Pelayanan Kesehatan Holistik di RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang
Potret - 255 view


Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang (RSJ Soerojo Magelang) merupakan Pusat Rujukan Nasional di bidang Kesehatan Jiwa. Meski demikian, RSJ Soerojo Magelang mengedepankan pelayanan kesehatan holistik baik jiwa maupun fisik. 

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama RSJ Soerojo Magelang, dr. Eniarti, M.Sc., Sp.KJ., MMR., kepada Mediakom saat mengunjungi RSJ tersebut. “Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) punya hak yang sama dengan pasien umum sesuai dengan amanah Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Misalnya, saat kaki patah tetap mendapatkan pelayanan dari dokter ortopedi,” jelasnya. 

Menjadi Badan Layanan Umum (BLU) sejak tahun 2007, RSJ Soerojo Magelang terus bebenah diri untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Hal itu terbukti dengan keberhasilan RSJ Soerojo Magelang meraih status terakreditasi paripurna di tahun 2015 dan 2019, serta meraih Wilayah Bebas Korupsi (WBK) di tahun 2017. 

“Saat ini Rumah Sakit kami sedang memperjuangkan untuk meraih status Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) bersama Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten dan RS Kanker Dharmais,” dr. Eni memaparkan. 

Berdiri tegak di lahan seluas 38 hektare dengan kapasitas 500 Tempat Tidur (TT), RSJ Soerojo Magelang tidak hanya melakukan pelayanan psikiatri. Sekitar 15% dari TT dialokasikan untuk pelayanan kesehatan umum. RS juga memiliki 8 spesialisasi, meliputi dokter spesialis bedah, penyakit dalam, anak, kebidanan dan kandungan, saraf, radiologi, dan anestesi. 

“Pelayanan yang ada sudah melebihi RSU Tipe C, namun termasuk RS Tipe B Kurus, karena subspesialisasi masih kurang 2,” tegas dokter yang menjabat sebagai Direktur Utama RSJ Soerojo Magelang sejak tahun 2018 ini. 

RSJ Soerojo Magelang awalnya bernama“Krankzinningengesticht” dan berdiri sejak zaman Pemerintahan Hindia Belanda di tahun 1923. RS terletak 4 kilometer dari pusat Kota Magelang, di tepi jalan raya yang menghubungkan Yogyakarta, Semarang, dan Purworejo. Saat ini RSJ tercatat sebagai situs cagar budaya di Jawa Tengah.

Sebagai RS BLU dan melayani pasien ODGJ yang notabene sebagian besar merupakan pasien tanpa jaminan kesehatan, tidak membuat RSJ Soerojo Magelang berkecil hati. “Kami Lillahi Ta’ala (bekerja sebagai ibadah),” ujar dr. Eni. 

Kondisi itu, jelas dia, malah menjadi pemicu bagi RSJ Soerojo Magelang untuk terus berinovasi dan mengembangkan pelayanan yang ada. Di antaranya dengan melakukan pendekatan mulai dari promotif sampai rehabilitatif yang dapat membantu urusan efisiensi serta penambahan pendapatan untuk RSJ ini. “Sumber mata air yang kami miliki, kami manfatkan untuk menghasilkan Tajwa, produk air mineral lokal di RS,” ungkap dr. Eni. 

Sejak adanya Peraturan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Dirjen P2P) pada Juli 2019 yang memperkenankan RS melakukan vaksin internasional, RSJ Soerojo Magelang juga menyediakan vaksin Meningitis, Influenza, dan Hepatitis. Memanfaatkan area RS yang luas, RSJ Soerojo Magelang juga menyedikan lahan untuk keperluan Manasik Haji bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Ibadah Haji (BPIH).

Pelayanan Unggulan 

Pelayanan kesehatan jiwa anak dan remaja di RSJ Soerojo Magelang menjadi pelayanan kesehatan unggulan. Pelayanan yang diberikan meliputi pelayanan, pendidikan dan penelitian, serta pelatihan. Fokus pelayanan kesehatan unggulan ini tidak hanya pada anak dan remaja yang sakit, melainkan juga untuk anak yang sehat. “Untuk assesment IQ dan keseminatan,” dr. Eni mencontohkan. 

Pelayanan kesehatan jiwa kepada anak dan remaja dilaksanakan secara terpadu oleh Tim Clinical Leader yang terdiri dari psikiater, psikolog, dokter anak (pediatrisian), occupational therapist, neurolog, ahli gizi anak, speech therapist, dan pekerja sosial. Tujuan dari pelayanan kesehatan jiwa kepada anak dan remaja ini adalah ntuk memelihara dan menigkatkan derajat kesehatan anak dan remaja, mendorong peran keluarga dan masyaraka, serta mengembangkan dan meningkatkan mutu serta jangkauan pelayanan kesehatan jiwa anak dan remaja. 

Intervensi kesehatan jiwa anak dan remaja tidak hanya dilakukan kepada anak saja, melainkan juga kepada lingkungan keluarga dan sekolah. Eni memberi contoh, timnya memberikan pendidikan sehat jiwa kepada Guru Bimbingan Penyuluhan (BP), bagaimana cara assessment sehat jiwa di masing-masing sekolah. “Selain itu juga ada penambahan Modul Sahabat Tempat Curhat untuk Palang Merah Remaja (PMR) di sekolah,” pungkasnya. 

Klinik Kemuning

Inovasi lain yang ada di RS ini adalah pelayanan yang akrab disapa “Pentol” dan ada di Klinik Kemuning. Ini adalah pelayanan kesehatan tradisional terintegrasi. Pelaksanaannya dilakukan secara bersama oleh tenaga kesehatan dan tenaga kesehatan tradisional untuk pengobatan/perawatan pasien/klien. 

Pelayanan  kesehatan  tradisional yang telah terbukti aman dan bermanfaat dapat diintegrasikan ke dalam fasilitas pelayanan kesehatan konvensional. Seperti akupuntur dan akupresur sebagai metode pengobatan dan obat herbal sebagai produk kesehatan.

Eni menjelaskan, seorang neurolog di RS ini misalnya, boleh merujuk pasien ke Klinik Kemuning untuk dilakukan akupuntur pada lengan pascastroke. Dokter rehab medik juga bisa mengirim pasien ke Klinik Kemuning untuk mendapat perawatan akupuntur dan akupresur. Pelayanan unggulan lain yang ada di RSJ Soerojo Magelang di antaranya adalah Pelayanan Endokrin, NAPZA, Trauma Center, dan Instalasi Penilaian Kapasitas Mental (IPKM).

Penulis: Nani Indriana

Editor: Sopia Siregar


Index ePaper Download PDF ePaper