Manfaat Berpuasa bagi Kesehatan Tubuh
Media Utama - 129 view


Di saat  berpuasa tubuh tidak memiliki akses ke glukosa dan akan memaksa sel untuk menggunakan cara atau bahan lain untuk menghasilkan energi . Akibatnya, tubuh mulai melakukan glukoneogenesis, yaitu proses menghasilkan gula sendiri. Menurut Boulder Medical Center pada 21 Maret 2021, hati akan mengubah bahan non-karbohidrat, seperti laktat, asam amino dan lemak, menjadi energi.

Namun, kita tidak perlu khawatir akan merasa lemas sehingga malas untuk beraktivitas. Tubuh kita akan menghemat energi selama puasa. Laju metabolisme (energi yang dibakar tubuh) menjadi lebih efisien sehingga menurunkan detak jantung dan tekanan darah.

Sementara itu, menurut Razeen Mahrouf, ahli anestesi dari Oxford untuk National Health Service (NHS) Inggris, berpuasa secara benar dapat menyebabkan penurunan berat badan karena saat tubuh kekurangan makanan, lemak mulai terbakar dan menghasilkan energi. Namun, jika kita berpuasa terlalu lama, tubuh akan memecah protein otot untuk energi, yang tidak baik bagi kesehatan.

Dalam keadaan normal, kata Mahrouf, glukosa yang ada dalam tubuh merupakan sumber energi utama. Selama puasa, setelah glukosa habis , maka lemak menjadi sumber energi berikutnya. “Proses detoksifikasi juga terjadi karena racun yang tersimpan dalam lemak tubuh akan larut dan dikeluarkan dari tubuh,” ujar Razeen, sebagaimana dikutip di situs web NHS.

Selain hal-hal di atas,  media kesehatan Healthline menyebut manfaat-manfaat lain dari berpuasa yang didukung oleh sains. Berikut ini manfaat tersebut.

  1. Meningkatkan kendali terhadap gula darah dengan mengurangi resistensi insulin.

Beberapa penelitian yang diterbitkan situs web World Journal of Diabetes menemukan bahwa puasa yang benar dapat meningkatkan kendali gula darah, yang berguna bagi orang terkena diabetes. Penelitian terhadap 10 orang penderita diabetes tipe 2 menunjukkan bahwa efektivitas puasa dengan jeda waktu tertentu sama dengan membatasi asupan kalori untuk mengurangi resistensi insulin.

  1. Menjadi lebih sehat dengan mengurangi peradangan.

Menurut World Journal of Diabetes, penelitian telah menunjukkan bahwa peradangan mungkin dapat terjadi dalam kondisi kronis, seperti penyakit jantung, kanker dan rheumatoid arthritis. Puasa dapat mengurangi peradangan tersebut.

  1. Meningkatkan kesehatan jantung dengan menjaga tekanan darah, trigliserida, dan kolesterol.

Dalam suatu publikasi medis di situs web National Center for Biotechnology Information (NCBI), penelitian terhadap 110 orang dewasa yang gemuk menunjukkan bahwa puasa selama tiga minggu di bawah pengawasan medis secara signifikan menurunkan tekanan darah serta kadar trigliserida darah dan kolesterol low-density lipoprotein, yang dikenal sebagai kolesterol jahat.

  1. Dapat meningkatkan fungsi otak dan mencegah gangguan neurodegeneratif.

Dalam publikasi medis berjudul “Chronic intermittent fasting improves cognitive functions and brain structures in mice” di situs NCBI, ada penelitian yang menunjukkan bahwa tikus yang  berlatih puasa secara tak berkesinambungan selama 11 bulan menunjukkan peningkatan fungsi otak dan struktur otak. Penelitian pada hewan lainnya dilaporkan bahwa puasa dapat melindungi Kesehatan otak dan meningkatkan pembentukan sel saraf untuk membantu fungsi kognitif.

  1. Membantu menurunkan berat badan dengan membatasi asupan kalori dan meningkatkan metabolisme.

Menurut NCBI, puasa dalam jangka pendek dapat meningkatkan kadar neurotransmiter norepinefrin yang dapat menurunkan berat badan. Faktanya, satu ulasan menyebut bahwa puasa dapat mengurangi berat badan hingga sembilan persen dan secara signifikan menurunkan lemak tubuh dalam 12-24 minggu.

  1. Dapat menunda penuaan dan memperpanjang usia.

Dalam sebuah penelitian di NCBI ditemukan bahwa tikus yang berpuasa dua hari sekali mengalami tingkat penundaan penuaan dan hidup 83 persen lebih lama daripada tikus yang tidak berpuasa.

  1. Dapat membantu pencegahan kanker dan meningkatkan efektivitas kemoterapi.

Menurut sebuah penelitian di laman NCBI, tikus yang berpuasa bergantian hari dapat membantu memblokir pembentukan tumor. Pada penelitian lainnya, dalam tabung reaksi yang diteliti menunjukkan bahwa paparan sel kanker kepada tikus yang telah melakukan puasa sama efektifnya dengan kemoterapi  dalam menunda pertumbuhan tumor. 

Penulis : Reiza Muhammad Iqbal


Index ePaper Download PDF ePaper