Ikatan Emosional Nenek dan Sang Cucu
Lentera - 531 view


Seorang nenek memang biasanya lebih dekat dan lebih sayang dengan cucunya. Banyak cerita tentang hubungan kedekatan antara nenek dan sang cucu. Bahkan terkadang nenek, selalu membela cucunya, saat anaknya memarahi cucunya karena berbuat kesalahan kecil.

Seperti cerita Ari dan neneknya ini. Ari (7), yang tinggal di Tanah Kusir, Kebayoran Lama Jakarta Selatan ini berlari-lari ke rumah neneknya, Suli (55) yang tidak seberapa jauh dari rumahnya. Ari berteriak-teriak dari depan rumah neneknya. Ternyata Ari minta dimandiin dengan neneknya karena akan berangkat mengaji. Karena neneknya sedang sibuk menjemur pakaian, Ari diminta untuk mandi dengan ibunya. Namun, Ari tak menerima penolakan. Ia malah merengek terus sampai neneknya mau memandikannya. 

“Tidak usah mandi, minta mandi sama ibumu saja atau mandi sendiri. Nenek sedang repot, banyak pakaian kotor yang harus nenek cuci kemudian menjemur, mumpung cuaca sedang terang dan panas,” jawa Suli kepada sang cucu. 

Tak beda jauh dengan cerita Ari dan Suli. Seorang kakek, Nudianto (49) yang tinggal di Kota Bekasi, Jawa Barat juga punya cerita kedekatannya dengan sang cucu. Nudianto yang tinggal jauh dari cucunya merasa sedih ketika tahu cucunya akan kembali ke tempat tinggal mereka di NTB setelah beberapa lama berkunjung ke rumah Nudianto.

Selama berkunjung, Nudianto sangat terhibur dengan kehadiran sang cucu. Apalagi Nudianto jadi punya kebiasaan baru menggendong dan memangku si cucu pada saat membaca, menulis, atau kegiatan aktivitas lain selama di rumah.  

“Saya merasa sedih, sebentar lagi cucu yang sudah beberapa bulan di rumah akan pulang kampung ke Nusa Tenggara Barat, padahal sedang akrab-akrabnya. Enak ada cucu, sebagai teman bermain yang menyenangkan,” ceritanya kepada Mediakom.

Yang satu ini, seorang nenek bernama Saras (54), sering melakukan komunikasi jarak jauh dengan video call kepada sang cucu. Saras yang tinggal di Bekasi, sementara sang cucu di Lampung memang membuat keduanya hanya bisa melepas rindu dengan memanfaatkan teknologi video call tersebut. Hampir setiap hari Saras dan cucunya saling telepon. Saras bahkan meminta anaknya untuk mengirimi foto sang cucu yang sedang bermain sepeda, membaca dan aktivitas lainnya sebagai pelepas rindu. 

“Kalau sehari tidak ngobrol sama cucu atau melihat foto dan video call dengan cucu sudah kangen berat. Sebab dua cucu perempuannya sangat cantik dan lucu. Setiap hari pingin lihat dan kalau bisa menggendong dan main. Sayang rumahnya jauh,” ungkap Saras. 

Dari tiga cerita kedekatan nenek dan cucu tersebut di atas kita dapat mengambil pelajaran bahwa hubungan kakek-nenek dan cucu lebih dekat secara emosional, sehingga cucu juga merasa lebih nyaman berada bersama kakek-neneknya. Selain itu, kakek-nenek juga lebih sayang kepada cucu, dibanding kepada anak-anaknya sendiri. Bahkan nenek dapat melakukan apa saja kepada cucu yang tidak dapat lakukan kepada anak-anaknya dulu.

Menurut sebuah penelitian yang telah dilansir dari Brightside, cucu yang memiliki hubungan emosional yang dekat dengan nenek mereka cenderung jauh dari depresi. Hal ini karena kedekatan seorang nenek dan cucunya yang sangat dalam, bahkan kedekatan mereka jauh melebihi kedekatan seorang anak terhadap kedua orangtuanya.

Selain itu, semakin tua nenek akan semakin lembut dan dewasa. Akhirnya mereka ingin menerima perhatian yang sama dari anak-anak mereka. Itulah sebabnya, nenek akan memperlakukan cucu mereka dengan penuh kasih sayang.

Sekalipun demikian, tugas nenek-kakek hanyalah pendukung, melengkapi, menyempurnakan tercapainya kebahagian keluarga. Sedangkan kedua orangtuanya mempunyai tugas pokok memberi nafkah, mendidik dan membesarkan hingga menjadi pribadi dewasa yang mandiri.  

Penyebab Nenek Lebih Sayang Cucu

Detik health melansir ternyata ada tiga hal yang menyebabkan seorang nenek sangat memanjakan cucunya yaitu:

Waktu, nenek mempunyai waktu lebih banyak dari pada ayah-ibunya. Karena nenek sudah tidak bekerja, sehingga lebih banyak berinteraksi dengan cucu. Apalagi cucu satu rumah dengan nenek. Ketika kedua orang tuanya bekerja, maka nenek lebih banyak waktu bersama cucu. Akhirnya cucu lebih dekat dengan nenek, dibanding dengan ayah-ibunya.

Uang, nenek sudah tidak banyak kebutuhan. Jikalau ada untuk kebutuhan hidup, biasanya sudah ditanggung anak-anaknya. Sehingga uang nenek lebih banyak untuk memenuhi permintaan cucu. Bahkan nenek akan membelikan apapun yang diinginkan cucunya, walau ayah-bundanya tak pernah memberinya.

Cinta, sebagai cucu selalu merasa nyaman bersama nenek, tak pernah ada masalah, karena nenek selalu menghadirkan solusi bagi cucunya. Itulah sebabnya mengapa seorang nenek sangat memanjakan cucunya, karena kehadiran seorang cucu bisa membuatnya lebih bahagia dan tidak merasa kesepian. 

Nah, siapapun yang pernah mengalami menjadi cucu, anak, orangtua atau kakek dan nenek pasti akan mengalami kebahagian luar biasa. Hal ini sangat bergantung pada persepsi, sikap dan perilaku saat menjadi cucu, anak, orang tua atau kakek-nenek. Hanya saja, karena cucu menjadi anggota keluarga yang paling terakhir dan paling kecil, pasti akan menjadi pusat perhatian. Akhirnya, cucu menjadi sumber kebahagian keluarga. Semoga!

Penulis: Prawito


Index ePaper Download PDF ePaper