Pertolongan pada Anak yang Disengat Lebah
Info Sehat - 295 view


Bermain di luar rumah merupakan salah satu aktivitas yang digemari oleh anak-anak. Namun saat anak bermain di luar rumah ada kemungkinan mengalami hal bahaya seperti tersengat lebah. Lantas bagaimana pertolongan yang harus diberikan saat anak tersengat lebah?

“Yang pertama-tama dapat dilakukan orang tua adalah mengevaluasi luka bekas sengatan lebah terlebih dahulu. Umumnya bekas sengatan lebah akan membentuk dome disertai dengan area merah kehitaman di sekitarnya. Efek tersebut umumnya bersifat lokal di area bekas sengatan lebah,” demikian disampaikan oleh Dr. Nia Kurniati Sp.A(K). dari Divisi Alergi Imunologi Dept. Ilmu Kesehatan Anak FKUI–RSCM, dilansir dari aplikasi Primaku.

Nia menjelaskan bahwa tidak jarang lebah meninggalkan sengatnya di area bekas sengatan dimana sengatnya itu memiliki kantung yang berisi enzim. Bila digosok secara sembarang, kata Nia, kantung tersebut dapat pecah dan melepaskan enzimnya keluar. 

“Enzim tersebut dapat menyebabkan peradangan yang meluas sesuai dengan area kulit yang digosok. Sebaiknya, bila masih terdapat sengat, orang tua dapat mencabut sengat tersebut dengan pinset atau jarum. Setelah itu, luka bekas sengatan dapat didinginkan untuk mengurangi nyeri,” papar Nia.

Tanda-tanda Sengetan yang Berbahaya

Nia menambahkan meski efek sengatan lebah tergolong ringan namun orang tua patut mengenali tanda-tanda sengatan yang bisa menimbulkan bahaya. “Orang tua harus segera membawa anaknya ke rumah sakit, bila pada luka bekas sengatan lebah terdapat bengkak yang meluas, suara anak berubah menjadi lebih berat dan anak tampak kesulitan bernapas,” sebut Nia.

Lebih lanjut Nia mengatakan, anak yang alergi terhadap gigitan serangga lebih rentan mengalami efek yang lebih berat akibat sengatan lebah. Anak yang mengalami reaksi alergi hebat (lebih dikenal sebagai anafilaksis) akan memerlukan pengobatan dengan segera dan pemantauan di ruang rawat untuk mencegah reaksi anafilaksis berulang.

Tidak Dianjurkan Menjalani Terapi Tradisional 

Sementara terkait pengetahuan yang beredar di masyarakat bahwa apabila disengat lebah dapat menggunakan terapi tradisional seperti daun bunga papaya, baking soda, pasta gigi, Nia menyatakan, terapi tradisional tersebut tidak dianjurkan. “Terapi tradisional yang beredar di masyarakat masih belum terbukti secara klinis dan belum ada penelitian untuk mengetahui khasiatnya,” sahut Nia.

Bahkan, lanjut Nia, menggunakan terapi tradisional untuk mengobati sengatan lebah bisa berbahaya karena kita tidak tahu apakah bahan yang dipakai steril atau tidak. Bila kita mengoleskan bekas luka dengan bahan yang sembarang, justru dapat menimbulkan infeksi, memperberat luka, dan mengakibatkan penyembuhannya semakin lama.

Menurut Nia, orang tua dapat membawa anaknya ke rumah sakit atau pusat kesehatan terdekat untuk memastikan kondisi anaknya yang disengat lebah. “Obat-obatan yang umumnya diberikan oleh dokter berupa obat anti nyeri dan obat oles yang mengandung steroid,” tutup Nia.

Penulis : Didit Tri Kertapati

Editor : Prima Restri 


Index ePaper Download PDF ePaper