Rehat Kehidupan
Lentera - 269 view


Manusia hidup seperti roda berputar, terkadang putaranya lambat, terkadang cepat atau cepat sekali. Baik putaran aktifitas fisik, pikiran maupun hatinya. Saat kondisi fisik dan psikis mendukung, maka tak ada masalah dengan putaran tersebut, sehingga hampir tak ada jeda untuk istirahat walau sejenak. Putaran itu berlangsung 24 jam, 7 hari, 1 bulan dan seterusnya hingga bertahun-tahun. Mulai pagi siang malam hingga pagi lagi, terus sibuk atau menyibukan diri. Putaran ini, ibarat mesin kendaraan yang tak pernah mati terus berputar sepanjang waktu, mengejar target setoran, tak pernah istirahat untuk melakukan servis mesin.

Apa yang terjadi, suatu saat pasti mesin kendaraan itu akan mati dan berhenti total, karena ada kerusakan mesin yang sangat parah. Ia harus turun mesin mengganti banyak onderdil karena rusak parah, tak dapat digunakan lagi, karena sudah tak berfungsi sebagaimana mestinya. Maka, wajar kalau mesin itu kemudian mati total. Nah, manusia juga dapat seperti mesin itu, bila tak mendapat perawatan rutin dan teratur.

Irwan (33), sebut saja begitu. Selama hidup tampak tak ada keluhan yang berarti, selalu sehat dan bugar. Setiap hari pergi pulang Bogor-Jakarta, menempuh jarak 70 kilometer dengan kendaraan roda dua, bekerja mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga dan anak-anaknya. Bertubuh atletis, ideal karena komposisi berat badan dan tinggi seimbang. Selalu terlihat ceria, bahagia dan menyenangkan. Banyak humor dan bercanda, ketika bertegur sapa dengan teman sejawatnya.

Suatu saat, datang informasi dalam whatsapp gruop tempatnya bekerja, bahwa Irwan dikabarkan masuk UGD salah satu RSUD di Bogor, terdiagnosa ada infeksi pada parunya. Tak lama kemudian, ada informasi jantungnya juga bermasalah, karena ada penyempitan pembuluhnya. Dokter merekomendasi harus pemasangan ring jantung. Pekan berikutnya, juga ada keluhan kepalanya sakit dan nyeri, setelah di MRI, ternyata ada tumor di kepalanya. Di titik ini, baru disadari ternyata kesehatan memerlukan perawatan dan pemeliharaan, agar tetap terjaga kesehatan dan berlangsung lebih lama.

Untuk penyembuhan penyakitnya yang cukup berat ini, Irwan harus melewati beberapa tahapan yang harus dijalani dengan patuh dan ketat. Tim medis telah memberikan arahan dan saran secara lengkap dan bertahap dari ke tiga penyakit yang dideritanya. Tentunya, hal ini memerlukan waktu dan biaya yang besar, apalagi yang bersangkutan belum mempunyai Jaminan Kesehatan Nasional

Nah, belajar dari kasus di atas, saat sibuk dan badan sehat, seseorang tetap memerlukan jeda untuk rehat dan istirahat walau sejenak, tapi teratur. Sebab itu, kita harus mampu mengatur dan mengendalikan aktifitas, bukan sebaliknya, yakni akfitas yang mengendalikan kita. Karena kita yang lebih tahu tentang kekuatan, kondisi kesehatan dan kebutuhan akan aktifitas. Guna mangatur jeda-jeda kehidupan, ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian sebagai berikut:

Pertama, rehat secara jasmani. Kita harus mempunyai waktu khusus untuk rehat setiap harinya, setiap pekan, bulan dan tahunnya. Untuk rehat setiap hari ada 24 jam sehari semalam,  terbagi menjadi 3 waktu. Misalnya 8 jam untuk kerja, 8 jam untuk istirahat (tidur) dan 8 jam untuk istirahat di luar jam kerja. Istirahat yang terakhir ini untuk makan, ibadah, bercengkerama dengan teman, keluarga, saudara dan tetangga.

