Menilik Laboratorium Badan Litbangkes, Pemeriksa Covid-19
Potret - 141 view


Penulis: Dian Widiati

Laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) menjadi populer akhir-akhir ini. Pasalnya, laboratorium yang berlokasi di Jalan Percetakan Negara Jakarta Pusat ini awalnya menjadi satu-satunya laboratorium yang melakukan pemeriksaan spesimen Covid-19.

Sempat diragukan kemampuannya memeriksa sampel Covid-19, Laboratorium Penelitian Penyakit Infeksi Nasional Prof. Dr. Oemiati ini telah mengantongi sertifikasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Namun, tahukah Anda, jika laboratorium pemeriksa Covid-19 adalah salah satu laboratorium di Badan Litbangkes?

Ingin mengenal lebih dekat dengan laboratorium yang dikelola oleh Pusat Litbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan ini? Mari simak ulasan berikut.

Bermacam jenis laboratorium

Sebagai laboratorium kesehatan masyarakat, laboratorium Badan Litbangkes memiliki tugas dan fungsi melakukan penelitian dan pengembangan di bidang kesehatan dalam upaya pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan masyarakat.

Dalam menjalankan fungsinya, laboratorium Badan Litbangkes berperan mengikuti Keputusan Kepala Badan Litbangkes Nomor 976 Tahun 2020 tentang Penunjukkan Laboratorium Pusat Rujukan Nasional Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging dalam rangka penelitian, pengembangan, pengkajian, penerapan, dan surveilans.

Laboratorium yang ditunjuk menjalankan fungsi tersebut adalah Laboratorium Virologi, Laboratorium Bakteriologi, Laboratorium Parasitologi, dan Laboratorium Imunologi.

Keempat laboratorium tersebut memiliki tugas sebagai berikut: Menerima sampel/spesimen dari dinas kesehatan daerah maupun fasilitas kesehatan; melakukan pemeriksaan isolasi dan molekuler virus serta karakteristik lanjut dari agen penyakit; mengikuti kegiatan pemantapan mutu yang diselenggarakan WHO atau instansi internasional yang lain; melakukan pemantapan mutu internal dan mampu menyelenggarakan asesmen dan validasi untuk anggota jejaring laboratorium diagnosis penyakit infeksi emerging dan re-emerging; melakukan inventarisasi dan pemantauan bahan yang mengandung agen berbahaya di laboratorium fasilitas pelayanan kesehatan; melakukan kerjasama dengan para pakar laboratorium; melaksanakan kegiatan penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan sebagai pendukung tugas dan fungsi Badan Litbangkes; menjalin kerjasama antar laboratorium.

Selain itu, sesuai Keputusan Kepala Badan Litbangkes Nomor 1381 Tahun 2020 tentang Laboratorium Penunjang Kegiatan Penelitian, Pengembangan, dan Pengkajian Penyakit, Gizi, Farmasi, Sel Punca, dan Hewan Coba, laboratorium penunjang ini memiliki tugas sebagai berikut: Menyusun sistem manajemen laboratorium; menyusun kebijakan mutu organisasi dan sasaran mutu laboratorium; menyusun panduan mutu dan prosedur mutu laboratorium; melaksanakan penerapan sistem manajemen serta meningkatkan efektivitasnya; mengidentifikasi dan mencegah kejadian penyimpangan dari sistem manajemen; melakukan tinjauan dokumen sistem manajemen mutu; mengkaji ulang manajemen laboratorium; m elakukan modifikasi dan koreksi sistem manajemen mutu; melakukan pengujian sesuai dengan sistem manajemen mutu dengan benar dan efektif; menangangani pengaduan pengujian dan melaksanakan evaluasi perbaikan jika ada penyimpangan; melakukan analisis program kerja; melakukan perawatan dan pengawasan alat dan sarana laboratorium; meningkatkan mutu pengujian.

Mampu periksa Covid-19

Kemampuan Laboratorium Badan Litbangkes memeriksa sampel Covid-19 menjadi sorotan tak hanya di Indonesia, tapi juga dunia internasional. Hingga 1 Maret 2020, Indonesia belum mengonfirmasi satu kasus pun. Inilah yang menyebabkan keraguan dunia muncul. Padahal negara-negara tetangga dekat Indonesia telah mendapati masuknya Covid-19 ke negaranya.

Saat dikonfirmasi mengenai hal ini, Vivi Setiawaty, Kepala Pusat Litbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan menegaskan, laboratorium Badan Litbangkes yaitu Laboratorium Penelitian Penyakit Infeksi Nasional Prof. Dr. Oemijati telah memperoleh akreditasi dari WHO. Menurut Vivi penilaian akreditasi ini dilakukan secara berkala dan saat ini masih berlaku.

“Setiap tahun WHO melakukan quality assurance atau akreditasi ke lab kami, dan tiap tahun memang ada orang dari WHO datang untuk akreditasi Lab,” ungkap Vivi seperti dikutip dari rilis Kemenkes.

Menyikapi keraguan publik ini, pada tanggal 11 Februari 2020, Kepala Badan Litbangkes, yang saat itu masih dijabat oleh Siswanto mengundang puluhan awak media untuk melihat secara langsung laboratorium pemeriksa Covid-19 ini. Kunjungan laboratorium ini juga dihadiri oleh perwakilan WHO di Indonesia, yaitu Dr. Vinod Kumar Bura.

Selepas meninjau secara langsung laboratorium dan melihat kegiatan yang dilakukan didalamnya, Dr. Vinod menegaskan Laboratorium Badan Litbangkes mampu mendeteksi novel coronavirus atau yang belakangan dinamakan SARS Cov-2.

“Sepenuhnya yakin bahwa laboratorium ini mampu mendeteksi virus novel corona virus ini,” kata Vinod.

Kemampuan laboratorium Badan Litbangkes ini terbukti dengan ditemukannya kasus Covid-19 pertama di Indonesia yang diumumkan pada 2 Maret 2020 oleh Presiden Joko Widodo. Dua warga negara Indonesia dinyatakan positif Covid-19.

Proses pemeriksaan sampel Covid-19

Sampel Covid-19 melalui perjalanan yang panjang. Mulai dari pengambilan sampel, pengepakan, pengiriman, hingga tiba di laboratorium untuk diperiksa. Seperti apa proses pemeriksaan sampel ini?

Kambang Sariaji, yang saat ini bertugas di Laboratorium Badan Litbangkes sebagai Manajer Laboratory Information Management System (LIMS) menjelaskan, spesimen SARS Cov-2 yang diterima di Laboratorium Badan Litbangkes akan dilakukan pendataan, penyimpanan sementara, penataan, dan pelabelan di ruang BSC.

Selanjutnya, di Laboratorium Virologi, spesimen di ekstraksi untuk mendapatkan Ribonucleic Acid (RNA). Setelah itu, pemeriksaan dilakukan dengan real-time reverse transcriptase Polimerase Chain Reaction (rRT-PCR). Teknik ini mendeteksi molekul RNA hasil transkripsi (hasil salinan kode DNA) yang terdapat dalam partikel virus. Molekul RNA ini berfungsi menyimpan informasi genetik.

Hasil rRT-PCR yang positif selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan whole genome sequencing, yakni identifikasi karakteristik urutan nukleotida (asam-basa) virus Covid-19. Pemeriksaan genome sequencing ini dilakukan untuk memantau kemungkinan terjadinya perubahan karakteristik virus Covid 19


Index ePaper Download PDF ePaper