Protokol Covid-19
Media Utama - 225 view


Protokol Covid-19

Penulis : Faradina Ayu, Editor : Sulistyo

Pemerintah menyusun protokol utama sebagai upaya penanganan kasus penyebaran COVID-19 di Indonesia. Penyusunan protokol tersebut melibatkan berbagai kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Kesehatan.

Ada lima protokol yang diterbitkan: Protokol Kesehatan, Protokol Komunikasi, Protokol Pengawasan Perbatasan, Protokol Area Insitusi Pendidikan, dan Protokol Area Publik dan Transportasi. Protokol tersebut akan dilaksanakan di seluruh Indonesia oleh pemerintah dengan dipandu secara terpusat oleh Kementerian Kesehatan.

Kelima protokol tersebut tertuang dalam Surat  Edaran Menteri Kesehatan nomor HK.02.01/MENKES/199/2020 tentang Komunikasi Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). 

Protokol Kesehatan Penanganan COVID-19

1. Jika Anda merasa tidak sehat dengan kriteria:

2. Demam lebih dari 38°C; dan

3. Batuk/ pilek/nyeri tenggorokan, istirahatlah yang cukup di rumah dan minum air yang cukup. Bila tetap merasa tidak nyaman, keluhan berlanjut, atau disertai dengan kesulitan bernapas (sesak atau napas cepat), segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).

 

Pada saat berobat ke fasyankes, Anda harus lakukan tindakan berikut:

a. Gunakan masker.

b. Apabila tidak memiliki masker, ikuti etika batuk/bersin yang benar dengan cara menutup mulut dan hidung dengan tisu atau lengan atas bagian dalam.

c. Usahakan tidak menggunakan transportasi massal.

d. Tenaga kesehatan (nakes) di fasyankes akan melakukan screening pasien dalam pengawasan COVID-19:

e. Jika memenuhi kriteria pasien dalam pengawasan COVID-19, maka Anda akan dirujuk ke salah satu rumah sakit (RS) rujukan.

f. Jika tidak memenuhi kriteria pasien dalam pengawasan COVID-19, maka Anda akan dirawat inap atau rawat jalan, tergantung diagnosa dan keputusan dokter fasyankes.

g. Jika akan diantar ke RS rujukan menggunakan ambulans fasyankes, didampingi oleh nakes yang menggunakan alat pelindung diri (APD).

h. Di RS rujukan, bagi Anda yang memenuhi kriteria pasien dalam pengawasan COVID-19, akan dilakukan pengambilan spesimen untuk pemeriksaan laboratorium dan dirawat di ruang isolasi.

i. Spesimen akan dikirim ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Jakarta.

 

Hasil pemeriksaan pertama akan keluar dalam waktu 1 x 24 jam setelah spesimen diterima.

1. Jika hasilnya positif :

2. maka Anda akan dinyatakan sebagai kasus konfirmasi COVID-19.

3. Sampel akan diambil setiap hari.

 

Anda akan dikeluarkan dari ruang isolasi jika pemeriksaan sampel dua kali berturut-turut hasilnya negatif. Jika hasilnya negatif, Anda akan dirawat sesuai dengan penyebab penyakit.

 

Jika Anda sehat, tapi:

a. Ada riwayat perjalanan 14 hari yang lalu ke negara dengan transmisi lokal COVID-19, lakukan self monitoring melalui pemeriksaan suhu tubuh 2 kali. Jika muncul demam lebih dari 38°C atau gejala pernapasan seperti batuk/ pilek/nyeri tenggorokan/sesak napas, segeralah periksakan diri Anda ke fasyankes.

b. Merasa pernah kontak dengan kasus konfirmasi COVID-19, segeralah melapor ke petugas kesehatan dan periksakan diri Anda ke fasyankes. Untuk selanjutnya, Anda akan diperiksa spesimennya.

Terkait dengan Protokol Area Institusi Pendidikan, pemerintah mengimbau sekolah-sekolah harus menyediakan sarana cuci tangan.

Pemerintah menginstruksikan seluruh warga sekolah untuk selalu hidup bersih dan sehat untuk menjaga kesehatan tubuh. Setiap sekolah harus membersihkan ruangan dan fasilitas sekolah 1 kali sehari miminal menggunakan zat disinfektan.

Dalam protokol tersebut juga diatur agar pihak institusi pendidikan harus bisa melakukan skrining awal terhadap warga pendidikan yang punya keluhan sakit, untuk selanjutnya diinformasikan dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam Protokol di Area dan Transportasi Publik, tak jauh berbeda dari protokol area Institusi Pendidikaln, pemerintah juga mengimbau agar memastikan seluruh area umum dan transportasi umum dalam keadaan bersih. Dilakukan pembersihan pada area dan transportasi publik menggunakan disinfektan minimal 3 kali sehari, terutama pada waktu aktivitas padat di setiap lokasi representatif.

Pada protokol ini pemerintah juga menginstruksikan agar sosialisasi tentang cuci tangan pakai sabun dan etika batuk/bersin dilakukan secara teratur dan menyeluruh.

Protokol Komunikasi, yang menjadi panduan bagi seluruh elemen pemerintah dalam memberi informasi seputar Covid-19 kepada public, juga mengatur alur komunikasi pusat dan daerah.

Dengan adanya protokol ini, diharapkan komunikasi dan informasi mengenai penanggulangan Covid-19 mulai dari level pusat hingga daerah dapat diketahui oleh masyarakat luas secara komprehensif, berkala, dan transparan. Dengan demikian, masyarakat mendapatkan pemahaman yang menyeluruh mengenai hal-hal yang harus dilakukan.

Selain itu, melalui protokol ini diharapkan akan terwujud komunikasi pemerintah yang baik sehingga tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat.

Kemudian Protokol Perbatasan merupakan protokol yang mengatur mengenai manajemen cegah-tangkal di area pintu masuk negara (bandara, pelabuhan, dan PLBDN) dalam mengantisipasi Covid-19.


Index ePaper Download PDF ePaper