Sehatnya Bermain Bagi Anak
Serba Serbi - 359 view


Waktu yang terus berjalan dan kehidupan yang terus berubah, menandai perubahan zaman di segala aspek, termasuk dalam dunia anak-anak. Sudah menjadi kodrat anak-anak senang bermain. Hanya yang membedakan adalah jenis permainan apa yang biasa mereka mainkan di zamannya masing-masing. 

Anak-anak zaman dahulu biasa bermain di luar ruangan, melakukan eksplorasi lingkungan, dan permainan kelompok. Perubahan zaman dan perkembangan teknologi mengubah drastis cara bermain anak-anak sekarang yang lebih individualistis dan memilih untuk bermain dengan gawai seperti ponsel.

Kekhawatiran perubahan tersebut membawa dampak yang tidak baik pun mengemuka, karena peluang anak-anak sekarang bermain di luar dan berkelompok lebih sedikit dibandingkan generasi sebelumnya. Tanpa peluang bermain yang tepat, anak-anak dapat kehilangan kesempatan mengembangkan kemampuan fisik, sosial, kecerdasan emosional, kemandirian, harga diri, dan dan kepercayaan diri mereka.

Studi Henry J. Kaiser Family Foundation, Amerika, di tahun 2015, mengemukakan anak-anak usia 8-10 tahun menghabiskan lebih banyak waktu di depan ponsel, komputer, gadget, permainan video, dan televisi. Studi lain yang dilakukan di Jepang oleh Fatemeh dan Afsharlahoori di tahun 2017 dengan judul “Study on Outdoor Playground Equipment and Children’s Social and Physical Development”, menjelaskan ada 2 faktor utama yang memengaruhi waktu bermain anak-anak. 

Pertama, anak-anak menghabiskan sebagian besar waktu di depan televisi, layar komputer, dan bermain games, dibandingkan bermain di luar atau alam. Kedua, banyak kegiatan nonakademis setelah sekolah, setiap hari atau beberapa kali dalam seminggu selama masing-masing 1,5-3 jam. Di sisi lain, taman bermain semakin berkurang akibat pertumbuhan populasi yang meningkat. Beberapa peralatan taman bermain yang ada juga tidak sesuai dengan kebutuhan fisik anak-anak.

Mengutip tulisan “The Importance of Playgrounds in the Development of Children” dari rollercoaster.ie, ada kecenderungan perubahan tren dari orang tua yang berpendapat bahwa anak-anak mereka akan lebih aman ketika mereka dikunci di dalam rumah dan bermain game digital. Namun, pendapat hal ini tidak benar. Anak-anak perlu diberi kebebasan bermain di taman bermain.

Manfaat Bermain

Kegiatan di taman bermain dinilai dapat meningkatkan kesehatan anak dan berperan penting dalam pengembangan otot dan tulang tubuh mereka. Selain manfaat olahraga, bermain di luar dengan teman-temannya juga mengajarkan anak untuk berjuang dalam lingkungan yang kompetitif. 

Situs playgroundfunforkids.com dan studi Fatemeh dan Afsharlahoori sepakat kalau banyak praktisi medis berpandangan bahwa taman bermain untuk anak-anak adalah bagian penting dari masyarakat saat ini. Aktivitas bermain tidak hanya meningkatkan kesehatan fisik yang baik, tetapi juga membantu mengembangkan dan menguatkan psikologis. 

Dengan bermain di taman bermain, seorang anak dapat mengembangkan keterampilan kepemimpinan dan meningkatkan sifat kompetitif mereka. Banyak kisah tentang atlet yang mampu berkembang dan berkompetisi yang awalnya dilakukan dengan bermain di taman bermain.

Gaya hidup kurang gerak menimbulkan kekhawatiran dan faktor risiko, termasuk kesempatan anak berkembang menjadi orang dewasa yang seimbang, percaya diri, dan beradaptasi dengan baik. Walau bermain tampak sederhana dan alami, secara mengejutkan, hal ini menjadi kompleks bagaimana bermain mendukung pertumbuhan dan perkembangan positif. 

Bagi orang dewasa, mungkin pemainan anak-anak itu menyiratkan sesuatu yang mudah, tidak terlalu berguna atau tidak terlalu penting. Namun bagi seorang anak, bermain sangat penting bagi mereka. Namun, yang perlu dipastikan adalah jenis mainan, bahan, dan lingkungan yang cocok untuk anak-anak bermain.

Kathy Price-Robinson dan Dr. Zoe Mailloux, dalam tulisan mereka “How to Design Playgrounds for Optimal Sensory Development”, mengungkapkan melalui bermain, anak-anak mengembangkan semua indra mereka. Termasuk pancaindra (penglihatan, pendengaran, penciuman, pengecap, dan sentuhan) dan dua indra yang tidak umum yakni indra proprioception (kinestesis) dan indra vestibular (keseimbangan). 

Indra proprioception memberikan kesadaran akan posisi tubuh, mengintegrasikan gerakan, serta memungkinkan bergerak secara efektif di lingkungan. Bermain seperti melompat, mendorong, menarik, dan menggantung memberi nutrisi pada proprioception

Indra vestibular memberi kesadaran spasial, mengingatkan dan memberi tahu arah, kecepatan, dan ritme dari berbagai gerakan yang kita alami. Bermain dengan melakukan gerakan berputar, menyeimbangkan, memutar, atau mengayun sangat ideal untuk mendukung indra ini.

Bermain di luar ruangan mungkin merupakan cara terbaik dan paling alami bagi anak-anak untuk menggunakan, mengembangkan, dan mengoptimalkan semua indra mereka. Hal tersebut pada gilirannya akan mendukung keterampilan motorik, bahasa, sosial, dan bahkan akademis dengan cara yang bermakna dan produktif.

Oleh karena itu, doronglah anak Anda untuk bermain. Lakukan kegiatan seperti mewarnai, menggambar, membuat lukisan jari, menyusun balok, membuat tenda dan berkemah! Masa anak-anak itu pendek, jadi biarkan mereka bahagia menjadi anak-anak.

Penulis: Siti Aisyah Riswany

Editor: Sopia Siregar


Index ePaper Download PDF ePaper