Kejengkolan, Sebab dan Cara Mengatasinya
Info Sehat - 3,223 view


Penulis : Ferri Satriyani, Editor: Sulistyo

Mengkonsumsi jengkol secara berlebihan dapat mengganggu kesehatan.

Biji jengkol banyak digemari, walaupun baunya seringkali dianggap tak sedap. Diolah menjadi berbagai masakan seperti semur jengkol dan jengkol balado, jengkol mengandung beberapa nutrisi antara lain karbohidrat, protein, vitamin A, vitamin B, fosfor, kalsium, dan besi.

Namun, perlu dicatat, mengonsumsi jengkol terlalu banyak dapat menyebabkan kejengkolan. Kejengkolan (djengkolism) adalah kondisi keracunan dalam tubuh akibat terlalu banyak mengkonsumsi jengkol.

Keracunan jengkol disebabkan oleh kandungan asam jengkolat yang terdapat di dalam biji jengkol. Asam jengkolat merupakan asam amino yang mengandung sulfur. Sulfur inilah yang menyebabkan bau tidak sedap pada jengkol.

Asam jengkolat yang bertemu dengan air seni yang asam akan mengendap dan membentuk kristal halus seperti jarum yang susah larut dalam air. Kristal inilah yang mengakibatkan gangguan pada sistem saluran kemih.

Mengutip alodokter.com, gejala yang timbul akibat keracunan jengkol yaitu: nyeri perut atau pinggang; mual/muntah; gangguan berkemih seperti nyeri saat buang air kecil, buang air kecil merah/berdarah atau seperti susu; peningkatan tekanan darah; dalam keadaan parah dapat mengakibatkan gagal ginjal.

Sementara itu, dalam artikel yang dikeluarkan Badan Pengawasan Obat dan Makanan, kejengkolan biasanya terjadi 5 – 12 jam setelah mengonsumsi jengkol, dan dapat berlangsung selama beberapa hari. Keluhan keracunan jengkol ditemukan yang tercepat 2 jam dan yang terlambat 36 jam setelah makan jengkol.

Jika mengalami keracunan jengkol ringan, yang ditandai antara lain perasaan nyeri pada perut dan daerah pinggang setelah makan jengkol, penanganan dapat dilakukan dengan minum air putih yang banyak 2 – 3 liter sampai gejala hilang.

Dianjurkan untuk tidak menahan keinginan berkemih, dan hentikan konsumsi jengkol. Jika gejala memburuk, segera datangi fasilitas kesehatan terdekat. 

(djengkolism) adalah kondisi keracunan dalam tubuh akibat terlalu banyak mengkonsumsi jengkol.

Cara Mencegah Keracunan Jengkol

  • Hindari mengonsumsi jengkol saat perut kosong (sebelum makan)
  • Hindari mengonsumsi jengkol disertai makanan/minuman lain yang bersifat asam.
  • Sebaiknya jengkol dimasak terlebih dahulu sebelum dikonsumsi agar kandungan asam jengkolatnya berkurang.
  • Jengkol dapat ditanam dahulu di dalam tanah sebelum di masak, untuk mengurangi kandungan asam jengkolat.
  • Jangan mengonsumsi jengkol secara berlebihan, terutama bagi individu yang memiliki gangguan ginjal.

 


Index ePaper Download PDF ePaper