Pesan-Pesan Penting Menkes Kepada Tiga RS Milik Pemerintah
Lipsus - 135 view


Menteri Kesehatan Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K) RI, melakukan sejumlah kunjungan kerja ke beberapa rumah sakit milik pemerintah. Dalam kunjungannya, mantan Kepala Rumah Sakit Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto menyampaikan sejumlah pesan, redaksi merangkumnya pada rubrik liputan khusus kali ini.

Pertama, saat menghadiri pertemuan dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta. Menkes berpesan agar dalam perencaanan anggaran jangan selalu berpatokan pada peralatan yang mahal terlebih alat tersebut harus diimpor.

“Saya selalu berpikir realistis, karenanya harus bisa merealisasikan anggaran dengan baik, jangan sampai uang tersebut larinya ke alat saja, apalagi alat yang berasal dari luar negeri. Kalau larinya ke dokter saya malah senang, artinya dokter saya sejahtera,” sebut Menkes Terawan.

Menurut Menkes, produksi alat kesehatan dalam negeri saat ini sudah banyak yang bagus sehingga layak digunakan oleh rumah sakit karena juga telah sesuai ketentuan standar alat kesehatan yang berlaku di Indonesia. “Janganlah kita ada kompetensi yang membebani, gunakan bahan yang semuanya Indonesia saja, kan sudah ada yang SNI, jangan dikit-dikit luar,” saran Menkes.

Kedua, Menkes beserta sejumlah pejabat Kemenkes melakukan pertemuan dengan pejabat Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Pada kunjungan tersebut salah satu yang dibahas adalah mengenai defisit BPJS Kesehatan yang mempengaruhi pendapatan RSCM, untuk mengatasinya dalam kesempatan tersebut Menkes menyarankan agar RSCM melakukan diversifikasi usaha.

“Jadi kita harus ada inovasi dan diversifikasi usaha. Kuncinya itu, kalau mau ya praktik sore di RSCM, harus hidup di negeri sendiri, negerinya mana? ya RSCM,” sebut Menkes.

Menkes juga mengusulkan agar RSCM menyediakan layanan bagi keluarga pasien yang menunggu di rumah sakit seperti layanan spa. Selain itu, Menkes juga meminta agar pihak RSCM perlu memperhatikan cash flow rumah sakit sehingga tidak menimbulkan defisit pada keuangan.

“Mau sehebat apapun ilmunya akan terbentur di masalah sarana prasarana, anggaran, dan sebagainya. Mudah-mudahan pertemuan kita akan bisa mempererat tali persaudaraan, membuat kinerja semakin baik, dan juga paling tidak membuat permasalahan defisit neraca keuangan bisa terbantu,” ucap Menkes.

Ketiga, Menkes menghadiri peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-26 Rumah Sakit Kanker Dharmais. Selain meminta rumah sakit kanker Dharmais melakukan inovasi-inoavsi juga berpesan agar memberikan pelayanan kepada pasien dengan baik.

“Rumah Sakit Dharmais selayaknya lebih meningkatkan inovasi-inovasi dalam setiap aspek pelayanan kepada pasien dengan yang berorientasi pada patient centerness, selain itu seluruh SDM Rumah Sakit Kanker Dharmais harus menerapkan budaya pelayanan dengan hati,” kata Menkes.

Terkait inovasi yang dilakukan, Menkes menyampaikan sudah selayaknya berkaitan dengan kekhasan rumah sakit kanker Dharmais yang menjadi rujukan pasien kanker nasional. “Mulai gaungkanlah kemoterapi tanpa sakit, atau kemoterapi tanpa daya tahan tubuh turun, kemoterapi yang tetap senyum artinya pagi dikemo siang atau sore di mal. Karena itu harus dibuat inovasi-inovasinya,” imbuh Menkes.

Menkes berharap dengan adanya inovasi baru yang dibuat dapat menjadikan rumah sakit kanker Dharmais menjadi rumah sakit Internasional yang mampu bicara di kawasan Asia. Menkes juga mengatakan agar pihak rumah sakit tidak ragu keluar dari zona nyaman yang selama ini dijalankan, salah satunya adalah dengan membuat layanan berbasis home care.

“Apabila tempat tidur hanya sedikit, ya aktifkan home care biar penghasilan dokter dan perawat nambah. Kan ngak mungkin homecare didukung BPJS, sehingga bisa menambah pendapatan, kesejahteraannya naik. Jadi kita harus keluar dari sekat-sekat pembatas untuk menambah penghasilan,” tutur Menkes.

Terakhir, Menkes berpesan segala inovasi yang dilakukan tetap harus mengedepankan keselamatan pasien menjadi yang utama.

“Kita harus selalu berinovasi, inovasi terkadang tidak menyamankan orang lain, kalau sudut pandangnya berbeda dengan kita. Namun tidak salah, ya nggak apa-apa, jalan terus saja, yang penting keselamatan pasien bisa kita capai, dan juga safety patient bisa kita rengkuh,” pungkas Menkes Terawan.

 

Penulis : Didit Tri Kertapati

Editor : Prima Restri 


Index ePaper Download PDF ePaper