Penanganan Orang Diduga Terinfeksi Covid-19
Media Utama - 119 view


Penanganan Orang Diduga Terinfeksi Covid-19

Penulis: Prawito dan Resty Kiantini, Editor: Sulistyo

Kementerian Kesehatan memberikan pengertian mengenai suspect, PDP, dan ODP. Sementara mereka yang dinyatakan positif Covid-19 akan mendapat perawatan khusus di pelayanan kesehatan yang telah di tetapkan.

ODP (Orang Dalam Pemantauan) adalah orang yang memiliki gejala ringan seperti batuk, sakit tenggorokan, demam, tetapi tidak ada kontak erat dengan penderita positif.

Orang dengan status ODP biasanya tidak perlu rawat inap di rumah sakit tetapi akan diminta untuk melakukan isolasi secara mandiri di rumah setidaknya selama 14 hari hingga kondisi membaik.

Namun, jika selama isolasi mandiri kondisi tak kunjung membaik dan justru memburuk maka sebaiknya segera menghubungi rumah sakit terdekat.

“Terminologi Orang dalam Pemantauan adalah semua orang yang masuk ke Indonesia baik WNI (Warga Negara Indonesia) atau WNA (Warga Negara Asing) yang berasal dari negara yang sudah diyakini terjadi penularan antar manusia,” ujar juru bicara pemerintah untuk menangani Covid-19, dr. Acmad Yurianto sebagaimana dikutip dari rilis Kemenkes.

PDP (Pasien Dalam Pengawasan) adalah  orang yang sudah  menunjukkan gejala terjangkit Covid-19 seperti demam, batuk, pilek, dan sesak napas. "PDP ini yang harus betul-betul kita perlakukan dengan baik karena sudah jadi pasien," kata Yuri.

Semua Pasien dalam Pengawasan langsung diperiksa dalam rangka menemukan secara cepat.

Bagaimana dengan pengambilan spesimen? Spesimen diambil dari 3 tempat di dalam tubuh yakni pada dinding di belakang hidung, melalui mulut, dan bronkoskopi yang dilakukan di RS rujukan infeksi.          

Selanjutnya adalah suspect, yaitu orang atau pasien dengan pengawasan yang menunjukkan gejala (seperti demam, batuk, sesak napas, sakit tenggorokan, dan gangguan saluran pernafasan), pernah melakukan perjalanan ke daerah yang terjangkit dan melakukan kontak atau bertemu dengan orang yang positif Covid-19.

Pasien suspect  COVID-19 akan diperiksa spesimennya menggunakan dua metode: Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Genome Sekuencing. "Begitu dinyatakan suspect, kita lakukan pemeriksaan (spesimen), confirm-enggak. Kalau confirm, positif Covid-19," sebut Yuri.

Perawatan

Yuri mengatakan, pasien yang sudah dinyatakan positif akan menjalani isolasi. "Yang pasti dilakukan isolasi agar pasien tersebut tidak menularkan virus corona kepada yang lain," kata Yuri seperti dilansir Kompas.com.

Pengobatan yang diberikan kepada pasien disesuaikan dengan keluhan yang diderita dan berdasarkan hasil pemeriksaan dokter. "Istilahnya ya itu tadi, simtomatis, yang dikeluhkan, ya itu yang diobati. Tapi yang pasti adalah memperbaiki kondisi umum agar menjadi lebih baik," tambah Yuri.

Pasien Covid-19 dapat meninggalkan ruang perawatan apabila memenuhi sekurangnya dua kriteria yakni pasien tersebut tidak ada keluhan fisik dan hasil laboratorium pasien positif corona harus diperiksa minimal dua kali dan hasilnya negatif.

"Dari pemeriksaan laboratorium tidak ditemukan adanya virus Covid-19, maka pasien boleh pulang dan dinyatakan bebas corona," sebut Yuri.

Isolasi Mandiri

Bagi pasien yang telah dinyatakan sembuh tetap harus melakukan self isolated atau mengisolasi dirinya sendiri setibanya di rumah. Ini dilakukan di antaranya dengan menggunakan masker, menjaga kondisi kesehatan, dan tidak menggunakan alat makan dan minum bersama dengan keluarganya yang lain.

Meski tidak ada kewajiban untuk menjalani tes lagi setelah dinyatakan sembuh, tetapi yang bersangkutan harus melakukan kontrol ke rumah sakit sesuai yang ditentukan. 

"Kalau sudah tidak ada keluhan ya tidak akan dites lagi. Kan sebelumnya sudah 2 kali dites dan hasilnya negatif. Semua pasien yang lepas perawatan itu masih kontrol ke rumah sakit," ujar Yuri.


Index ePaper Download PDF ePaper