Rayakan Idul Fitri di Masa Pandemi COVID-19
Kilas Internasional - 163 view


Pandemi COVID-19 yang masih berlangsung hingga saat ini, membuat umat muslim  merayakan Idul Fitri dengan suasana yang berbeda dari biasanya. Seperti, jika biasanya melakukan shalat Idul Fitri secara berjamaah di masjid, kali ini cukup melakukannya di rumah saja. Dan, yang biasanya berkunjung ke rumah-rumah sanak keluarga atau kerabat, saat ini harus mengurangi kegiatan tersebut karena diharuskan menerapkan protokol kesehatan, yakni physical distancing.

Pemerintah pun mengatur sedemikian cara agar meski pandemi masih berlangsung, umat muslim tetap dapat merayakan Idul Fitri dengan tenang. Melansir www.dw.com, berikut ini informasinya.

Arab Saudi

Pemerintah Arab Saudi memberlakukan aturan ketat pelaksanaan shalat Idul Fitri di Mekkah dan Madinah akan dilakukan dengan jumlah jamaah yang dibatasi. Hal ini dilakukan karena terjadi peningkatan kasus penderita COVID-19 selama Ramadhan.

Turki

Negara yang terletak di dua benua ini, sejak 16 Maret telah menetapkan aturan larangan shalat berjamaah di masjid selama masa pandemi. Di hari Idul Fitri berlangsung, diberlakukan jam malam yang lebih ketat di 81 provinsi serta larangan untuk saling berkunjung.

Mesir

Mesir sejak Idul Fitri memberlakukan jam malam yang lebih panjang. Selain itu, angkutan umum juga dilarang beroperasi selama 6 hari terhitung mulai hari Minggu,  24 Mei 2020.

Malaysia

Pihak berwenang Malaysia telah mengizinkan masjid untuk dibuka kembali namun jumlah jamaah dibatasi hanya boleh 30 orang saja. Sementara warga yang hendak balik kampong dilarang oleh polisi setempat dan, tradisi open house tidak diperkenankan, pertemuan kunjungan saat Idul Fitri dibatasi untuk 20 orang di rumah yang sama.

Negara-negara Balkan

Di negara-negara yang berada di kawasan Balkan, seperti di Bosnia, tepatnya di Sarajevo, sejak 6 Mei masjid telah dibuka, warga sudah boleh shalat berjamaah di masjid dengan kewajiban menggunakan masker dan menjaga jarak, tetapi lansia tetap diimbau untuk shalat di rumah. Kondisi di Kosovo tak terlalu berbeda, shalat Idul Fitri dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat dan jumlah jamaah yang terbatas.

Penulis: Didit Tri Kertapati


Index ePaper Download PDF ePaper