya, muncul orang-orang yang berkenan untuk ikut membuat face shield ini kemudian didonasikan,” imbuh Supri.

Bahu membahu

Kisah lain datang dari warga Bekasi, Jawa Barat, yang bahu membahu membentuk Posko Peduli Covid-19 di kampung halamannya. Orang tua dan pemuda RT 08 dan  RT 11 RW 10 Kelurahan Kaliabang, Bekasi, Jawa Barat berkolaborasi mengedukasi masyarakat tentang tanda-tanda gejala Covid-19 serta upaya pencegahannya.

“Kolaborasi Posko Covid-19 ini mempunyai program pengecekan suhu tubuh warga, penyemprotan disinfektan dan menghimpun sumbangan masyarakat berupa logistik bahan pangan (sembako) yang akan diberikan kepada masyarakat yang tidak mampu, akibat terdampak Covid-19,” kata Prawito, salah seorang warga.

Prawito menambahkan, program-program tersebut sudah dijalankan sejak pemerintah daerah memberlakukan imbauan work from home  dan stay at home. Bantuan pun sudah disalurkan kepada masyarakat setempat yang langsung terdampak dari pembatasan aktivitas saat wabah Covid-19.

Keberadaan posko ini juga mempersiapkan rumah yang akan dijadikan tempat isolasi mandiri apabila ada warga yang menjadi Orang Dalam Pantauan (ODP).

“Rumah tersebut sudah tersedia kamar tidur, dapur, kamar mandi, ruang tamu, teras, dan air PAM. Semua biaya operasionalnya akan ditanggung oleh Posko Covid-19,” tambah Prawito. [*]

Cara Membuat Face Shield” Mandiri

Berikut ini cara membuat face shield mandiri yang dipraktikkan Supri.

Peralatan dan bahan

  1. Plastik mika
  2. Busa setebal 4-5 cm
  3. Tali karet elastis
  4. Double tape
  5. Gunting
  6. Steples

Langkah pembuatan

  1. Potong mika berukuran 32 x 23 cm
  2. Potong busa berbentuk balok berukuran 30 x 4x4 cm
  3. Potong karet elastis sepanjang 35 cm
  4. Lepaskan double tape lapisan pertama dan tempel pada plastik mika sepanjang 30 cm , mengikuti ukuran lebar mika plastik.
  5. Lepaskan lapisan double tape kedua yang telah tertempel di plastik mika dan tempel busa yang telah dipotong, Tekan erat sampai benar-benar melekat dengan kuat.
  6. Ambil karet elastis yang telah dipotong , steples pada kedua ujungnya sebagai tali pengikat kepala dengan plastik mika yang sudah ditempel busa masuk ke dalam kira-kira 3-5 cm.

 


Index ePaper Download PDF ePaper