Pertempuran Kedua
Etalase - 104 view


Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mencatat peningkatan jumlah daerah berstatus zona merah. Semula hanya 13 daerah pada 30 Mei, lalu bertambah 17 daerah pada 6 Juni, dan terus meningkat menjadi 29 daerah pada 20 Juni lalu. Hal ini terjadi karena bertambahnya jumlah kasus COVID-19 daerah tersebut. Sebenarnya, kasus harian COVID-19 sempat turun hingga 2.385 pada 15 Mei,  kemudian naik menjadi 9.944 kasus pada 16 Juni dan meningkat lagi mencapai 21.342 pada 27 Juni lalu.

Situasi ini menjadi lebih berat ketika muncul tiga varian baru yang terdeteksi sudah masuk ke Indonesia, yakni varian Alfa dari Inggris, Beta dari Afrika Selatan, dan Delta dari India. Kehadiran mereka menyebabkan tingkat  penularan virus semakin tinggi.

Contohnya adalah peningkatan kasus COVID-19 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah pada awal Juni 2021. Data kasus harian di sana naik hingga 7.594 persen pada 9 Juni lalu, hanya kurang lebih tiga pekan setelah lebaran. Sebelumnya, jumlah kasus harian hanya 129 pada 12 Mei dan langsung meroket hingga 2.342 kasus pada 12 Juni.

Nah, agar kasus COVID-19 tidak terus naik tanpa kendali, maka perlu upaya pengendalian secara terintegrasi dengan berbagai pendekatan. Sekurang-kurangnya ada tiga pendekatan yang dapat diambil, yaitu pendekatan wilayah hulu, wilayah hilir, dan deteksi dini varian baru.

Untuk pendekatan wilayah hulu, pemerintah berupaya mempercepat vaksinasi kepada seluruh rakyat Indonesia. Untuk mendukungnya, Kementerian Kesehatan telah menerbitkan Surat Edaran Percepatan Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 Melalui Kegiatan Pos Pelayanan Vaksinasi dan Optimalisasi UPT Vertikal Kementerian Kesehatan.

Pendekatan wilayah hilir dilakukan pemerintah dengan menyediakan 94.420 tempat tidur di seluruh rumah sakit pada 24 Juni lali. Tempat tidur ini diperuntukkan bagi ruang isolasi maupun tempat perawatan untuk kasus intensif (ICU). Bila masih kurang, pemerintah daerah dapat menambah tempat tidur di rumah sakit umum daerah. Sekiranya hal ini masih kurang juga, pemerintah akan membuka rumah sakit lapangan.

Untuk mendeteksi dini varian baru COVID-19,  sudah ada 17 laboratorium yang siap melakukan pemeriksaan. Meskipun belum semuanya mempunyai alat, mereka tetap melakukan preparasi spesimen. Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk menentukan apakah virus itu masuk kategori variants of interest (VOI)  atau variants of concern (VOC).

Kita berharap melalui tiga pendekatan ini serta upaya dari berbagai pihak, termasuk komunitas, organisasi massa, lembaga swadaya masyarakat, dan seluruh anggota masyarakat, secara perlahan kita segera dapat mengendalikan dan menurunkan jumlah kasus COVID-19. Bila itu terwujud, maka kita semua dapat kembali hidup normal seperti sebelumnya. Amin.


Index ePaper Download PDF ePaper