Konspirasi, Virus, dan Dokter Bernama Ata
Resensi - 194 view


Setelah berkhotbah pada perayaan Hari Orang Miskin Sedunia dari balkon Basilika Santo Petrus, Vatikan, Paus Yohanes Paulus III nyaris tewas ketika mencicipi tortellini beracun. Dunia gempar. Siapa yang menginginkan kematian paus?

Belasan ribu kilometer dari Vatikan, tepatnya di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, tiga peternak babi meninggal secara misterius. Peristiwa itu mungkin tak akan pernah tercatat kalau sebuah koran lokal tidak memberitakannya. Kasus itu juga mungkin akan menguap begitu saja bila Permata Pertiwi, dokter Rumah Sakit Universitas Indonesia, tidak membaca beritanya ketika sedang menghadiri seminar di Atambua. Naluri epidemiologi sang dokter mendorongnya untuk mengecek kasus ini tapi hanya bertemu jalan buntu tapi naluri detektifnya membawa Permata ke dalam sebuah petualangan di tengah sebuah konspirasi besar yang menyasar paus dan hendak mengubah tatanan dunia.

Novel terbaru Akmal Nasery Basral ini adalah thriller tentang sebuah dunia masa depan setelah masa pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) berlalu. Dengan latar tahun 2026, Akmal meramu konspirasi, petualangan, kisah detektif, wabah virus baru, dan cinta yang bermasalah dalam satu wadah. Kisahnya ramai dengan banyak tokoh dan beberapa alur yang bersilangan di sana-sini. Namun, bila Anda pernah membaca novel The Da Vinci Code atau Angels & Demons karya Dan Brown, Anda akan segera menemukan suatu pola yang serupa minus teka-teki simbolik yang menjadi andalan simbolog Robert Langdon, tokoh utamanya.

Tokoh utama Disorder adalah Permata Pertiwi, yang biasa disapa Ata. Bila Robert Langdon ahli simbol, Ata ahli epidemiologi lulusan Prancis yang entah bagaimana punya naluri seorang detektif. Pelacakan Ata terhadap kasus kematian di Belu menyeretnya ke perjalanan jauh melintasi benua hingga ke Cina. Satu-satunya motif petualangannya yang eksplisit dia sebut adalah dorongan untuk melacak asal-usul virus yang telah membunuh tiga peternak di Belu. Virus itu adalah Genotip 4 Eurasia Avian-like H1N1, strain baru H1N1 penyebab flu babi. Lebih buruk lagi, strain ini bersilangan dengan virus zoonosis lain dan menghasilkan strain Swine Origin Influenza Virus 2026 (SOIV-26).

Pandemi SOIV-26 pun merebak. "Jika kita terlambat, ribuan orang akan mati di sini. Infeksi akan menyebar cepat dan menewaskan ratusan ribu lainnya secara nasional, mungkin tembus satu juta jiwa. Jauh lebih parah dibandingkan COVID-19 tahun 2020," kata Ata menggambarkan ancaman pandemi ini dan alasannya melacak patient zero, pasien pertama yang terinfeksi SOIV-26.

Meskipun dunia terancam pandemi, novel ini kurang rinci menggambarkan bagaimana pemerintah berbagai negara menanggapinya. Tak tampak kesibukan para ilmuwan yang berjuang untuk mencegah penularannya. Tak terlihat kepanikan masyarakat, seperti terjadi dalam kasus wabah H1N1 pada 2009. Yang kita saksikan hanya sepak terjang Ata yang berkeliaran ke mana-mana mencoba memecahkan misteri virus ini.

Dalam petualangannya, Ata bersinggungan dengan banyak orang. Sebagian dari mereka memang punya hubungan dengan Ata, seperti Alex Lauw, pemuda peranakan Cina bekas pacar Ata; Tobias Shochet, guru besar epidemiologi dari Universitas Lyon, Prancis yang dulu membimbing disertasi Ata di kampus tersebut; dan pula Valerie Sumowinoto, jurnalis kanal televisi TV 21. Tapi, sebagian lainnya misterius, seperti Putri Giok Merah.

Pelan-pelan kemudian terungkap bahwa semua keributan ini adalah bagian dari sebuah konspirasi besar yang dirancang The Global Order of Interconfessionalism for A Better World (TGO), kelompok persaudaraan rahasia yang hendak mengubah tatanan dunia. Kelompok ini bermarkas di London, Inggris dan dikendalikan oleh Majelis Tinggi TGO, yang terdiri dari 12 Grand Master. Semuanya adalah para tokoh agama dan pakar beragam ilmu dari berbagai penjuru dunia. Mereka dipimpin oleh Super Grand Master, seorang tokoh yang lebih misterius lagi.

TGO adalah jenis konspirasi tentang tatanan dunia baru. Organisasi ini memandang bahwa kondisi dunia sekarang tidak adil sehingga harus diubah sedemikian rupa agar lebih seimbang dan menyejahterakan seluruh manusia. Mereka ingin menjadi Tuhan yang bisa mengatur dunia semau mereka, termasuk mengubah susunan populasi di suatu negara. Mereka akan menghukum siapa saja yang mereka anggap menghalangi rencana mereka. Untuk itu, mereka menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan mereka, termasuk membunuh dan bahkan menyebarkan virus.

Organisasi rahasia semacam ini mengingatkan kita pada organisasi serupa yang populer di kalangan penganut teori konspirasi, seperti Illuminati, Freemason, dan The Protocols of the Elders of Zion. Ide TGO untuk membentuk tatanan dunia baru lewat berbagai rekayasa politik, ekonomi, dan medis juga bukan hal baru dalam sejarah teori konspirasi.

Konspirasi TGO yang menggunakan virus SOIV-26 sebagai senjata biologis mirip dengan teori konspirasi yang kini beredar mengenai pandemi COVID-19. Dalam pandangan konspiratif yang berkembang kini, COVID-19 adalah virus yang sengaja dibocorkan dari sebuah laboratorium di Wuhan atau disebabkan oleh teknologi jaringan seluler 5G, yang dikembangkan perusahaan Cina. Ada pula pandangan bahwa COVID-19 adalah virus yang sengaja diciptakan oleh perusahaan farmasi sehingga nanti perusahaan itu pula yang menciptakan vaksinnya. Tentu saja, berbagai pandangan menyesatkan ini telah banyak dibantah, baik oleh media massa, pemerintah, dan bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dalam novel ini, SOIV-26 digambarkan bersumber dari peternakan di Cina dan menyebar di berbagai negara lewat orang-orang yang datang dari kawasan tersebut. TGO sengaja membuat wabah SOIV-26 di sana agar Negeri Tirai Bambu mengalami karantina total dan lumpuh. Bagi para Grand Master TGO, ini merupakan hukuman bagi penindasan pemerintah Cina terhadap Tibet.

Karya fiksi Akmal selama ini lebih banyak bermain di ranah sejarah dan biografi. Novel Disorder adalah novel pertamanya yang menjelajah ke ranah teori konspirasi. Novel ini secara tak terhindarkan juga masuk ke dalam pola umum fiksi berbasis teori konspirasi. Saya sebagai pembaca sulit untuk tidak membandingkannya dengan kerangka novel Dan Brown.

 

Judul: Disorder

Penulis: Akmal Nasery Basral

Penerbit: Bentang Pustaka

Edisi: Desember 2020

Tebal: 484 halaman

 

 


Index ePaper Download PDF ePaper