Mengenal dan Mengenang Kembali Aneka Permainan Tradisional Indonesia
Serba Serbi - 142 view


Dahulu banyak ragam permainan tradisional yang dimainkan anak-anak. Ada gundu, congklak, bekel, layangan, dan masih banyak lagi. Permainan tradisional merupakan permainan edukatif yang di dalamnya terkandung unsur pendidikan jasmani, kecermatan, kelincahan, daya pikir, dan membentuk karakter serta kepribadian anak.

Sayangnya, saat ini, permainan tradisional mulai terkikis dan hampir punah. Hal ini dikarenakan seiring dengan perkembangan teknologi, banyak anak lebih suka bermain gadget dan game online. Padahal memainkan permainan tradisional banyak manfaat positifnya. Bahkan, permainan tradisional termasuk kekayaan budaya dan sesuatu hal yang menjadi ciri khas unik yang dimiliki Indonesia, yang amat sangat disayangkan jika punah begitu saja.

Nah, bagi anak-anak Generasi Millenial dan yang lebih muda, yuk kita mengenal jenis-jenis permainan tradisional itu apa saja dan cara bermainnya seperti apa. Sementara itu, bagi Anda yang termasuk generasi lebih “tua”, mari kita bernostalgia dengan mengenang kembali permainan ini. Siapa tahu kita dapat memainkannya.

Petak umpet

Permainan ini dilakukan beberapa orang. Diawali dengan suit hompimpa untuk menentukan siapa yang menjadi “penjaga”. Tugas penjaga adalah mencari teman-teman yang bersembunyi. Sebelum memulai pencarian, penjaga akan berhitung hingga hitungan yang ditentukan, biasanya hitung 10 atau 20, sembari menutup mata. Ketika penjaga berhitung, maka teman-teman diharuskan mencari tempat bersembunyi.

Ketika penjaga selesai berhitung, selanjutnya penjaga akan mencari teman-teman yang bersembunyi. Jika penjaga menemukan persembunyian temannya maka penjaga harus menyebutkan nama yang sedang bersembunyi dan berlari ke benteng secepatnya (dulu-duluan). Jika penjaga lebih tiba di benteng terlebih dahulu dibanding teman yang ketahuan persembunyiannya tersebut, itu artinya penjaga menang.

Namun, jika ada teman tidak diketemukan dan kemudian mampu berlari ke benteng lebih dahulu daripada penjaga, itu artinya penjaga kalah. Penjaga yang menang akan bergantian posisi menjadi teman yang bersembunyi, sementara teman yang kalah akan bergantian menjadi penjaga. Begitu seterusnya, hingga disepakati permainan berhenti.

Congklak

Permainan ini menggunakan papan congklak yang di dalamnya terdapat 14 lubang kecil, 2 lubang besar di kedua ujung papan, dan menggunakan 98 butir biji kerang kecil. Congklak dimainkan oleh 2 orang pemain.

Cara bermainnya, pertama biji congklak diisi rata ke dalam 14 lubang yang kecil. Kemudian, pemain yang mendapat giliran bermain harus mengambil biji congklak dari salah satu lubang dan meletakkan satu persatu ke setiap lubang besar di sebelah kanannya. Sampai tidak ada lagi biji congklak yang diambil maka permainan dianggap selesai dan pemain yang mendapatkan biji congklak terbanyak di lubang besar akan menjadi pemenang.

Layangan

Permainan ini harus dilakukan di area terbuka, seperti lapangan atau taman dan membutuhkan angin untuk menerbangkannya. Layanan terbuat dari bambu yang diikat menggunakan benang dan ditempeli kertas atau plastik. Cara memainkannya layangan diikat dengan tali kemudian diterbangkan ke udara. Layangan juga dapat diadu dengan layangan lain. Siapa yang layangannya putus, maka dia kalah.

Gundu

Gundu adalah bulatan yang terbuat dari kaca transparan yang berwarna-warni.  Cara memainkannya, yaitu dengan mengumpulkan semua gundu dalam satu lingkaran. Kemudian, salah seorang pemain dengan gerakan menyentil mendorong gundunya ke dalam lingkaran sehingga kumpulan gundu akan terpencar. Selanjutnya, pemain menyentil gundunya untuk menyentuh gundu lawan. Jika pemain tidak dapat menyentuh gundu lawan maka pemain akan diganti. Pemain yang mengumpulkan gundu terbanyak dari kawan, dia lah yang menang.

Lompat karet

Permainan dilakukan dengan menggunakan karet gelang yang dirangkai sedemikian rupa menjadi tali karet panjang. Cara permainan ini mudah, yaitu dengan melompati tali yang direnggangkan dua orang penjaga tanpa boleh menyentuhnya. Ketinggian tali dimulai dari yang rendah sampai tinggi. Pemain yang dapat melompat tanpa menyentuh tali akan melewati tahap ketinggian sampai dia mampu. Jika lompatan pemain menyentuh tali, maka dia dinyatakan kalah dan menjadi penjaga.

 

Penulis: Resty Kiantini


Index ePaper Download PDF ePaper