Jateng Berlakukan Gerakan Jogo Tonggo
Peristiwa - 104 view


Sebagai alternatif pembatasan sosial berskala besar (PSBB), Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menggagas gerakan Jogo Tonggo, mulai 21 April 2020 di Kota Semarang. Gerakan ini diharapkan bisa menurunkan angka penularan Covid-19 di Jawa Tengah.

Jogo Tonggo berbasis di tingkat RW dan kelurahan yang didukung oleh tim gabungan TNI-Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan tenaga kesehatan.

"Kita menyepakati untuk menyosialisasikan di pasar-pasar. Mari kita tertibkan bersama. Untuk pabrik-pabrik, agar menggunakan protokol yang ketat. Semua masyarakat untuk tertib. Kita menuju PSBB. Wajib hukumnya keluar rumah pakai masker”, ujar Ganjar.

Ganjar meminta minta semua RW untuk saling menjaga tetangga di lingkungan wilayahnya. “Siapa yang keluar masuk, mereka dari mana saja. Adakah pemudik, sudahkah mereka masuk ke dalam karantina. Berapa yang harus kita bantu, berapa kelompok rentan, orang tua, perempuan, anak-anak, penyandang disabilitas. Dicek semuanya sehingga bisa dilakukan kontrol yang baik," tambah Ganjar dalam rekaman video yang diterima Mediakom.

Menurut Ganjar, Covid-19 harus dilawan bersama-sama, sistematis, terstruktur, menyeluruh, terus menerus, dan dalam waktu yang panjang. Maka perlu pengorganisasian yang efektif, rapi, dan kuat. Oleh karena itu, pembentukan Satgas melawan Covid-19 berbasis masyarakat “Jogo Tonggo” menjadi penting untuk segera dilaksanakan.  

Tugas pokok

Dalam Jogo Tonggo, ada Satgas yang mengawasi. Satgas bertugas untuk memastikan bahwa warga secara bergotong royong melawan penyebaran dan penularan Covid-19 di wilayahnya, sekaligus memastikan dukungan dari luar wilayahnya untuk melawan Covid-19 tepat sasaran dan tepat guna. 

Satgas Jogo Tonggo bukanlah sebuah organisasi yang dibentuk dari nol, melainkan mengonsolidasikan serta menyinergikan seluruh kegiatan-kegiatan organisasi kelompok sosial, seperti karang taruna, dasa wisma, posyandu, dan warga di tingkat RW, serta lembaga dan organisasi diluar wilayah RW.

Tugas pokok Satgas Jogo Tonggo dibagi dalam empat bidang: Kesehatan, ekonomi, sosial dan keamanan, serta hiburan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo menegaskan bahwa jajaran kesehatan sudah berkomitmen melawan Covid-19, baik secara preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif. Jogo Tonggo merupakan gerakan di masyarakat sebagai garda terdepan sekaligus sebagai pintu terakhir untuk mencegah pelaku perjalanan yang lolos dari perbatasan provinsi maupun kabupaten.

"Sejalan dengan Jogo Tonggo, kita sosialisasikan upaya upaya pencegahan melalu berbagai kanal komunikasi, sehingga masyarakat terpapar informasi dengan baik dan benar dari sumber yang tepat, bukan dari informasi yang beredar tapi tidak dapat dipertanggung jawabkan sumbernya," ungkap Yulianto.

Dalam kondisi seperti ini, Yulianto juga mengimbau agar masyarakat senantiasa menjaga daya tahan tubuh agar terhindar dari penyakit. 

"Jaga daya tahan tubuh dengan makan makanan yang bergizi, jangan lupa sayur dan buah. Utamakan buah-buahan yang kaya dengan vitamin C seperti jeruk dan kates. Lakukan olah raga sesuai dengan kemampuan tubuh kita masing-masing," pungkas Yulianto. [*]

 

Penulis                 : Giri Inayah


Index ePaper Download PDF ePaper