Kisah Pengabdian Tenaga Kesehatan di Bouven Digoel
Potret - 163 view


Syahril Pabuang salah satu petugas medis anggota Nusantara Sehat Individu angkatan 5 penempatan Puskesmas Distrik Kouh Kabupaten Boven Digoel Papua, yang baru saja selesai mengikuti Diklat di BBPK Ciloto. Sepanjang perjalanan dari Ciloto sampai di bandara Cengkareng terlihat tenang tidak seperti teman- temannya yang lain nampak ceria dan heboh karena berpisah dengan rekan-rekan sejawat setelah menyelesaikan pendidikan di Balai Diklat BBPK Ciloto.

Ini sudah yang kedua kalinya ikut diklat dan mulai mempersiapkan mental untuk tempat tugas yang baru juga ada pengalaman sebagai petugas medis di daerah konflik yang mengancam  jiwanya tetapi hal tersebut tidak dapat membendung keinginannya untuk terus mengabdi sebagai seorang perawat kesehatan. Dan hal ini pun terbukti dengan tidak mengajukan lokasi penempatan sebagaimana Nusantara Sehat Individu (NSI) lainnya.

“Saya tidak mengajukan lokasi, saya siap ditempatkan dimana daerah saja yang membutuhkan tenaga kesehatan” kata syahril dengan penuh semangat.

Syahril lahir pada 21 Desember 1992, di Dobo yang merupakan ibu kota dari Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku dan sejak usia satu bulan hijrah bersama orang tuanya yang bekerja sebagai kontraktor bangunan untuk menetap di Timika . Syahril yang berprofesi sebagai perawat sudah pernah mengikuti nusantara sehat angkatan perdana Khusus Papua oleh BBPK Kemenkes Makassar bersama dengan 11 orang peserta lainya pada tahun 2018 dan  ditempatkan di kabupaten Nduga Papua. 

Namun Syahril dan teman- temanya baru melaksanakan tugas selama 8 bulan (Mei-Desember 2018) harus  mengungsi (ke Kota Wamena) keluar dari daerah tersebut karena alasan penyelamatan ( kasus penembakan di kabupaten Nduga pada akhir tahun 2018).

“Petugas Kesehatan harus Multitasking, karena selain tugas utama( Puskesmas Keliling, Home visit), mengajar kreasi menu makanan dari bahan lokal dan kami juga harus mengajar di sekolah SD, SMP,  sekolah Yayasan milik gereja ( karena hanya ada sekolah Yayasan yang sampai di pedalaman),” ujar Syahril dengan semangat, “saya berbagi tugas dengan teman lain untuk Bidang studi di sekolah yang belum ada gurunya,  kami kerjakan dengan senanghati ada kepuasan tersendiri dalam yang tak terlukiskan dengan kata-kata,” demikian imbuhnya.

Penempatan tugas di Nduga adalah pengalaman paling ekstrim dalam hidupnya, karena sebelumnya pria lulusan D3 Keperawatan Poltekkes Kemenkes Jayapura ini pernah bekerja jadi Tenaga Kontrak di Puskesmas Arwarup Timika kecamatan Tembagapura dan Puskesmas SP 13 Kota Timika, dua puskesmas  ini lokasinya masih di pinggiran kota. 

“Saat mendaftar NS BBPK Makassar dulu pernah tidur di masjid depan bandara sentani bersama teman sejawat (yang sekarang bertugas di Asmat ) karena tidak punya biaya penginapan selama di Jayapura,” kenangnya dengan mata berkaca-kaca.

Syahril berniat kalau sudah selesaikan tugas NSI di Distrik Kouh dan bila masih memenuhi syarat  untuk diterima maka ia akan mendaftar lagi. “Saya ingin mengangkat derajat orangtua karena selain menopang ekonomi keluarga dengan mengabdi sebagai perawat kesehatan dan membantu banyak orang maka orangtua pun merasa bangga punya anak yang membawa kebaikan membantu orang lain, sebelum keluar dari rumah untuk mengikuti diklat saya dibekali segudang nasehat dari orang tua untuk selalu berbuat baik kepada siapapun tanpa membeda-bedakan dengan begitu pribadi kita akan diterima oleh lingkungan tempat tinggal maupun lingkungan kerja,” kata Syahrial.

