Gerakan Moral Menkes Terawan untuk Membantu Defisist BPJS
Lipsus - 102 view


Presiden Joko Widodo secara resmi telah mengangkat Dr. dr. Letjen (Purn) Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K) RI, sebagai Menteri Kesehatan pada Rabu 23 Okotber 2019. Setidaknya ada 4 persoalan kesehatan yang harus segera diselesaikan oleh Menkes Terawan yaitu pengendalian JKN, stunting, harga obat yang mahal, serta kesediaan produk farmasi dan alat kesehatan dalam negeri.

Terawan yang memiliki latar belakang militer, langsung bergerak cepat untuk melaksanakan perintah Presiden. Gebrakan langsung dilakukan oleh jenderal bintang tiga ini, redaksi mencoba merangkumnya pada rubrik Liputan Khusus kali ini.

Langkah pertama yang dilakukan adalah dengan mengunjungi instansi-instansi yang terkait dengan pesan Presiden. Instansi yang pertama kali didatangi oleh pria kelahiran Yogyakarta in adalah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. “Masyarakat sudah tahu permasalahannya ada di defisit dan defisit itu berusaha kita pecahkan bersama,” kata Menkes Terawan, Jumat (25/10) di Gedung BPJS Kesahatan, Jakarta.

Sebagai tindak lanjut dari upaya mengatasi defisit BPJS Kesehatan, Menkes Terawan dan Dirut BPJS akan membentuk tim kecil yang bertugas untuk merumuskan langkah strategis mengatasi persoalan defisit tersebut. Selain membuat langkah strategis dalam mengatasi permasalahan BPJS Kesehatan, Menkes Terawan juga membuat gebrakan berupa gerakan moral dengan menyumbangkan gaji pertamanya sebagai Menkes.

Saya sepakat dengan Dirut BPJS untuk melakukan gerakan moral, dan saya akan mengawali gerakan moral untuk membantu defisit ini. Kalau pribadi saya akan serahkan gaji dan tunjangan kinerja pertama saya sebagai menteri, dan juga nanti Pak Sekjen saya juga menyetujuinya. Mungkin nanti akan diikuti secara masif oleh karyawan di Kemenkes dengan kerelaannya untuk memberikannya kepada BPJS Kesehatan,” serunya.

Masalah Stunting

Menkes Terawan melakukan kunjungan kerja ke Kantor Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Kunjugan Menkes selain bertujuan untuk memperat komunikasi antar instansi juga membahas kerja sama dibidang kesehatan khususnya terkait masalah stunting.

“Tentu saja BKKBN akan selalu mendukung program Kementerian Kesehatan, terutama masalah stunting ini,” ujar Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo saat menerima Menkes Terawan di kantornya, Senin (28/20).

Terkait masalah stunting, Menkes Terawan sebelumnya juga telah menyatakan bahwa hal ini tidak hanya menjadi permasalahan Kemenkes saja namun perlu keterlibatan berbagai pihak untuk menyelesaikannya. 

“Saya akan berdiskusi dengan Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Pemerintahan karena stunting bukan hanya ilmu kesehatan tapi ilmu kemasyarakatan, pendidikan, masalahnya sangat kompleks,” sebut Menkes.

Selanjutnya Menkes Terawan bertandang ke Kantor Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI). Pada pertemuan tersebut dibahas berbagai kondisi kesehatan di Indonesia dan harapan Menkes agar IDI dapat membantu mengatasinya dengan menyiapkan SDM yang professional.

“Kami beharap bisa mengemban amanah secara birokrasi dan IDI bisa mengemban amanah secara profesional,” imbuh Menkes.

Ketua PB IDI, Daeng M. Faqih, pun menyatakan siap membantu Kemenkes. “Insha Allah seperti Pak Menteri sampaikan, (IDI) akan membantu pemerintahan terutama dalam menjaga kualitas SDM dokter,” sahut Daeng.

Menkes juga menyampaikan harapannya kepada Tim Nusantara Sehat untuk membantu menyelesaikan permasalahan kesehatan. Bahkan secara khusus kepada Tim Nusantara Sehat Menkes berpesan agar berupaya menurunkan angka stunting di tempat mereka bertugas. 

“Jangan dianggap berat, namun tugas yang mulia yang diberikan kepada kita semua untuk membantu mengentaskan masyarakat kita dari ancaman stunting. Saudara-saudara semua kan sudah dibekali ilmu mengenai stunting, saya yakin karena ini program prioritas, jadi tolong diprioritaskan untuk menyukseskan program stunting dengan selalu bersinergi dengan aparat-aparat di daerah,” pesan Menkes saat melepas 306 peserta Tenaga Nusantara Sehat Tim Batch XIV dan 57 peserta Nusantara Sehat Individu, Kamis (31/10).

Industri Kesehatan Dalam Negeri

Permasalahan lain yang menjadi PR Menkes Terawan adalah pengembangan industri kesehatan dalam negeri. Menkes Terawan pun menyampaikan harapannya agar industry kesehatan dalam negeri dapat Berjaya di negeri sendiri. 

Pada saat hadir memberikan sambutan pada acara ulang tahun Gabungan Pengusahan Optik Indonesia (Gapopin). Menkes berharap agar produsen kacamata di Indonesia mengutamakan komponen lokal sebagai bahan dasar dalam pembuatan kacamata.

“Semoga dapat lebih ditingkatkan lagi komponen lokalnya, komponen lokal memegang peran penting untuk kita bisa mandiri di bidang optical,” seru Menkes.

 

Penulis : Didit Tri Kertapati

Editor : Prima Restri 


Index ePaper Download PDF ePaper