Mudahnya Menghapus Kenangan, Tetapi Karena Hati, Apakah Mungkin?
Resensi - 165 view


Judul Buku : Hujan
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Terbit : Januari 2016
Tebal : 320 halaman
Ukuran : 13.5 x 20 cm
ISBN : 978-602-03-2478-4

Rasanya kenangan sama seperti hujan. Ketika ia datang kita tidak bisa menghentikannya. Bagaimana  kita akan menghentikan tetes air yang turun dari langit? Hanya bisa ditunggu, hingga selesai dengan sendirinya.”

Mengambil latar tahun 2042-2050 ketika mobil tidak lagi memadati jalan raya, namun juga angkasa dan pemakaian tenaga manusia semakin minimal, novel ini berkisah tentang Esok dan Lail. Kisah dua anak manusia yang selamat dari bencana letusan super volkano disertai gempa vulkanik 10 skala richter. Kedahsyatan itu menghilangkan hampir setengah penduduk bumi termasuk ayah dan ibu Lail, serta empat orang saudara laki-laki Esok.

Cerita dibuka dengan kisah Lail yang mendatangi sebuah pusat terapi saraf untuk menghilangkan semua kenangan pahit dalam hidupnya dengan menggunakan sebuah teknologi canggih pada masa itu. Terapi dimulai dengan memindai peta seluruh saraf otak Lail dengan ditemani petugas bernama Elijah. Elijah mengharuskannya menceritakan secara detail semua peristiwa yang pernah ia alami, kemudian memutuskan bagian kenangan mana yang ingin ia hilangkan.

Lail memulainya dengan kembali ke 8 tahun yang lalu, ketika ia masih berumur 12. Ia menyaksikan bagaimana gempa menimbun ribuan penumpang kereta kapsul bawah tanah yang ia dan ibunya tumpangi. Hanya belasan termasuk Lail yang bisa mencapai tangga darurat. Di situlah takdir mempertemukannya dengan Esok, yang menarik tas punggungnya ketika Lail hampir jatuh terseret ke dalam lorong kereta yang ambruk.

Sejak itu Esok dan Lail selalu bersama. Mereka tinggal cukup lama di tenda pengungsian hingga Lail pindah ke panti asuhan dan Esok diangkat anak oleh walikota. Ketika berumur enam belas tahun, Esok pindah ke ibu kota untuk melanjutkan kuliah yang sebenarnya hanya kamuflase karena Esok adalah seorang jenius yang dilibatkan pemerintah dalam sebuah misi rahasia penyelamatan bumi.

Menggunakan alur campuran, penulis menggambarkan bagaimana perasaan Lail terhadap Esok tumbuh sedikit demi sedikit tanpa ia sadari. Hari itu perasaan tersebut belum tumbuh. Lail masih anak perempuan tiga belas tahun. Bertahun-tahun kemudian dia baru mengerti. Dia tidak ingin hanya dianggap adik.

Di bab lain, usianya baru empat belas tahun, Esok enam belas. Lail belum tahu perasaannya, masih beberapa tahun lagi. Tapi saat itu dia sudah tahu, Esok akan selalu penting baginya.

Mengambil isu perubahan iklim sebagai latar cerita, penulis mengajak kita ke masa depan di mana sumber daya bumi takkan cukup untuk memenuhi kerakusan manusia. Negara-negara adidaya bisa dengan begitu saja mengintervensi lapisan stratosfer dengan melepaskan anti gas sulfur dioksida. Akibatnya musim dingin berkepanjangan di negara subtropis berakhir tapi di belahan bumi tropis intervensi itu membuat cuaca menjadi tak terkendali. Suhu udara merosot drastis dan salju tebal turun.

Meski berlatarg futuristik, di mana ingatan bisa dimodifikasi, ternyata masalah hati tetap menjadi sesuatu yang tidak bisa dikendalikan. Pembaca mungkin akan gemas dengan karakter Lail yang begitu pasif atau kesal dengan Esok yang tak juga tegas dalam menyatakan perasaannya. Ditambah dengan kehadiran Claudia, anak walikota yang kedekatannya dengan Esok membuat Lail cemburu.

Sebuah pesawat ulang-alik dibuat agar penduduk bumi bisa hidup di luar angkasa. Namun sayangnya, pesawat tersebut tidak akan dapat menampung semua penduduk bumi sehingga diadakan pengundian untuk menentukan siapa saja yang bisa naik pesawat tersebut. Esok mendapat satu tiket karena merupakan salah satu penciptanya.

Puncak konflik di dalam buku ini adalah saat Lail menduga Esok meninggalkannya dan memberikan satu tiket ekslusifnya kepada Claudia untuk ikut dalam kapal raksasa yang akan membawa manusia pindah ke planet lain. Saat itulah, Lail memutuskan menghapus semua kenangan akan Esok.

Bagaimana kah akhir kisah Lail dan Esok?

Rasanya buku ini dapat menjadi salah satu buku yang dapat dinikmati selama melakukan aktivitas #dirumahsaja.

 

Penulis: Dewi Indah Sari


Index ePaper Download PDF ePaper