Kepakan Sayap Akses Kesehatan Bagi Suku Anak Dalam
Potret - 243 view


Negara Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki ratusan suku bangsa yang bernaung di dalamnya dengan beraneka ragam kebudayaan serta adat cerminan kekayaan bangsa yang sungguh sangat luar biasa sekali. Salah satunya adalah Jambi yang terletak di Pulau Sumatera. Di daerah tersebut terdapat banyak sekali suku yang hidup dan menetap di pedalaman hutan Jambi, khususnya Suku Anak Dalam (SAD) atau Orang Rimba.

Kabupaten Batang Hari merupakan salah satu dari 11 kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Jambi dengan 264.741 jiwa dilayani oleh 17 Puskesmas Induk, 60 Puskesmas Pembantu, 60 Pos Kesehatan Desa, serta 2 RS yang tersebar di 8 Kecamatan, 110 Desa dan 14 kelurahan. Suku Anak Dalam yang berada di Kabupaten Batang Hari sebanyak 913 KK tersebar di 4 lokasi yaitu Kesajung Besar Bukit Dua Belas, Bukit Tembesu, Bungku dan Muara Singoan.

Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Batang Hari, Ayubkhan, mengungkapkan pihaknya ingin memastikan bahwa semua masyarakat di Kabupaten Batang Hari dapat akses pelayanan kesehatan termasuk Komunitas Adat Terpencil Suku Anak Dalam yang tersebar di empat wilayah Puskesmas, meliputi Puskesmas Sungai Rengas yaitu Kesajung Besar Bukit Dua Belas, Puskesmas Muara Tembesi yaitu Bukit Tembesu, Puskesmas Penerokan yaitu Bingku dan Puskesmas Aro yaitu Muaro Singoan. 

Team Mobile

“Pembinaan dan pelayanan kesehatan pada Komunitas Adat Terpencil Suku Anak Dalam melalui Team Mobile yang dimulai sejak tahun 2006, dengan tujuan mendekatkan dan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat termasuk Suku Anak Dalam” kata Ayubkhan.

Bagi Ayubkhan, Team Mobile itu yang menjangkau dimana mereka berada untuk diberikan pembinaan dan pelayanan kesehatan bagi Komunitas Adat Terpencil Suku Anak Dalam. Team Mobile ini terdiri dari tenaga dokter, perawat, bidan, tenaga kesmas dan lainnya. 

Pagi itu kami berkesempatan mengikuti kegiatan Team Mobile Dinkes Kesehatan Kabupaten Batang Hari  yang akan memberikan edukasi dan pelayanan kesehatan kepada SAD  yang tinggal di Muaro Singoan. Telah disepakati bahwa Team Mobile akan datang berkunjung di rumah singgah atau semacam tempat pertemuan para Komunitas Adat Terpencil Suku Anak Dalam.

Edukasi PHBS

Terpancar senyum dan ceria mulai dari Bapak, Ibu dan anak-anak SAD sangat antusias menyambut kedatangan Team Mobile Dinkes Kab Batang Hari, dilanjutkan dengan memulai aktivitas yaitu pemeriksaan kesehatan bagi yang hamil, pengobatan, memberikan edukasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang sederhana seperti cara menggosok gigi, cuci tangan pakai sabun, memberikan ASI Eksklusif, tidak merokok serta menjelaskan penyakit yang sedang mereka hadapi. 

Tidak lupa kami juga membawa bahan kontak seperti mie instan, roti, biskuit, perlengkapan mandi dalam rangka lebih mendekatkan hubungan sehingga bisa terjalin komunikasi yang baik.

Suasana saat itu memang sangat terasa hangat dan mereka mendengarkan, berdialog dengan terbuka mengenai permasalahan kesehatan seperti pentingnya cuci tangan, tidak merokok, periksa bayi dan balita. Masalah kesehatan kadang muncul karena kurangnya pengetahuan Komunitas SAD mengenai hal-hal yang diperbolehkan maupun tidak dari segi kesehatan.

Posyandu Khusus Suku Anak Dalam

Kabupaten Batang Hari juga menyelenggarakan Posyandu khusus buat SAD, ini  merupakan salah satu pendekatan budaya yang bisa memberikan pengetahuan lebih banyak mengenai pentingnya kesehatan. Program revitalisasi posyandu yang menerapkan sistem 5 meja sangat membantu peningkatan status gizi dan pelayanan kesehatan bagi ibu dan balita SAD. Edukasi perilaku hidup bersih dan sehat juga diberikan kepada ibu-ibu SAD. 

Program imunisasi, pengobatan gratis, pelayanan gizi dan bantuan persalinan melalui bidan dan petugas kesehatan puskesmas juga berjalan. Posyandu khusus SAD inipun diharapkan dapat meningkatkan harapan hidup mereka sehingga kesehatan komunitas SAD meningkat.

Posyandu Singkawang yang terletak di desa Singkawang merupakah salah satu posyandu yang banyak dikunjungi oleh SAD. Kader PKK Ibu Eni menuturkan “memberi pembinaan kepada SAD untuk berperilaku hidup bersih dan sehat merupakan bagian dari program PKK, kami merasa bangga bisa membina serta melayani warga SAD sehingga mereka bisa membaur”.

Pelayanan kesehatan dan edukasi yang secara rutin diselenggarakan oleh Dinkes Kab Batang Hari, dampaknya mulai dirasakan SAD. Tumenggung Bagus mengatakan “sekarang kami sangat senang, karena bapak-bapak dari kesehatan sering mengunjungi ke desa kami untuk melakukan pengobatan, memberikan pengetahuan perilaku yang bersih dan sehat”. Kesadaran untuk hidup sehat juga sudah terlihat, dulu hampir semua orang SAD merokok, sekarang hanya bapak2 saja yang merokok.

Semua pendekatan yang dilakukan Dinkes Kab Batang Hari adalah untuk kebaikan masyarakat, khususnya buat Suku Anak Dalam dan membiasakan berperilaku hidup bersih dan sehat.


Index ePaper Download PDF ePaper