Kondisi Kesehatan di Perbatasan RI-PNG

Boven Digoel merupakan wilayah Indonesia yang berbatasan dengan Papua New Guinea, berdasarkan data Dinas Kesehatan, Kabupaten Boven Digoel memiliki jumlah penduduk sebanyak 71.386 jiwa tersebar di 20 Distrik, 112. Kondisi alam yang masih banyak pegunungan dan sebaran geografis penduduknya yang luas menjadikan Boven Digoel sebagai salah satu wilayah penempatan Tim NS.

Sebagai gambaran, sarana kesehatan yang tersedia untuk Kabupaten Boven Digoel adalah, 1 Unit Rumah Sakit Umum Daerah di Ibu kota Kabupaten, 1 unit Rumah Sakit bergerak di Distrik Mindiptanah, dan 5 Puskesmas Perawatan dan Puskesmas non Perawatan tersebar di setiap Distrik yakni di Distrik Mandobo, Distrik Jair, Distrik Mindiptanah, Distrik Kouh dan Distrik Waropko. 

“Terimakasih Kepada Kementerian Kesehatan, dalam program Nusantara sehat Kabupaten Boven Digoel  juga diberikan bantuan tenaga kesehatan untuk menjawab kebutuhan penguatan pelayanan kesehata” juga kepada Dinas Kesehatan Provinsi yang turut mengirimkan satu tim (Tim Kijang) dari program Penguatan layanan Kesehatan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boven Digoel, Syahib, M.Kes dalam sambutanya saat serah terima Nusantara Sehat dan Kijang di Boven Digoel, 27 Mei lalu.

Pemerintah Provinsi Papua juga mempunyai program penguatan pelayanan kesehatan Tim Kijang dan Tim Terapung. Tim Kijang bertugas di Wilayah daratan dan dan Tim Terapung bertugas di wilayah pesisir. Bersamaan dengan Nusantara Sehat Tim dan Individu Dinas Kesehatan Kabupaten Boven Digoel juga menerima Tim Kijang beranggotakan 6 orang petugas kesehatan yang akan bertugas selama 9 bulan di Distrik Yaniruma.

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Boven Digoel tercatat bahwa  masih ada 65% puskesmas belum tersedia dokter, 60% kampung  belum tersedia sarana pelayanan kesehatan, 70% puskesmas pembantu tidak ditempati dan di kampung belum ada bidan dengan akses jarak pelayanan kesehatan 1-22 jam. Pada angkatan nusantara sehat sebelumnya dinas kesehatan Boven Digoel juga telah menerima Tim nusantara sehat yang bertugas di puskesmas Ninati, puskesmas Kombut, puskesmas Ambatkui, Puskesmas Manggelum, Puskesmas Firiwage dan puskesmas Boma. 

Kementerian Kesehatan memberikan Provinsi Papua khususnya Kabupaten Boven Digoel untuk menerima tiga (3) Tim Nusantara Sehat  bacth 12 dan 3 orang Nusantara Sehat Individu bacth 5 tahun 2019 yang akan mengabdi di tapal batas selama 2 tahun. Tiga tim Nusantara Sehat ini akan bertugas di Puskesmas Distrik Fofi, Puskesmas Distrik Ninati, Puskesmas Distrik Firiwage. Nusantara Sehat Individu ditempatkan di Puskesmas Distrik Kouh 2 orang dan Puskesmas Distrik Manggelum 1 orang.

  1. Puskesmas Ninati 6 orang ( Bidan,Gizi, Kesling, Perwt, Lab Dan Kesmas)
  2. Puskesmas Fofi 6 orang (Dokter, Prwt, Gizi, Kesmas, Farmasi, Bidan)
  3. Puskesmas Firiwage 5 orang ( Dokter, Kesmas, Prwt, Bidan, Gizi)
  4. Nusantara Sehat Individu untuk Kouh 2 orang dan Manggelum 1 orang (Perawat dan Bidan)
  5. Satgas Kijang 6 orang ( perawat, Kesmas, Bidan, Kesling)

Penulis : Suriani Syahril

Editor : Prima Restri


Index ePaper Download PDF ePaper