Rehat fisik ini memang tidak baku dan kaku, sangat fleksibel, tapi wajib teralokasi secara proporsional dan teratur, tidak boleh asal ada. Seperti halnya kebutuhan tentang makan dan minum. Harus terpenuhi sesuai kebutuhan dan teratur, tak boleh asal terpenuhi, tapi ngak teratur, karena hal ini akan memberi dampak negatif dalam jangka panjang.

Misalnya ketika badan terasa lelah, kepala sakit, karena padatnya aktifitas yang tak kunjung selesai dalam waktu tertentu. Lelah dan sakit kepala harus dipahami sebagai alarm tubuh untuk segera memberi haknya beristirahat guna mengembalikan kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak boleh dipaksakan terus beraktifitas, karena akan berakibat buruk dari sisi kesehatan. Sementara kita sepakat, kesehatan adalah hal utama dalam hidup. Sebab, bila jatuh sakit, semua yang ada tak punya arti apa-apa.

Rehat fisik itu, seperti perjalanan panjang, kemudian berhenti sejenak di rest area, buang air kecil, karena telah tertahan beberapa waktu, makan karena sudah lapar dan waktunya makan dan mungkin perlu tidur sejenak, karena terlalu lelah dalam perjalanan, guna memulihkan stamina. Nah, dalam kehidupan kita sehari-hari juga harus tersedia waktu rehat ini secara berkala dan teratur. Sehingga tubuh tetap sehat dan bugar. 

Kedua, rehat secara rohani. Kita harus mempunyai waktu khusus untuk mengisi kebutuhan rohani, jangan sampai kering karena terlupakan, sehingga kering kerontang tak bersisa. Hal ini terjadi ketika hidup terasa galau, resah dan gelisah. Tingkat kecemasan meningkat, emosi tak terkendali dan stress tak kunjung berhenti, padahal upaya untuk menghilangkan stress sudah dilakukan. Akibatnya akan berlanjut pada gangguan kesehatan fisik, seperti penyakit magnya kumat, migran dan penyakit fisik lannya.

Rehat rohani bisa kita lakukan dengan meningkatkan ibadah, mengingat Allah Tuhan Yang Maha Kuasa, apapun agamanya. Membaca buku yang dapat mencerahkan jiwa, rekreasi bersama keluarga atau teman, olah raga dan merenung sejenak dalam doa tentang hakekat hidup, apa yang akan dicari dalam hidup, apa tujuan utama hidup, mau apa dan kemana akhir dari hidup ini. Meminta ampun atas salah dan dosa, yang berakibat buruk dalam hidup, sampai terasa ringan di hati dan pikiran, terlepas beban berat kehidupan, sehingga muncul kembali semangat berbuat baik kepada sesama.

Ketiga, melakukan medical chek up, memeriksakan kesehatan secara rutin setiap tahun sekali, untuk mengetahui tingkat kesehatan diri. Mulai pemeriksaan fisik, darah urin, jantung, paru dan pemeriksaan lain yang dianggap perlu. Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan tersebut seseorang dapat melakukan perbaikan perilaku hidup sehat yang akan menunjang kesehatannya. Mulai dari pola makan, pola olahraga dan pola kerja yang harus dipenuhi. Apabila ditemukan kondisi yang tidak sehat, segera melakukan rekomendasi hasil pemeriksaan seperti berobat kepada dokter spesialis tertentu.

Melalaui dengan ketiga aksi diatas, diharapkan seseorang tetap dapat memelihara kesehatannya secara baik. Mampu meminimalisir kondisi ketidaksehatan yang mungkin terjadi, serta tidak mengalami gangguan kesehatan yang kronis. Semua itu memerlukan kesiapan, kesungguhan dan kerelaan meluangkan waktu, tenaga dan harta untuk melakukan pemeriksaan kesehatan diri, istirahat, berobat dan kontrol diri secara teratur. Tanpanya, tak akan pernah ada kesempatan hingga datangnya penyesalan yang tak ada gunanya. Ada baiknya, segera lakukan rehat kehidupan untuk kesehatan, sebelum menyesal. Semoga...!


Index ePaper Download PDF ePaper